Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

7 Makanan Sehat yang Ampuh Redakan Stres Secara Alami

 Gana Buana
25/12/2025 18:53
7 Makanan Sehat yang Ampuh Redakan Stres Secara Alami
Makanan yang bisa bantu redakan stress.(Freepik)

STRESS menjadi masalah kesehatan mental yang semakin sering dialami masyarakat modern. Tekanan pekerjaan, masalah ekonomi, hingga kurangnya waktu istirahat membuat tubuh dan pikiran mudah lelah. Selain olahraga dan manajemen waktu, pola makan sehat ternyata berperan penting dalam membantu meredakan stres secara alami.

Kabar baiknya, Anda tidak perlu makanan mahal atau sulit didapat. Beberapa makanan sehat dan sederhana berikut terbukti secara ilmiah dapat membantu menenangkan pikiran dan memperbaiki suasana hati.

Mengapa Makanan Berpengaruh pada Stres?

Makanan memengaruhi kerja otak melalui hormon dan neurotransmitter seperti serotonin, dopamin, dan kortisol. Asupan nutrisi yang tepat dapat membantu menstabilkan hormon stres, meningkatkan energi, serta menjaga fungsi sistem saraf.

Sebaliknya, konsumsi berlebihan gula, kafein, dan makanan ultra-proses justru dapat memperburuk kecemasan dan kelelahan mental.

Daftar Makanan Sehat yang Membantu Redakan Stres

1. Pisang

Pisang kaya akan vitamin B6, yang membantu tubuh memproduksi serotonin, hormon yang berperan dalam mengatur suasana hati. Selain itu, kandungan magnesium dalam pisang membantu merelaksasi otot dan saraf.

👉 Cocok dikonsumsi sebagai camilan pagi atau setelah aktivitas padat.

2. Oatmeal

Oatmeal merupakan sumber karbohidrat kompleks yang membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Kondisi ini penting untuk mencegah perubahan mood yang drastis.

👉 Konsumsi oatmeal hangat di pagi hari dapat memberikan efek menenangkan dan kenyang lebih lama.

3. Telur

Telur mengandung protein berkualitas tinggi, vitamin D, dan kolin yang penting untuk fungsi otak. Nutrisi ini membantu meningkatkan fokus dan mengurangi rasa cemas.

👉 Satu hingga dua butir telur per hari cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian.

4. Ikan Berlemak (Ikan Kembung, Sarden, Tuna)

Ikan berlemak kaya akan asam lemak omega-3 yang terbukti menurunkan peradangan dan kadar hormon stres kortisol.

👉 Pilih ikan lokal seperti ikan kembung yang lebih terjangkau namun tetap bergizi.

5. Sayuran Hijau

Bayam, kangkung, dan brokoli mengandung folat dan magnesium yang membantu sistem saraf bekerja lebih optimal.

👉 Sayuran hijau juga membantu mencegah kelelahan mental akibat stres berkepanjangan.

6. Dark Chocolate

Dark chocolate dengan kandungan kakao minimal 70% dapat membantu meningkatkan produksi endorfin dan serotonin.

👉 Konsumsi secukupnya, sekitar 20-30 gram per hari.

7. Yogurt dan Makanan Fermentasi

Kesehatan usus berkaitan erat dengan kesehatan mental melalui gut-brain axis. Probiotik dalam yogurt membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di usus.

👉 Pilih yogurt tanpa gula tambahan untuk manfaat maksimal.

Tips Pola Makan Anti Stres

  • Makan secara teratur dan tidak melewatkan waktu makan
  • Perbanyak air putih untuk mencegah dehidrasi
  • Kurangi konsumsi kafein dan makanan tinggi gula
  • Kombinasikan dengan tidur cukup dan aktivitas fisik ringan

FAQ

1. Apakah makanan benar-benar bisa mengurangi stres?
Ya. Nutrisi tertentu membantu mengatur hormon dan neurotransmitter yang berperan dalam mengendalikan stres dan suasana hati.

2. Makanan apa yang sebaiknya dihindari saat stres?
Makanan tinggi gula, minuman berkafein berlebihan, dan makanan cepat saji karena dapat memperparah kecemasan.

3. Berapa lama efek makanan anti stres bisa dirasakan?
Efeknya bisa dirasakan dalam beberapa hari hingga minggu jika dikonsumsi secara rutin dan dibarengi pola hidup sehat.

Kesimpulan

Mengelola stres tidak selalu memerlukan solusi rumit. Dengan memilih makanan sehat dan sederhana, tubuh dan pikiran dapat lebih seimbang. Konsumsi pisang, oatmeal, telur, ikan, sayuran hijau, dan yogurt secara rutin dapat menjadi langkah kecil namun efektif untuk menjaga kesehatan mental sehari-hari. (Z-10)

Sumber:

  • Harvard Health Publishing
  • Healthline
  • Mayo Clinic
  • World Health Organization (WHO)
  • National Institute of Mental Health (NIMH)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik