Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PENELITIAN bahwa orang yang lelah dan stres cenderung melewatkan waktu makan, mengonsumsi makanan manis atau makanan olahan tinggi, dan makan berlebihan di kemudian hari. Pola yang terkait dengan memburuknya stres dan peningkatan berat badan secara bertahap.
"Dengan makan secara teratur, memprioritaskan protein dan serat, serta memilih makanan yang mendukung tingkat energi yang stabil, kita dapat mengurangi respons stres tubuh daripada memperkuatnya," kata ahli gizi kesehatan masyarakat Dr. Emma Derbyshire dikutip dari DailyMailUK pada Kamis (25/12).
Pertama, oatmeal dan telur untuk sarapan. Penelitian menunjukkan bahwa melewatkan sarapan dapat meningkatkan kadar hormon stres kortisol dalam tubuh, sementara makanan yang mengandung protein membantu mengurangi respons stres yang berlebihan.
Telur menyediakan protein berkualitas tinggi dan asam amino esensial, sementara oat menawarkan karbohidrat yang dilepaskan secara perlahan yang membantu menstabilkan gula darah – keduanya penting untuk pengaturan kortisol.
kedua, ikan berlemak kaya asam lemak omega-3 yang banyak ditemukan dalam ikan salmon, sarden, dan makarel, telah terbukti mengurangi penanda stres dan peradangan.
Studi tahun 2011 oleh para peneliti dari Ohio State University, yang diterbitkan dalam jurnal Brain, Behavior, and Immunity, menemukan bahwa suplementasi omega-3 menurunkan kortisol dan respons inflamasi selama periode stres psikologis.
"Omega-3 bertindak sebagai agen anti-inflamasi, membantu mengurangi produksi hormon stres," jelas Dr. Derbyshire.
Ketiga yakni buah jeruk, beri, dan cokelat hitam. Vitamin C berperan langsung dalam kesehatan kelenjar adrenal. Orang dengan asupan vitamin C yang lebih tinggi kembali ke kadar kortisol normal lebih cepat setelah stres akut.
Penelitian dari Universitas Trier, yang diterbitkan dalam jurnal Psychopharmacology pada tahun 2002, menemukan bahwa vitamin C mengurangi respons kortisol selama tugas-tugas yang menimbulkan stres. Buah kiwi, jeruk, dan beri.
Terakhir adalah sayuran hijau seperti bayam, kale, dan bayam bit menyediakan magnesium, folat, dan nutrisi yang berperan dalam pengaturan sistem saraf.
Kadar magnesium yang rendah telah dikaitkan dengan peningkatan respons stres, sementara folat mendukung produksi neurotransmiter yang terkait dengan pengaturan suasana hati.
Coklat juga menjadi pilihan camilan yang digemari kalangan muda, karena efeknya yang cepat dalam meredakan stres. Pasalnya cokelat merupakan makanan yang kaya akan flavanol dapat melindungi pembuluh darah dari stres
(H-4)
Nutrisi seperti vitamin C, vitamin E, antioksidan, dan asam lemak sehat berperan penting dalam mendukung fungsi imun agar tubuh lebih tahan terhadap virus dan bakteri penyebab flu.
Orang tua disarankan lebih cermat menyiasati pemenuhan gizi anak di rumah, terutama bagi anak yang lebih menyukai susu dibandingkan makanan utama.
Makanan sehat dan sederhana seperti pisang, oatmeal, ikan, dan sayuran hijau terbukti membantu meredakan stres secara alami dan menenangkan pikiran.
Berbagai makanan kaya serat dan antioksidan dapat membantu menurunkan risiko kanker, bila dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat.
Ubi jalar tetap bermanfaat bagi penderita diabetes jika dikonsumsi dengan porsi tepat dan cara pengolahan yang sesuai. Simak penjelasan gizinya.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi ikan secara rutin berkaitan dengan kesehatan otak yang lebih baik.
Studi internasional mengungkap 76% penduduk dunia tidak memenuhi asupan omega-3 yang direkomendasikan.
Lima asupan sehat yang dapat membantu penderita PCOS mengelola gejala melalui pola makan yang tepat, mulai dari ikan berlemak kaya omega-3 hingga biji-bijian dan kacang-kacangan.
Untuk konsumsi harian biasa, sebanyak 1–2 butir telur rebus per hari adalah jumlah yang cukup.
Nutrilite Triple Omega-3 bukan solusi jangka pendek, tetapi investasi kesehatan jangka panjang. Konsistensi adalah kunci, baik dalam menjaga kesehatan maupun membangun bisnis
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved