Selasa 29 Maret 2022, 21:37 WIB

Nadiem dan Gus Yaqut Pastikan madarasah Tetap Ada dalam RUU Sisdiknas 

Faustinus Nua | Humaniora
Nadiem dan Gus Yaqut Pastikan madarasah Tetap Ada dalam RUU Sisdiknas 

MI/Yusuf Riaman
Ilustrasi Madrasah

 

MENTERI Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim dan Menteri Agama Yaqut Cholil Quomas menyampaikan pernyataan bersama terkait isu madrasah yang akan dihapus atau dihilangkan dari revisi Rancangan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas). Keduanya menegaskan bahwa bahwa madrasah akan tetap ada dalam RUU Sisdiknas. 

"Sedari awal tidak ada keinginan atau pun rencana menghapus sekolah, madrasah atau bentuk-bentuk satuan pendidikan lain dari sistem pendidikan nasional. Sebuah hal yang tidak masuk akal dan tidak pernah terbersit sekalipun pun di benak kami," ujar Nadiem dalam pernyataan bersama yang diunggah di akun Instagram resmi Kemendikbud-Ristek @kemendikbud-ri, Selasa (29/3). 

Sekolah maupun madrasah, kata Nadiem, secara substansi tetap menjadi jalur-jalur pendidikan yang diatur dalam batang tubuh dari revisi RUU Sisdiknas. Namun penamaan secara spesifik seperti SD dan MI, SMP dan MTs, atau SMA, SMK dan MA akan dipaparkan di bagian penjelasan. 

"Tujuannya adalah agar penamaan satuan pendidikan tidak diikat di UU sehingga jauh lebih fleksibel dan dinamis," imbuhnya. 

Dia mengatakan, Kemendikbud-Ristek selalu bekerja sama dan berkoordinasi erat dengan Kemenag terkait berbagai upaya dan program-program peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia dengan mengedepankan semangat gotong royong dan inklusif. Semangat tersebut juga dibawa ke dalam proses revisi RUU Sisdiknas. 

Baca juga : Perlu Peta Jalan Pendidikan Sebelum RUU Sisdiknas Disahkan 

Adapun, 4 hal pokok yang diformulasikan dalam RUU Sisdiknas antara lain kebijakan standar pendidikan yang mengakomodasi keragaman antar-daerah dan inovasi. Kedua, kebijakan wajib belajar dilengkapi dengan kebijakan hak belajar. Ketiga, kebijakan penataan profesi guru agar semakin inklusif dan profesional. Keempat, kebijakan peningkatan otonomi serta perbaikan tata kelola pendidikan tinggi. 

Yaqut menambahkan komunikasi dan koordinasi kedua kementerian sangat erat. Sejak awal proses revisi RUU Sisdiknas sampai hari ini terus diperkuat. 

"RUU Sisdiknas telah memberikan perhatian kuat terhadap eksistensi pesantren dan madrasah. Nomenklatur madrasah dan pesantren juga masuk dalam batang tubuh dan pasal-pasal dalam RUU Sisdiknas," jelas Yaqut. 

Menag pun yakin dengan mengusung kemerdekaan dan fleksibilitas dalam RUU Sisdiknas mutu pembelajaran untuk semua peserta didik di Indonesia akan meningkat. Selain itu kualitas sistem pendidikan juga akan semakin membaik di masa depan. 

Sebelumnya, RUU Sisdiknas yang tengah dirancang Kemendikbud-Ristek menuai polemik. Dalam draft sementara, RUU yang akan menggabungkan 3 UU itu diketahui tidak mencantumkan madrasah, sehingga banyak pihak menolaknya. (OL-7)

Baca Juga

Ist

Pentingnya Sinergi Semua Pihak untuk Perangi Perundungan Online

👤Eni Kartinah 🕔Selasa 31 Januari 2023, 19:42 WIB
Salah satu hasil kajian itu mengungkapkan bahwa 6 dari 10 remaja di Indonesia mengalami...
Ist

SGM Eksplor dan Mitra Ritel Dukung Akses Nutrisi Bagi Anak-anak

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 31 Januari 2023, 19:33 WIB
SGM Eksplor bekerja sama dengan berbagai mitra ritel lokal di delapam kabupaten/kota menjalankan program donasi paket nutrisi dan...
Ist

Legislator: Cegah Paham yang Berpotensi Munculkan Konflik Sosial

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 31 Januari 2023, 18:41 WIB
Masyarakat agar tidak mudah percaya konten-konten yang bersumber dari media sosial atau internet, terutama yang menggunakan ayat-ayat Al...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya