Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBIASAAN hidup yang tidak sehat seperti jarang beraktivitas fisik, kelebihan berat badan, sering mengonsumsi makanan tidak sehat, serta merokok dapat memicu berbagai gangguan kesehatan serius. Salah satu yang kini menunjukkan peningkatan kasus adalah penyakit jantung koroner. Salah satu penyebabnya terlalu sering makan gorengan.
Gorengan memang jadi camilan favorit banyak orang. Tidak hanya disantap di rumah, sajian ini juga kerap hadir dalam berbagai kesempatan seperti rapat atau acara kumpul bersama.
"Kalau di kantor gorengan ada di meja langsung abis. Setelah makan gorengan, abis itu ngerokok," ungkap Ketua Umum Perhimpunan Intervensi Kardiologi Indonesia (PIKI) dr. Sodiqur Rifqi, Sp.JP dalam konferensi pers Indonesian Society of Interventional Cardiology Annual Meeting (ISICAM) 2025 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (6/11).
Dr. Sodiqur menambahkan, tren meningkatnya penderita jantung koroner berkaitan erat dengan faktor risiko yang makin umum ditemukan, di antaranya kurang gerak, obesitas, dan kebiasaan mengonsumsi gorengan.
Menjaga jantung tetap sehat tak selalu butuh cara rumit. Dengan kebiasaan kecil sehari-hari, kamu bisa menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, seperti dilansir dari situs kesehatan, Halodoc.
1. Rajin Berjalan Kaki
Cukup luangkan waktu 20 menit setiap hari untuk berjalan kaki. Aktivitas ringan ini bisa membantu melancarkan peredaran darah, menurunkan tekanan darah, kadar gula, dan menjaga berat badan tetap ideal.
2. Batasi Konsumsi Garam
Tubuh hanya butuh 1–2 gram garam per hari. Terlalu banyak sodium dapat meningkatkan tekanan darah dan memicu serangan jantung. Mulailah dengan mengurangi garam pada masakan dan hindari makanan olahan yang tinggi garam.
3. Tidur Cukup
Tidur minimal 7–8 jam per malam penting untuk menjaga kesehatan jantung. Kurang tidur bisa menggandakan risiko stroke dan serangan jantung, terutama pada usia di atas 45 tahun.
4. Jauhi Asap Rokok
Paparan asap rokok dapat meningkatkan risiko penyakit jantung hingga 30%. Zat kimia dalam asap rokok menyebabkan penumpukan plak di arteri. Lindungi jantung kamu dengan menjauh dari lingkungan penuh asap rokok.
5. Hindari Duduk Terlalu Lama
Duduk terlalu lama bisa memperlambat aliran darah dan menyebabkan lemak menumpuk di pembuluh darah. Cobalah berdiri atau berjalan ringan setiap satu jam agar peredaran darah tetap lancar.(M-2)
Siapa sangka, golongan darah ternyata ikut berkaitan dengan risiko serangan jantung. Ini bukan mitos kesehatan.
Analisis global menunjukkan orang dewasa yang rutin minum anggur memiliki risiko penyakit jantung koroner 24% lebih rendah, namun moderasi tetap kunci.
Kenali berbagai jenis penyakit jantung seperti penyakit jantung koroner, gagal jantung, aritmia, dan lainnya. Pelajari penyebab dan gejalanya di sini.
Penyakit Jantung Koroner bisa menyerang siapa saja, meski risikonya meningkat seiring bertambahnya usia.
Konsumsi margarin dengan kandungan lemak jenuh tinggi terbukti dapat mempercepat perkembangan aterosklerosis, penyakit kronis yang menjadi penyebab utama penyakit jantung korone.
Kondisi ini dikenal juga dengan istilah gaya hidup sedentari (sedentary lifestyle). Kurangnya aktivitas fisik atau gaya hidup sedentari dapat menimbulkan berbagai dampak negatif
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved