Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
KEJADIAN perundungan yang mengakibatkan meninggalnya korban anak di Tasikmalaya Jawa Barat menambah daftar kedaruratan dan keharusan menciptakan sekolah ramah anak.
Anggota Komisi IV DPR Luluk Nur Hamidah mengatakan dengan kejadian tersebut maka patut dipertanyakan upaya yang selama ini dilakukan dalam menekan kejadian serupa.
Baca juga: Polisi Dalami Kasus Perundungan Anak di Tasikmalaya
"Ini bukan kejadian pertama artinya patut dipertanyakan sebetulnya apa yang sudah kita ajarkan di sekolah. Apakah hanya pengetahuan saja, sedangkan konsep pemecahan masalah, cinta kasih luput dari pengajaran kita," ungkapnya saat dihubungi, Jumat (22/7/2022).
Lulu menerangkan tindakan pelecehan seksual dan perundungan yang terjadi di dunia pendidikan (sekolah) telah menjadi ironi sejak lama. Padahal kejadian tersebut dapat dihindari atau dideteksi sejak dini melalui peran tenaga pendidik yang memiliki sensitifitas.
"Kemampuan guru atau pendidik melihat hal-hal seperti itu, mendeteksi perundungan, kekerasan seksual menjadi ujung tombak. Kemudian tidak ada lagi sikap pemakluman bahwa itu adalah kenakalan anak semata. Ini yang harus dievaluasi," tegasnya.
Di sisi lain, pemerintah yang menjadi penanggung jawab utama sistem pendidikan harus bisa melakukan reformasi pendidikan. Selain itu terhadap anak yang bermasalah dengan hukum juga tidak boleh diabaikan haknya termasuk hak mendapat pendidikan.
"Proses hukum bisa dilakukan menggunakan UU TPKS. Tapi saya harapkan akan ada pembelajaran, pembinaan karena masa depan mereka masih panjang. Jadi mereka lebih kepada rehabilitasi karena mereka juga menjadi korban sebetulnya dari informasi yang didapatkan dan dilihat," tukasnya.
Baca juga: SMPN 85 Jakarta Lockdown karena 2 Siswa Terpapar Covid-19
Sebelumnya, anak kelas 5 sekolah dasar (SD) berusia 11 tahun mengalami depresi kemudian meninggal dalam perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) SMC Tasikmalaya. Dia depresi setelah menjadi korban perundungan teman-temannya. Ia dipaksa menyetubuhi seekor kucing. Mirisnya lagi, saat korban menyetubuhi kucing itu direkam dan videonya disebarluaskan oleh teman-temannya. (Sru/A-3)
Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota AKP Riki Kustiawan mengatakan, arus mudik jalur arteri nasional dari arah Jawa Barat menuju Jawa Tengah memasuki H-6 belum ada volume peningkatan
Kendaraan yang terlanjur beroperasi dan telah masuk wilayah Tasikmalaya, supaya masuk ke kantong-kantong parkir yang disiapkan di Rajapolah, Jamanis dan Ciawi.
Rumah Sakit (RS) Jasa Kartini Tasikmalaya merayakan hari jadinya yang ke-29 dengan mempertegas posisinya sebagai pionir layanan kesehatan swasta di Priangan Timur.
Warga awalnya mengira pemuda itu kecapean karena puasa hingga pingsan di jalan, tapi ternyata nekat minum kopi dicamur racun tikus gegara putus cinta sama mantan pacarnya.
Daging sapi dijual Rp 140 perkg, daging ayam Rp 39 ribu perkg, telur telur ayam Rp 29 ribu hingga Rp 31.500 per kg.
Program gerakan pangan murah (GPM) menyediakan beras SPHP Rp57.500 kemasan 5 kg, minyak goreng Rp15 ribu per liter, daging sapi Rp140 ribu kg, daging ayam Rp54 ribu per 2 kg.
MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi menegaskan bahwa satuan pendidikan harus ramah anak, sehingga anak mendapatkan haknya atas pendidikan secara utuh.
PERUNDUNGAN atau bullying sesungguhnya sudah dinyatakan dilarang dan termasuk salah satu dosa besar dalam penyelenggaraan pendidikan.
Anak-anak harus dibekali dengan kemampuan untuk bersikap asertif. Hal ini bertujuan agar anak mampu menjaga batasan dirinya dalam relasi sosial.
Reaksi pertama orangtua saat mengetahui anak mereka dirundung akan sangat menentukan proses pemulihan mental sang anak.
Kemenkes mengungkapkan temuan senior yang merupakan peserta PPDS Unsri melakukan perundungan atau bullying pada juniornya dengan memeras Rp15 juta per bulan
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut akan memberikan sanksi untuk penerbitan Surat Tanda Registrasi (STR) pelaku perundungan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved