Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Penyakit jantung koroner (PJK) adalah gangguan pada jantung akibat penyumbatan pembuluh darah karena penumpukan lemak atau plak (aterosklerosis). Kondisi ini bisa menyerang siapa saja, meski risikonya meningkat seiring bertambahnya usia.
Selain faktor usia dan jenis kelamin, gaya hidup tidak sehat dan polusi udara (baik luar maupun dalam ruangan) turut berperan dalam meningkatkan risiko penyakit ini. Risiko lebih tinggi ditemukan pada lansia, wanita, penderita diabetes, dan obesitas.
Bahkan, cuaca ekstrem, panas maupun dingin , dapat memberi tekanan tambahan pada tubuh dan memperburuk gejala jantung koroner.
Beberapa kebiasaan dan kondisi tertentu dapat memicu risiko PJK, di antaranya:
Meski berbahaya, risiko PJK bisa ditekan dengan perubahan gaya hidup sehat, antara lain:
Pilih lemak sehat: ikan berlemak, alpukat, kacang, minyak nabati.
Olahraga rutin membantu menurunkan tekanan darah, menjaga berat badan, mengontrol kolesterol, serta memperkuat jantung. Aktivitas aerobik seperti jalan kaki, berenang, atau menari sangat dianjurkan.
Gunakan kalkulator indeks massa tubuh (IMT) atau konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui berat badan ideal.
Merokok mempercepat aterosklerosis (pengerasan arteri). Dengan berhenti, risiko PJK berkurang signifikan.
Maksimal 14 unit/minggu, dibagi dalam minimal 3 hari. Hindari binge drinking karena sangat berisiko bagi kesehatan jantung.
Penyakit jantung koroner masih menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia, namun risikonya bisa ditekan dengan pola hidup sehat. Dengan menjaga pola makan, rutin berolahraga, berhenti merokok, serta mengelola stres dan penyakit penyerta, kesehatan jantung bisa lebih terjaga.
Mulailah langkah kecil hari ini untuk mencegah penyakit jantung koroner dan hidup lebih panjang dengan jantung yang sehat. (Z-10)
Peningkatan risiko penyakit jantung koroner pada golongan darah non-O diduga berkaitan dengan kadar faktor pembekuan darah dan penanda inflamasi yang lebih tinggi.
Nyeri leher tak selalu akibat salah tidur. Dalam kondisi tertentu, sakit leher bisa menjadi gejala serangan jantung. Kenali tanda dan risikonya.
Tes darah baru mampu mendeteksi risiko komplikasi mematikan pada pasien hypertrophic cardiomyopathy (HCM). Terobosan besar bagi jutaan pengidap jantung genetik.
Peradangan kronis pada gigi dan gusi bukan sekadar rasa nyeri, melainkan proses biologis yang memengaruhi pembuluh darah.
Para pelari disarankan agar rutin mendeteksi masalah jantung, seperti keberadaan plak, sedini mungkin.
LDL, yang dikenal sebagai kolesterol jahat, merupakan faktor utama penyakit kardiovaskular.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved