Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
UPAYA mendukung pengendalian obesitas di masyarakat bisa dimulai dari hal-hal kecil seperti tidak menyediakan gorengan sebagai camilan rapat.
Hal itu diungkapkan Koordinator Substansi P2 Pencegahan dan Pengendalian Diabetes Melitus dan Gangguan Metabolik (P2DMGM) Kementerian Kesehatan Esti Widiastuti dalam sebuah webinar kesehatan, Senin (7/3).
"Bisa dari hal-hal kecil dari snack rapat tidak harus gorengan, itu bagian yang justru mendukung pengendalian obesitas," kata dia.
Baca juga: Anak Muda Diajak Lawan Obesitas agar Tetap Produktif dan Hidup Sehat
Makanan yang digoreng umumnya menyerap lemak dari minyak sehingga kalorinya bisa lebih tinggi. Asupan kalori yang tinggi bisa menempatkan Anda pada kondisi kelebihan berat badan dan obesitas.
Obesitas merupakan penumpukan lemak yang berlebih akibat ketidakseimbangan asupan energi dengan energi yang digunakan dalam waktu lama.
Pola makan sehat yakni menerapkan prinsip gizi seimbang termasuk memperhatikan jumlah, jenis, jadwal makan, dan pengolahan bahan makanan yang dianjurkan yaitu jumlah sayur sebesar 2 kali lipat jumlah sumber karbohidrat dan protein bisa membantu mencegah Anda terkena obesitas.
Hanya sayangnya, menurut Esti, data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2018 memperlihatkan sekitar 95,4% masyarakat Indonesia justru masih kurang mengonsumsi buah dan sayur lima porsi setiap hari dalam seminggu.
Di sisi lain, asupan konsumsi gula, garam dan lemak harian juga perlu menjadi perhatian.
Esti mengingatkan, asupan gula harian yang disarankan yakni 4 sendok makan atau 150 gram, garam 1 sendok teh atau 15 gram dan lemak sebanyak 5 sendok makan atau 67 gram.
Data dari Riskesdas pada tahun yang sama menunjukkan, konsumsi gula sesuai aturan di masyarakat hanya 4,8%, 52,7% untuk takaran garam 1 sdt per hari dan 26,5 persen lemak atau atau 5 sendok makan.
"Banyak masyarakat yang konsumsi atau pola makannya cukup berisiko terhadap kejadian penyakit tidak menular," kata Esti.
Selain pola makan tidak sehat, Esti mengatakan, kurang bergerak atau kurang waktu berolahraga juga turut berkaitan dengan risiko obesitas (sebanyak 33,5%).
"Untuk mengatasi obesitas kita perlu lihat akar penyebabnya, yang bisa juga asupan makanan dan yang dikeluarkan tetapi juga faktor genetik, kebiasaan sehari-hari, atau obat-obatan tertentu," tutur Esti.
Di sisi lain, berbagi pengalaman yang menginspirasi orang sangat membantu memotivasi orang agar tidak mengalami obesitas. Upaya ini juga bisa dibarengi skrining atau deteksi dini khususnya pada mereka yang berusia di atas usia 15 tahun. (Ant/OL-1)
Ketika waktu tidur berkurang, tubuh secara alami akan mencari kompensasi energi dari sumber lain, salah satunya melalui makanan.
Sebelum memutuskan untuk berkonsultasi dengan ahli, Audy Item sempat mencoba berbagai metode diet dan olahraga berdasarkan informasi dari internet maupun rekomendasi teman.
Obesitas adalah penyakit kronis kompleks. Dokter spesialis gizi ungkap faktor hormonal dan sel memori yang bikin berat badan susah turun. Simak solusinya!
Obesitas bukan sekadar berat badan berlebih, tapi penyakit kronis. Simak penjelasan dr. Vardian Mahardika mengenai risiko PCOS, Alzheimer, hingga sleep apnea.
Prevalensi obesitas di Indonesia naik menjadi 23,4%. Kemenkes imbau masyarakat cermat pilih pangan olahan dan batasi GGL. Simak panduan lengkapnya di sini.
PREVALENSI obesitas nasional pada penduduk berusia sekitar 18 tahun di Indonesia mengalami peningkatan. Angka ini naik dari 21,8% pada tahun 2018 menjadi 23,4% pada tahun 2023.
Memasukkan makanan tinggi lemak secara tiba-tiba, seperti mengonsumsi gorengan saat berbuka puasa, memaksa sistem pencernaan bekerja ekstra keras seketika.
Berbuka dengan gorengan menyebabkan asupan lemak menjadi berlebih. Dampaknya tidak main-main karena organ tubuh dipaksa bekerja ekstra keras secara tiba-tiba.
Momen berburu takjil ini pun kembali menjadi perekat sosial, baik dilakukan bersama keluarga, sahabat, maupun saat sedang menikmati waktu sendiri di tengah hiruk-pikuk ibu kota.
Pembakaran plastik yang tidak sempurna melepaskan senyawa beracun yang sangat stabil, yakni dioksin dan furan.
Ten meningkatnya penderita jantung koroner berkaitan erat dengan faktor risiko yang makin umum ditemukan, di antaranya kurang gerak, obesitas, dan kebiasaan mengonsumsi gorengan.
Gorengan termasuk jajanan populer di Indonesia karena harganya murah, rasanya gurih, dan mudah ditemukan di pedagang kaki lima.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved