Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
TIDAK ada satu jenis makanan pun yang mampu mencegah kanker secara mutlak. Namun, berbagai penelitian menunjukkan pola makan yang kaya akan serat, antioksidan, vitamin, dan senyawa bioaktif tertentu dapat membantu menurunkan risiko berkembangnya sel kanker dalam tubuh.
Melansir dari laman Mandaya Hospital, para ahli menyebut makanan berbasis nabati, ikan berlemak, dan bahan alami tertentu dapat berperan dalam menekan peradangan. Di samping melawan stres oksidatif dan menghambat pertumbuhan sel abnormal.
Berikut delapan jenis makanan yang sering dikaitkan dengan potensi penurunan risiko kanker.
Apel mengandung polifenol, senyawa aktif dari tumbuhan yang memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi. Salah satu polifenol dalam apel, phloretin, diketahui dapat menghambat pertumbuhan sel kanker tertentu tanpa merusak sel sehat.
Selain itu, serat dalam apel membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan, yang berperan penting dalam menurunkan risiko kanker usus besar. Konsumsi apel secara rutin sebagai buah utuh, bukan dalam bentuk jus, dianjurkan agar manfaat seratnya tetap optimal.
Buah beri seperti blueberry, bilberry, dan lingonberry mengandung antosianin dan flavonoid tinggi yang membantu melawan radikal bebas penyebab kerusakan sel. Penelitian menunjukkan buah beri dapat membantu menghambat pembentukan tumor serta memperlambat pertumbuhan sel kanker, khususnya pada saluran pencernaan.
Kandungan serat dan vitamin dalam berries juga membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus. Hal ini berperan dalam sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit, termasuk kanker.
Wortel kaya akan beta-karoten, yang dalam tubuh diubah menjadi vitamin A. Senyawa ini berperan dalam menjaga kesehatan sel dan mencegah mutasi DNA yang dapat memicu kanker.
Beberapa penelitian mengaitkan konsumsi wortel dengan penurunan risiko kanker kolorektal, paru-paru, dan pankreas. Wortel mentah atau dimasak ringan dianjurkan agar kandungan nutrisinya tetap terjaga.
Ikan seperti salmon, sarden, dan makarel mengandung asam lemak omega-3. Omega 3 ini dinilai membantu menekan peradangan kronis, kondisi yang sering dikaitkan dengan perkembangan kanker.
Beberapa studi menemukan konsumsi ikan berlemak berkaitan dengan penurunan risiko kanker payudara dan kolorektal. Selain itu, ikan juga merupakan sumber protein sehat yang membantu memperbaiki jaringan tubuh.
Kayu manis mengandung senyawa aktif yang dalam studi laboratorium dan hewan terbukti dapat menghambat penyebaran sel kanker serta memicu kematian sel kanker. Meski hasil ini masih memerlukan konfirmasi melalui uji klinis pada manusia, kayu manis tetap menarik sebagai bagian dari pola makan sehat. Kayu manis dapat digunakan sebagai pemanis alami pengganti gula tambahan dalam minuman atau makanan.
Anggur, terutama yang berwarna merah dan ungu, mengandung resveratrol yang dikenal memiliki sifat antikanker. Resveratrol diyakini dapat menghambat pertumbuhan sel kanker dan melindungi sel sehat dari kerusakan oksidatif. Selain itu, anggur juga mengandung flavonoid dan tanin yang membantu meningkatkan sistem pertahanan alami tubuh terhadap penyakit.
Biji-bijian utuh seperti gandum utuh, oat, dan beras merah mengandung serat tinggi. Makanan ini membantu mempercepat pembuangan zat sisa dalam usus, sehingga mengurangi paparan zat karsinogenik pada dinding usus. Konsumsi whole grains dikaitkan dengan penurunan risiko beberapa jenis kanker, terutama kanker kolorektal, lambung, dan pankreas.
Dark chocolate mengandung flavonoid dan polifenol yang membantu melawan radikal bebas dan menurunkan stres oksidatif. Senyawa ini berperan dalam melindungi sel dari kerusakan yang dapat memicu kanker.
Dark chocolate sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah kecil. Selain itu pilih dark chocolate dengan kandungan gula rendah agar manfaat kesehatannya tidak tertutupi efek negatif gula berlebih.
Pencegahan kanker tetap membutuhkan pendekatan menyeluruh, termasuk olahraga teratur, tidak merokok, membatasi alkohol, menjaga berat badan ideal, serta melakukan pemeriksaan kesehatan rutin. Dengan pola makan seimbang dan gaya hidup sehat, risiko kanker dapat ditekan sekaligus meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. (Mandaya Hospital/Z-2)
Studi University of Chicago menemukan paparan UV merusak protein pelindung YTHDF2, memicu peradangan tak terkendali, dan meningkatkan risiko kanker kulit.
Studi menemukan konsumsi kimchi fermentasi berhubungan dengan penurunan gula darah, tekanan darah, dan trigliserida, serta potensi menurunkan risiko kanker.
Selama ini kita mengetahui bahwa obesitas dapat meningkatkan risiko kanker. Namun, temuan terbaru menunjukkan bahwa bukan hanya jumlah total lemak yang berperan.
Kunyit dikenal kaya kurkumin yang bersifat antioksidan dan anti-inflamasi. Temukan bagaimana kunyit membantu menurunkan risiko kanker secara alami.
Temukan 6 menu makanan sehat yang dapat membantu menurunkan risiko kanker, termasuk es loli berry, salad kale, dan mangkuk quinoa untuk pola makan seimbang.
Nutrisi seperti vitamin C, vitamin E, antioksidan, dan asam lemak sehat berperan penting dalam mendukung fungsi imun agar tubuh lebih tahan terhadap virus dan bakteri penyebab flu.
Orang tua disarankan lebih cermat menyiasati pemenuhan gizi anak di rumah, terutama bagi anak yang lebih menyukai susu dibandingkan makanan utama.
Makanan sehat dan sederhana seperti pisang, oatmeal, ikan, dan sayuran hijau terbukti membantu meredakan stres secara alami dan menenangkan pikiran.
Terdapat lima makanan sehat yang dapat melawan stres.
Ubi jalar tetap bermanfaat bagi penderita diabetes jika dikonsumsi dengan porsi tepat dan cara pengolahan yang sesuai. Simak penjelasan gizinya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved