Selasa 28 Juni 2022, 21:32 WIB

Uji Coba Kelas Rawat Inap Standar di RS Vertikal Kemenkes

Mediaindonesia | Humaniora
Uji Coba Kelas Rawat Inap Standar di RS Vertikal Kemenkes

MI/Susanto
Ilustrasi penanganan pasien oleh tim medis

 

DEWAN Jaminan Sosial Nasional (DJSN) menyelenggarakan uji coba kebijakan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) di fasilitas rumah sakit vertikal milik pemerintah mulai Juli 2022.

"Untuk bulan Juli akan dilakukan terlebih dahulu uji coba di beberapa RS vertikal yang ada di bawah Kementerian Kesehatan," kata Anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Muttaqien yang dikonfirmasi di Jakarta, hari ini.

Saat ini terdapat 33 RS vertikal di bawah kewenangan Kemenkes RI di antaranya RSUP H. Adam Malik, RS Stroke Nasional, RS Umum Pusat Dr. Mohammad Hoesin Palembang, RSUP Fatmawati, RS Ketergantungan Obat, RSUP Persahabatan.

RSK Pusat Otak Nasional, RSUP Sanglah, RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, RS Kanker Dharmais, RS Anak dan Bunda Harapan Kita, RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, RS Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso, RS Umum Pusat Dr. Hasan Sadikin.

Namun Muttaqien belum menjelaskan secara spesifik rumah sakit vertikal pemerintah yang dimaksud.

Baca juga: Tingkatkan Pelayanan Publik, Pemerintah Luncurkan MPP

"Tahap sekarang, Kemenkes, DJSN dan BPJS Kesehatan sedang finalisasi desain uji coba dan tengah mempersiapkan beberapa RS yang akan dijadikan tempat uji coba. Desain yang dipersiapkan di antaranya satu ruang rawat inap akan diisi maksimal empat pasien," kata Muttaqien.

Ia mengatakan uji coba tersebut penting dilakukan untuk memastikan perubahan ekosistem JKN serta mendorong program kesehatan yang berkelanjutan, peningkatan mutu pelayan dan mencapai ekuitas.

Terkait penyesuaian besaran iuran, kata Muttaqien, masih dalam tahap perhitungan yang disesuaikan kemampuan membayar masyarakat serta mempertimbangkan keberlangsungan Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan.

"Selama belum ada perubahan revisi Perpres 82 Tahun 2018 Tentang Jaminan Kesehatan, maka iuran masih sesuai dengan Pepres 64 Tahun 2020 sebagaimana besar iuran yang berlaku sekarang ini. Belum ada perubahan apapun terkait besar iuran," katanya.

Sebelumnya, Pejabat pengganti sementara (Pps) Kepala Hubungan Masyarakat (Humas) BPJS Kesehatan Arif Budiman mengatakan uji coba itu dilaksanakan kurang dari sepuluh rumah sakit milik kementerian kesehatan yang tersebar di beberapa wilayah.

Hingga saat ini, ada sekitar 2.800 rumah sakit yang melayani peserta BPJS Kesehatan di seluruh Indonesia.(Ant/OL-4)

Baca Juga

DOK APP Sinar Mas

APP Sinar Mas Perkenalkan Industri Pulp dan Kertas Berkelanjutan

👤Widhoroso 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 17:34 WIB
DALAM upaya mendukung program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM), Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas memperkenalkan industri pulp dan...
Antara/Asep Fathulrahman.

Produksi Vaksin Lokal PMK Digenjot hingga 30 Juta Dosis

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 17:22 WIB
Pemerintah tengah menggiatkan produksi vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) dalam negeri berdasarkan stereotipe virus yang beredar di...
Ist

Hadirkan Sandiaga Uno Hingga Prilly Latuconsina, InspiraFest2022 Sukses Digelar

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 16:32 WIB
Berkolaborasi dengan MD Co, InspiraFest2022 mengusung tema ‘Build Your First Million Dollar Company’ untuk membantu UKM...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya