Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
MENERAPKAN kebiasaan istirahat yang baik selama Ramadan dapat mengurangi risiko yang terjadi akibat kurang tidur. Hal itu dikatakan dokter umum Nugroho Anargha dari Ikatan Dokter Indonesia.
"Apabila sleep hygiene sudah baik dan waktu tidur konsisten 7 jam, sesungguhnya risiko kurang tidur seperti pusing, sakit kepala, perubahan emosi, penurunan konsentrasi, dan kenaikan berat badan, tidak akan terjadi," kata Nugroho melalui surel, dikutip Senin (11/4).
Ia menjelaskan, manusia normalnya butuh tidur selama tujuh hingga sembilan jam dalam sehari. Pada prinsipnya, ada tiga faktor penting yang mendasari kualitas tidur, yakni jadwal tidur yang konsisten, periode tidur yang cukup tanpa gangguan, dan kebiasaan sleep hygiene yang baik seperti mematikan layar, memiliki ruang tidur yang gelap dan tenang, dan memberikan waktu yang cukup untuk bersantai sebelum waktu tidur.
Baca juga: Puasa Bisa Memperlambat Penuaan Tubuh
Selama Ramadan, akan terjadi perubahan pola tidur di mana sebaiknya waktu mulai tidur dimajukan dan jika memungkinkan kembali tidur setelah Salat Subuh.
"Jika akan melakukan tahajud dan sahur pukul 03.00, maka sebaiknya jam tidur mulai pukul 21.00," saran dia.
Perubahan pola tidur dimulai sejak berpuasa dan dilakukan secara bertahap dan konsisten sehingga tubuh dapat membentuk irama tidur yang baru. Apabila memungkinkan, dia menyarankan Anda untuk tidur sesaat selama 20 menit pada petang hari.
Setelah satu bulan menjalani pola tidur yang berbeda sepanjang Ramadan, Anda bisa mengembalikan pola tidur kembali seperti biasa. Nugroho menyarankan untuk mengembalikan pola tidur seperti dulu secara bertahap.
"Jika diperlukan, gunakan alarm untuk menjaga agar tidak terjadi jam tidur yang berlebihan," pungkasnya. (Ant/OL-1)
PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) memperkenalkan program #RamadanLebihBerkah untuk menjawab dinamika perubahan perilaku konsumsi masyarakat selama bulan suci Ramadan2026.
PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) berbagi berkah di bulan ramadan dengan membagikan 100 paket perlengkapan sekolah dan paket sembako senilai Rp1 juta.
Konsumsi gula dan garam berlebih saat buka puasa & sahur picu kulit kering hingga jerawat. Simak penjelasan dokter spesialis kulit dr. Fitria Agustina di sini.
Personel di lapangan dilarang keras meminta sumbangan, baik dalam bentuk Tunjangan Hari Raya (THR) maupun dalih lainnya.
Lewat “Ramadhan Thrift & Share”, DETA menjual baju bekas layak pakai dengan menggunakan platform media sosial (medsos)
Kegiatan ini bertujuan menguatkan ukhuwah Islamiyah serta memperkuat sinergi dan silaturahmi antar rekan seprofesi yang tergabung dalam INI dan IPPAT.
RAMADAN selalu datang dengan misi yang sama: jeda dari hiruk-pikuk kehidupan, kesempatan menata ulang batin, dan panggilan untuk memurnikan relasi manusia dengan Tuhan dan sesamanya
Ramadan adalah momentum terbaik untuk menyatukan kembali energi kebaikan lintas angkatan.
Agar tubuh tetap bertenaga dan fokus dalam beribadah, pemenuhan gizi seimbang menjadi kunci krusial yang harus diperhatikan masyarakat.
Kunci utama menjaga kesehatan ginjal terletak pada pemenuhan cairan yang cukup.
Jika biasanya trafik memuncak saat jam kerja atau waktu santai di rumah, di bulan Ramadan, lonjakan utama justru terjadi saat dini hari.
Bermain padel saat bulan puasa sebaiknya dilakukan dalam waktu terbatas, yakni maksimal selama 45 menit menjelang waktu berbuka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved