Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
ORANG-orang yang berpuasa namun masih dalam program diet masih tetap bisa menjalankan dietnya sambil berpuasa. Hal itu diungkapkan oleh Dokter Gizi dari Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo Diyah Eka Andayani. "Berpuasa itu salah satunya bisa membantu mengontrol kenaikan berat badan dan bisa banget kalau mau tetap berdiet sambil menjalankan ibadah puasa," kata Diyah.
Diyah menyatakan, tidak ada hal-hal khusus yang perlu dilakukan orang-orang yang berdiet selama bulan Ramadan. Sama seperti orang-orang yang tidak melakukan diet, saat sahur dan berbuka, tentu harus diperhatikan asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh agar tidak kurang ataupun berlebih.
"Untuk yang berdiet memang perlu dikonsultasikan. Kapan waktunya untuk makan, berapa banyak dikonsumsi saat sahur dan saat buka, tentu jangan sampai lapar mata," ungkap dia.
Baca juga: Ini 6 Indikator Penanganan Covid-19 Nasional Membaik
Pada dasarnya, jelas Diyah, semua orang harus memilih makanan yang memenuhi kebutuhan kalori yang cukup dan bermanfaat bagi tubuh.
Dikatakan Diyah, sebenarnya secara fisiologis berpuasa selama 12 jam masih dapat ditoleransi oleh tubuh. Asalkan, kita memiliki cadangan energi yang cukup dari makanan-makanan yang dkonsumsi saat sahur dan berbuka. Dengan demikian, tubuh kita bisa menggunakan glukosa sebagai cadangan energi untuk beraktivitas sehari-hari.
Ada beberapa tips yang dijabarkan Diyah agar kita bisa tetap bugar saat berpuasa. Pertama, jalankan sahur di waktu-waktu mendekati imsak.
"Karena itu akan membuat cadangan energi kita bertahan lebih lama," imbauh dia.
Selain itu, saat sahur juga harus memilih makanna dengan gizi seimbang dan bervariasi. Seperti makanan yang mengandung karbohidrat, protein, vitamin, mineral dan lemak dalam jumlah yang cukup.
"Kadang kita suka malas masak pagi-pagi sehingga memilih makan mi saat sahur. Padahal itu akan meningkatkan gula darah kita dengan cepat dan menurunkannya juga dengan cepat. Sehingga kita jadi cepat lapar," ungkap dia.
Selanjutnya, saat berbuka, Diyah menganjurkan agar menghindari konsumsi makanan manis dan lemak jenuh berlebih. Saat berbuka, disarankan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung serat yang cukup dan juga konsumsi air yang cukup.
"Bisa pakai kurma atau mungkin puding. Tapi tidak dengan es-es yang mengandung sirup banyak dan juga lemak jenuh yang mengakibatkan lambung kita kaget dan akhirnya lemas dan tidak bisa melakukan aktivitas selanjutnya." ucap dia. (H-3)
Nutrisi seperti vitamin C, vitamin E, antioksidan, dan asam lemak sehat berperan penting dalam mendukung fungsi imun agar tubuh lebih tahan terhadap virus dan bakteri penyebab flu.
Orang tua disarankan lebih cermat menyiasati pemenuhan gizi anak di rumah, terutama bagi anak yang lebih menyukai susu dibandingkan makanan utama.
Makanan sehat dan sederhana seperti pisang, oatmeal, ikan, dan sayuran hijau terbukti membantu meredakan stres secara alami dan menenangkan pikiran.
Terdapat lima makanan sehat yang dapat melawan stres.
Berbagai makanan kaya serat dan antioksidan dapat membantu menurunkan risiko kanker, bila dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat.
Ubi jalar tetap bermanfaat bagi penderita diabetes jika dikonsumsi dengan porsi tepat dan cara pengolahan yang sesuai. Simak penjelasan gizinya.
Kemenkes menegaskan rumah sakit tidak boleh menolak pasien peserta PBI dengan status JKN nonaktif sementara hingga tiga bulan.
Mensos Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa tidak boleh ada rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang menolak melayani pasien peserta BPJS segmen PBI
Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia, dengan angka kejadian yang terus meningkat seiring perubahan gaya hidup.
Saat ini, fasilitas kesehatan maupun SDM kesehatan di Indonesia sudah sangat baik dan tidak kalah dengan rumah sakit di Malaysia maupun Singapura.
Biaya pengobatan di Penang, termasuk tindakan medis serius, seringkali lebih terjangkau daripada RS swasta premium di Indonesia.
Penelitian University of Leeds terhadap 1.832 pasien menunjukkan bahwa kenyamanan selama perawatan memiliki korelasi positif terhadap proses pemulihan pasien.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved