Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

8 Makanan Mengenyangkan dan Berpotensi Menurunkan Risiko Kanker

Abi Rama
24/12/2025 11:29
8 Makanan Mengenyangkan dan Berpotensi Menurunkan Risiko Kanker
Ilustrasi(freepik)

TIDAK ada satu jenis makanan pun yang mampu mencegah kanker secara mutlak. Namun, berbagai penelitian menunjukkan pola makan yang kaya akan serat, antioksidan, vitamin, dan senyawa bioaktif tertentu dapat membantu menurunkan risiko berkembangnya sel kanker dalam tubuh.

Melansir dari laman Mandaya Hospital, para ahli menyebut makanan berbasis nabati, ikan berlemak, dan bahan alami tertentu dapat berperan dalam menekan peradangan. Di samping melawan stres oksidatif dan menghambat pertumbuhan sel abnormal. 

8 Makanan Berpotensi Turunkan Risiko Kanker

Berikut delapan jenis makanan yang sering dikaitkan dengan potensi penurunan risiko kanker.

1. Apel

Apel mengandung polifenol, senyawa aktif dari tumbuhan yang memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi. Salah satu polifenol dalam apel, phloretin, diketahui dapat menghambat pertumbuhan sel kanker tertentu tanpa merusak sel sehat.

Selain itu, serat dalam apel membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan, yang berperan penting dalam menurunkan risiko kanker usus besar. Konsumsi apel secara rutin sebagai buah utuh, bukan dalam bentuk jus, dianjurkan agar manfaat seratnya tetap optimal.

2. Buah Beri

Buah beri seperti blueberry, bilberry, dan lingonberry mengandung antosianin dan flavonoid tinggi yang membantu melawan radikal bebas penyebab kerusakan sel. Penelitian menunjukkan buah beri dapat membantu menghambat pembentukan tumor serta memperlambat pertumbuhan sel kanker, khususnya pada saluran pencernaan.

Kandungan serat dan vitamin dalam berries juga membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus. Hal ini berperan dalam sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit, termasuk kanker.

3. Wortel

Wortel kaya akan beta-karoten, yang dalam tubuh diubah menjadi vitamin A. Senyawa ini berperan dalam menjaga kesehatan sel dan mencegah mutasi DNA yang dapat memicu kanker.

Beberapa penelitian mengaitkan konsumsi wortel dengan penurunan risiko kanker kolorektal, paru-paru, dan pankreas. Wortel mentah atau dimasak ringan dianjurkan agar kandungan nutrisinya tetap terjaga.

4. Ikan

Ikan seperti salmon, sarden, dan makarel mengandung asam lemak omega-3. Omega 3 ini dinilai membantu menekan peradangan kronis, kondisi yang sering dikaitkan dengan perkembangan kanker.

Beberapa studi menemukan konsumsi ikan berlemak berkaitan dengan penurunan risiko kanker payudara dan kolorektal. Selain itu, ikan juga merupakan sumber protein sehat yang membantu memperbaiki jaringan tubuh.

5. Kayu Manis

Kayu manis mengandung senyawa aktif yang dalam studi laboratorium dan hewan terbukti dapat menghambat penyebaran sel kanker serta memicu kematian sel kanker. Meski hasil ini masih memerlukan konfirmasi melalui uji klinis pada manusia, kayu manis tetap menarik sebagai bagian dari pola makan sehat. Kayu manis dapat digunakan sebagai pemanis alami pengganti gula tambahan dalam minuman atau makanan.

6. Anggur

Anggur, terutama yang berwarna merah dan ungu, mengandung resveratrol yang dikenal memiliki sifat antikanker. Resveratrol diyakini dapat menghambat pertumbuhan sel kanker dan melindungi sel sehat dari kerusakan oksidatif. Selain itu, anggur juga mengandung flavonoid dan tanin yang membantu meningkatkan sistem pertahanan alami tubuh terhadap penyakit.

7. Biji-bijian

Biji-bijian utuh seperti gandum utuh, oat, dan beras merah mengandung serat tinggi. Makanan ini membantu mempercepat pembuangan zat sisa dalam usus, sehingga mengurangi paparan zat karsinogenik pada dinding usus. Konsumsi whole grains dikaitkan dengan penurunan risiko beberapa jenis kanker, terutama kanker kolorektal, lambung, dan pankreas.

8. Dark Chocolate

Dark chocolate mengandung flavonoid dan polifenol yang membantu melawan radikal bebas dan menurunkan stres oksidatif. Senyawa ini berperan dalam melindungi sel dari kerusakan yang dapat memicu kanker.

Dark chocolate sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah kecil. Selain itu pilih dark chocolate dengan kandungan gula rendah agar manfaat kesehatannya tidak tertutupi efek negatif gula berlebih.

Pencegahan kanker tetap membutuhkan pendekatan menyeluruh, termasuk olahraga teratur, tidak merokok, membatasi alkohol, menjaga berat badan ideal, serta melakukan pemeriksaan kesehatan rutin. Dengan pola makan seimbang dan gaya hidup sehat, risiko kanker dapat ditekan sekaligus meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. (Mandaya Hospital/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik