Minggu 01 Mei 2022, 11:15 WIB

Mengonsumsi Telur Mentah Ternyata Berdampak Buruk bagi Kesehatan

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Mengonsumsi Telur Mentah Ternyata Berdampak Buruk bagi Kesehatan

ANTARA/Arif Firmansyah
Anggota Kelompok Tani Hutan Organik memanen telur ayam organik di kawasan hutan organik, Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

 

AHLI Gizi Universitas Gadjah Mada (UGM) Toto Sudargo mengatakan mengonsumsi telur mentah, yang menjadi kebiasaan sebagian masyarakat di Indonesia, memiliki dampak buruk bagi kesehatan.

"Sebenarnya banyak efek buruknya ketimbang manfaat yang didapat dari konsumsi telur mentah," katanya dalam keterangan pers UGM, dikutip Minggu (1/5).

Ia menyayangkan pemahaman yang berkembang di masyarakat bahwa konsumsi telur mentah mampu meningkatkan kadar protein dalam tubuh dan membuat stamina lebih segar.

Baca juga: Fakta Menarik Telur Asin, Makanan Khas Tradisi Indonesia

Telur mentah, menurut dia, biasanya dikonsumsi sebagian masyarakat bersama susu atau jamu. Bahkan, tidak sedikit yang mengonsumsi telur mentah secara langsung.

"Pemahaman itu keliru," kata dosen Departemen Gizi Kesehatan & Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM itu.

Menurut dia, dalam sebuah penelitian yang telah dipublikasikan di International Journal of Food Sciences and Nutrition pada 2004, terungkap bahwa penyerapan protein oleh tubuh justru lebih banyak didapatkan dari konsumsi telur yang sudah matang.

Pada keadaan mentah, kata dia, protein dari telur yang dapat diserap tubuh hanya sebesar 50%. Sedangkan dalam keadaan telur telah matang, protein yang diserap tubuh mampu mencapai 90%.

Dalam putih telur, kata dia, mengandung avidin yaitu zat protein yang bisa berefek negatif bagi tubuh karena kemampuannya dalam mengikat biotin.

Ia menjelaskan biotin merupakan vitamin B7 yang larut dalam air dan diperlukan tubuh dalam proses metabolisme serta pencernaan gula dalam darah.

Bahaya lain dari konsumsi telur mentah, lanjut dia, adalah rentan infeksi bakteri Salmonella yang bisa menembus cangkang telur dan masuk hingga ke bagian putih telur.

Apabila telur dalam kondisi tidak bersih atau kotor dari peternakan peluang infeksi Salmonella karena konsumsi telur mentah sangat besar.

"Infeksi Salmonella bisa memicu kejang, mual, muntah, diare, bahkan kematian," kata dia.

Ia menjelaskan telur sarat akan kandungan gizi dan vitamin yakni vitamin A dan vitamin D. Selain itu juga protein, lemak, omega 3, omega 6, kalsium, fosfor, potassium, serta sodium, serta kolesterol.

Meskipun kaya gizi, ia menyebutkan kandungan vitamin dalam telur bisa rusak bahkan hilang saat proses pengolahan atau memasak yang dilakukan dengan tidak tepat.

Beberapa cara yang bisa dilakukan adalah dengan memasak dalam suhu yang stabil dan tidak terlalu lama baik dalam kondisi direbus maupun digoreng, pungkas Toto Sudargo. (Ant/OL-1)

Baca Juga

MI/Jamaah

Ini Perbedaan Gejala DBD, Tipus, dan Malaria

👤Basuki Eka Purnama 🕔Senin 04 Juli 2022, 12:15 WIB
Teryata ada perbedaan pada demam yang dialami penderita DBD, tifus, dan...
ANTARA/Yudhi Mahatma

Ganja Medis Hanya Alternatif Obat bukan Pilihan Utama

👤Basuki Eka Purnama 🕔Senin 04 Juli 2022, 12:00 WIB
"Urgensi ganja medis pada dunia medis sebenarnya tidak besar, lebih kepada memberikan alternatif obat, terutama jika obat-obat yang...
ANTARA/Prasetyo Utomo

Jubir Wapres: Uang Calon Jemaah Haji Furoda Harus Dikembalikan

👤Emir Chairullah 🕔Senin 04 Juli 2022, 11:54 WIB
Pemerintah bakal menindak pengusaha travel atau pihak yang tidak menepati kewajibannya dalam penyelenggaraan program haji dengan visa...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya