Rabu 02 Februari 2022, 10:45 WIB

Belum Ada Laporan Kerusakan Akibat Gempa M6,2 di Maluku Barat Daya

Atalya Puspa | Humaniora
Belum Ada Laporan Kerusakan Akibat Gempa M6,2 di Maluku Barat Daya

ANTARA/MUHAMMAD ADIMAJA
Ilustrasi.Seorang warga merapikan tenda bantuan dari Kemensos di Taman Jaya, Pandeglang, Banten, Sabtu (29/1/2022).

 

GEMPA bumi dengan parameter magnitudo (M)6,2 terjadi pada Rabu pagi (2/2), pukul 04.25 waktu setempat. Lokasi kejadian geologi ini berada pada 86 km timur laut Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku. Masyarakat merasakan guncangan kuat saat gempa terjadi.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengungkapkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maluku Barat Daya menyebutkan guncangan dirasakan selama 3 hingga 5 detik. Meskipun guncangan kuat, menurut BPBD setempat bahwa masyarakat tidak mengalami kepanikan. BPBD melaporkan kondisi aman terkendali dan belum ada laporan dampak kerusakan hingga pagi tadi, Rabu (2/2).

"Pusat gempa yang berada pada kedalaman 131 km ini tidak berpotensi tsunami," kata Abdul dalam keterangan resmi, Rabu (2/2).

Baca juga: DPR Minta Pengambilan Keputusan PTM Libatkan Pemerintah Daerah

Baca juga:Omikron Meningkat, Komisi IX DPR Minta Pemerintah Masifkan Testing dan Tracing

Ia menjelaskan, intensitas kekuatan gempa yang diukur dengan skala Modified Mercalli Intensity (MMI) menunjukkan II – III MMI di wilayah Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku. Menurut BMKG, skala III MMI digambarkan getaran dirasakan nyata dalam rumah serta terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu. Semakin tinggi MMI, getaran yang dirasakan akan semakin kuat oleh warga.

Kabupaten Maluku Barat Daya merupakan wilayah yang rawan terhadap dampak bahaya gempa bumi. Menurut kajian inaRISK, sebanyak 17 kecamatan berada pada potensi bahaya gempa bumi dengan kategori sedang hingga tinggi. Dilihat dari risikonya, sejumlah 71.955 jiwa yang tersebar pada 17 kecamatan di wilayah itu berpotensi terpapak dampak gempa.

Menyikapi potensi bahaya gempa yang dapat terjadi setiap saat, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan siap siaga. Saat gempa warga dapat berlindung di bawah perabot yang kuat dengan melakukan drop, cover and hold on atau evakuasi dengan aman keluar bangunan. Identifikasi terlebih dahulu di lingkup keluarga, langkah-langkah penyelamatan saat gempa terjadi.

"Apabila gempa memicu terjadinya tsunami, warga dapat segera evakuasi menuju ke tempat yang lebih tinggi," pungkasnya. (H-3)

Baca Juga

Dok. Coverse

Basboi dan Atta Wakili Indonesia di Ajang Converse All Stars Paris Tyler The Creator Talk

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 29 Juni 2022, 19:38 WIB
Converse menggelar ajang pengalaman seru 2 hari itu dengan tujuan untuk lebih menyemarakkan kehadiran Converse di Paris dan melibatkan...
dok.KNPI

DPP KNPI Desak PT FI Sikapi Audit LHP Kontrak Karya 2013-2015

👤Selamat Saragih 🕔Rabu 29 Juni 2022, 19:30 WIB
KETUM DPP KNPI Haris Pertama, meminta PT Freeport Indonesia (FI) supaya menindaklanjuti audit Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) terkait...
HO

Bangun Ruang Terbuka Hijau, Ukrida Tegaskan Komitmen Peduli Lingkungan Hidup

👤Widhoroso 🕔Rabu 29 Juni 2022, 19:04 WIB
Universitas Kristen Krida Wacana (Ukrida) kerap menggelar berbagi kegiatan terkait...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya