Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menekankan pentingnya keselamatan dan kenyamanan anak selama perjalanan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Hal ini disampaikan seiring tingginya mobilitas masyarakat pada periode akhir tahun yang diperkirakan mencapai 119,50 juta orang atau sekitar 42 persen dari total penduduk Indonesia, berdasarkan data Kementerian Perhubungan tahun 2025.
Wakil Ketua KPAI Jasra Putra menyampaikan bahwa tingginya angka pergerakan masyarakat harus diimbangi dengan sistem transportasi dan pelayanan publik yang benar-benar ramah anak.
"Momentum Nataru selalu diikuti lonjakan mobilitas masyarakat. Negara, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan harus memastikan keselamatan dan kenyamanan anak menjadi prioritas utama dalam setiap perjalanan," kata Jasra Putra, Minggu (28/12).
Berdasarkan hasil survei Kementerian Perhubungan, moda transportasi yang paling banyak digunakan masyarakat selama Nataru adalah mobil pribadi dengan persentase 42,78 persen atau sekitar 51,12 juta orang. Selanjutnya sepeda motor sebesar 18,41 persen atau 22 juta orang, bus 8,17 persen atau 9,76 juta orang, mobil sewa 7,43 persen atau 8,87 juta orang, serta mobil travel 6,39 persen atau 7,64 juta orang.
Moda transportasi lainnya meliputi pesawat udara sebesar 3,57 persen atau 4,27 juta orang, kereta api jarak jauh 3,29 persen atau 3,94 juta orang, kapal penyeberangan 3,14 persen atau 3,75 juta orang, kapal laut 2,20 persen atau 2,62 juta orang, serta commuter line sebesar 1,93 persen atau 2,30 juta orang.
Di sisi lain, KPAI juga menyoroti tingginya risiko kecelakaan lalu lintas selama periode libur panjang. Data Korlantas Polri mencatat bahwa kecelakaan lalu lintas menjadi penyebab kematian tertinggi ketiga di Indonesia pada 2024. Setiap jam, diperkirakan 3-4 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas.
Sepanjang 2024 tercatat sekitar 1.150.000 peristiwa kecelakaan yang menewaskan 27.000 jiwa. Selain itu, sekitar 3.000 korban mengalami disabilitas atau hambatan dalam usia produktif, sementara tenaga medis hanya mampu menyelamatkan sekitar 5.000 jiwa dalam setahun. Kondisi tersebut berdampak besar pada keluarga dan meningkatkan kerentanan anak terhadap kemiskinan serta kekerasan.
"Ketika korban kecelakaan adalah orang tua atau tulang punggung keluarga, anak-anak menjadi kelompok yang paling terdampak. Inilah yang harus dicegah bersama," tegasnya.
Lebih lanjut, berdasarkan pengawasan KPAI pada pelaksanaan mudik dan Nataru tahun-tahun sebelumnya, masih ditemukan berbagai pelanggaran hak anak. Di antaranya anak tidak terdaftar dalam manifes penumpang, anak terpisah dari orang tua akibat kepadatan penumpang, serta penggunaan sepeda motor untuk perjalanan jarak jauh yang berisiko tinggi bagi anak.
Anak-anak juga rentan mengalami kekerasan seksual dan pelanggaran hak lainnya selama perjalanan massal. Pada 2024, KPAI mencatat 2.057 kasus pelanggaran hak anak, dengan klaster tertinggi terjadi di lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, disusul klaster perlindungan khusus anak seperti kekerasan fisik, psikis, dan seksual.
Dalam pengawasan awal Nataru 2025, KPAI menemukan sejumlah catatan penting, antara lain dampak efisiensi anggaran terhadap keterbatasan sumber daya manusia dan fasilitas pojok ramah anak di terminal, stasiun, dan posko Nataru. Selain itu, masih terdapat terminal dan stasiun yang belum memiliki ruang laktasi, fasilitas kesehatan, serta pojok ramah anak yang mudah dijangkau.
KPAI juga mencatat minimnya papan informasi atau imbauan Nataru ramah anak serta masih adanya terminal yang belum bebas dari paparan asap rokok.
Oleh karenanya, untuk mewujudkan Nataru yang aman dan ramah anak, KPAI menyampaikan sembilan rekomendasi kepada Kementerian Perhubungan, Kepolisian, pemerintah daerah, instansi terkait, masyarakat, dan keluarga. Rekomendasi tersebut meliputi penyediaan transportasi yang layak dan aman bagi anak, optimalisasi SDM dan SOP pelayanan, peningkatan fasilitas ramah anak di tempat transit, serta pengawasan ketat terhadap kapasitas penumpang.
Selain itu, KPAI mendorong penyebaran informasi pencegahan kekerasan seksual, peningkatan perlindungan anak melalui edukasi petugas dan pemasangan CCTV, penyediaan pos pengaduan terintegrasi dengan layanan UPTD PPA daerah, serta sosialisasi peringatan cuaca ekstrem dari BMKG dan aparat terkait.
KPAI juga mengimbau orang tua agar mempersiapkan kebutuhan anak selama perjalanan dan tetap mengedepankan kepentingan terbaik serta keselamatan anak, termasuk saat mengunjungi pusat-pusat wisata.
Sebagai bentuk komitmen perlindungan anak, KPAI mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan pengaduan melalui Hotline SAPA 129, WhatsApp SAPA 08111-129-129, serta WhatsApp Pengaduan KPAI 0811-1002-7727 apabila menemukan dugaan pelanggaran hak anak selama periode Nataru.
"Perjalanan yang aman dan nyaman bagi anak adalah tanggung jawab bersama. Nataru harus menjadi momen bahagia, bukan meninggalkan luka dan risiko bagi anak-anak kita," pungkasnya. (H-2)
Menurut Farhan jika dibandingkan dengan periode Januari hingga November 2025, jumlah wisatawan pada Desember mengalami kenaikan sekitar 25 persen.
Survei Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan, Jateng dan DIY menjadi salah satu daerah tujuan utama masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru/Nataru 2025-2026.
KUNJUNGAN wisatawan ke Kota Cirebon pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) mengalami penurunan.
Angka ini berasal dari total volume penumpang WNA baik yang berangkat maupun datang di seluruh stasiun wilayah Daop 6.
Keputusan untuk melanjutkan operasional KA tambahan pada masa angkutan Nataru dilakukan berdasarkan hasil evaluasi terhadap tren pergerakan penumpang
MENUTUP libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 bandara Adisutjipto Yogyakarta resmi mengakhiri Posko Pelayanan Angkutan Udara pada hari Senin (5/1).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved