Headline
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Kumpulan Berita DPR RI
PENANGANAN kasus kekerasan seksual pada perempuan dan anak yang kerap terjadi saat ini banyak terhambat pada persoalan pendampingan untuk para korban. Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indoneisa (KPAI), Retno Listyarti mengatakan fasilitas dan sumber daya manusia untuk pelayanan psikologi di daerah kerap terbatas.
“Kalau di suatu daerah tak ada psikolog, biasanya akan ditangani pekerja sosial dari dinas sosial,” ujarnya saat dihubungi Media Indonesia, Minggu (30/1)
Menurutnya, saat kasus kekerasan dilaporkan ke kepolisian, maka korban wajib didampingi orangtua dan psikolog. Selanjutnya, psikolog/pekerja sosial akan melalukan asesemen terlebih dahulu pada si korban
Baca juga: BMKG Imbau Masyarakat Waspada Gelombang Tinggi 6 Meter di Perairan Indonesia
Baca juga: Raker FKIP se Indonesia di UNS Sepakati Guru Harus Kuat Literasi
“Hasil asesemen akan menunjukkan seberapa pendampingan atau rehabilitasi psikologi akan dilakukan. Kalau kekerasan seksual, biasanya panjang dan lama rehab psikologinya,” jelasnya.
Ia berharap di setiap daerah memiliki rumah aman dan sdm di bidang layanan psikolog, “Ya ada psikolog di semua daerah, sementara psikolog adanya di kota kota,” ungkap Retno.
Terpisah, Pengamat Sosial Rissalwan Habdy Lubis mengatakan, saat ini modus kekerasan seksual semakin meluas dan bervariasi. dirinya menjelaskan, dengan adanya media sosial (medsos) dan interkasi digital tanpa batas, medsos sangat efektif untuk memancing korban kekerasan seksual baru.
“Bahkan menjadi media yang mendorong netizen semakin berani untuk menabrak norma-norma asusila,” ungkapnnya saat dihubungi.
Selain itu dirinya juga menyangkan ketika kasus sudah dibawa ke penegak hukum, kemampuan aparatur penegak hukum yang masih lemah dan masih dibayangi budaya patriarki yang sangat kuat.
“Korban kekerasan seksual yang melapor ke polisi misalnya, masih saja tidak dipahami trauma psikologisnya, meskipun sudah ada unit PPA, tetap saja tidak efektif dalam memberikan layanan pengaduan berperspektif korban traumatik seperti korban kekerasan seksual,” jelas pengamat sosial dari Univeritas Indonesia tersebut. (H-3)
Pendekatan yang terlalu keras atau sepihak untuk membatasi penggunaan medsos justru berisiko membuat anak memberontak.
Studi PISA dan data global menunjukkan kemampuan kognitif Gen Z menurun di beberapa aspek. Apa penyebabnya dan keunggulannya?
Mengapa emosi bisa berujung kekerasan? Psikolog UGM & UI jelaskan peran Amigdala vs Prefrontal Cortex serta cara mencegah perilaku impulsif.
Jangan keliru! Pahami perbedaan antara emophilia (mudah jatuh cinta) dan love bombing (taktik manipulasi) agar terhindar dari hubungan toksik.
Posisi di tengah membuat seorang anak merasa perlu melakukan upaya ekstra untuk mendapatkan perhatian orangtua yang sering kali terbagi.
Remaja lebih mudah tergoda melakukan hal-hal yang menyenangkan atau sedang tren karena sistem limbik mereka lebih dominan
KpAI meminta media massa, khususnya lembaga penyiaran, berperan aktif mengawal implementasi PP Tunas
Permen tersebut mengatur secara teknis berbagai ketentuan dalam PP Tunas, termasuk pengelolaan akun anak dan profil risiko pada platform digital.
KPAI MENYOAL keputusan pemerintah untuk melaksanakan kegiatan sekolah tatap muka di tengah krisis global butuh kesiapan
Seorang anak berinisial YBS yang baru menginjak 10 tahun di Nusa Tenggara Timur (NTT) memilih mengakhiri hidupnya karena tidak mampu membeli buku dan pena untuk perlengkapan sekolah.
KPAI mendorong penerapan tiga pilar utama dalam pemulihan trauma anak di wilayah terdampak bencana. Pilar pertama adalah trauma healing berbasis resiliensi ekologis (eco-healing).
KONTEN bertajuk 'Sewa Pacar 1 Jam' buatan konten kreator berinisial SL, warga Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, berbuntut panjang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved