Headline
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Kumpulan Berita DPR RI
BERDASARKAN data dari WHO pada 2018 diperkirakan ada sekitar 41 juta orang yang meninggal akibat penyakit tidak menular setiap tahun. Jumlah ini menunjukan bahwa hampir 71% angka kematian disebabkan oleh penyakit tidak menular.
Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, setidaknya 1,4 juta masyarakat Indonesia meninggal tiap tahun disebabkan oleh penyakit tidak menular. Lalu, apa saja penyakit tidak menular.
Secara etimologi, penyakit tidak menular berarti penyakit yang tidak bisa ditularkan kepada orang lain. Artinya, jenis penyakit ini berkembang dalam tubuh tanpa ada pengaruh dari pengidap lain.
Baca juga: Mengetahui Arti, Dampak, dan Gaya Hidup Hedonisme
Berbeda dengan penyakit menular, yang disebabkan oleh penularan virus atau bakteri, penyakit tidak menular memang berkembang secara mandiri dalam tubuh pengidap.
Penyakit tidak menular memiliki jenis yang banyak. Namun, ada beberapa jenis penyakit yang sangat mematikan dan menyebabkan angka kematian yang paling tinggi.
1. Diabetes
Diabetes merupakan penyakit yang ditandai dengan kadar gula tinggi. Diabetes bisa disebabkan oleh konsumsi makanan tinggi gula dan lemak. Selain itu penyakit tersebut disebabkan oleh kurang aktivitas tubuh.
Internasional Diabetes federation, menetapkan bahwa terdapat 6,7 juta kematian akibat diabetes di dunia pada 2021. Indonesia berada di peringkat ke-6 dengan total kematian 236.711
2. Penyakit kardiovaskular
Itu merupakan sekelompok penyakit pada jantung dan pembuluh darah. Jenis penyakit ini merupakan kategori penyakit kronis penyebab kematian nomor satu di dunia. Penyebab dari penyakit pada jantung dan pembuluh darah ialah tekanan darah tinggi, obesitas, dan penyempitan pembuluh darah.
3. Kanker
Kanker merupakan penyakit nomor dua tertinggi yang menyebabkan kematian, setelah penyakit kardiovaskular. Kanker pada umumnya disebabkan oleh pertumbuhan sel secara abnormal yang tidak terkendali dalam tubuh.
4. Gangguan pernapasan kronis
Gangguan pernapasan merupakan jenis penyakit yang menyerang sistem respirator. Biasanya disebabkan oleh kebiasaan merokok (aktif dan pasif) dan paparan polusi yang masuk kedalam tubuh. Gangguan pernapasan pada umumnya berupa asma, hipertensi pulmonal, dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).
5. Penyakit ginjal
Penyakit ginjal dibagi menjadi dua jenis, penyakit ginjal kronis dan gagal ginjal akut. WHO memperkirakan ada 5-10 juta orang yang meninggal akibat penyakit ginjal di seluruh dunia setiap tahun. Penyakit ginjal pada umumnya disebabkan oleh infeksi saluran kemih, obesitas, jarang minum air, dan diabetes. Pengobatan penyakit ginjal dilakukan dengan pencucian darah secara rutin. (OL-14)
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menekankan pentingnya pengendalian polusi udara yang dilakukan secara terukur, berbasis data, serta didukung kolaborasi antar daerah.
Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan tubuh terus dilakukan berbagai pihak.
Berdasarkan laporan Global Gender Gap 2025, posisi Indonesia naik tiga peringkat ke urutan 97 dunia dengan skor kesetaraan yang meningkat menjadi 69,2%.
Laporan Halodoc Q1 2026 mencatat lonjakan gangguan kecemasan dan masalah pencernaan selama Ramadan hingga Idul Fitri.
Jika ditemukan pasien dengan indikasi klinis yang mengarah pada gejala campak, petugas medis akan segera melakukan tindakan lanjutan.
RAMADAN bukan hanya menjadi waktu untuk melakukan refleksi spiritual, tetapi juga kesempatan untuk memberi tubuh waktu melakukan “reset” melalui pola makan yang lebih sehat.
Puasa Ramadan tingkatkan sensitivitas insulin penderita diabetes. Simak panduan pola makan, aturan hidrasi 2-4-2, dan tips medis dari pakar endokrin di sini.
Penderita diabetes berisiko tinggi mengalami masalah kaki akibat kerusakan saraf dan aliran darah. Lakukan pemeriksaan kaki rutin untuk mencegah infeksi serius dan amputasi.
Kaki merupakan bagian tubuh yang paling rawan terluka karena fungsinya sebagai penumpu utama beban tubuh.
Pemahaman mengenai klasifikasi diabetes melitus sangat penting karena setiap tipe memiliki karakteristik dan penyebab yang berbeda.
Penderita diabetes umumnya menunjukkan empat gejala utama yang saling berkaitan, atau yang sering disebut sebagai gejala klasik 4P.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved