Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah pemerintah berencana menghapus tenaga honorer yang ada di kementerian/lembaga (K/L), Ketua Umum PB Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rosyidi mengatakan bahwa Indonesia masih kekurangan banyak guru.
"Sebanyak 123 ribu (guru honorer) yang tercatat, itu K/L yang tersisa, tetapi memang kita membutuhkan lebih dari satu juta karena memang honorer sekian lama yang tidak terekrut. Nah faktanya, kita memang kekurangan guru," kata Unifah dalam keterangannya Minggu (30/1).
Dia menjelaskan nantinya bakal ada terobosan yang mampu menyelesaikan persoalan guru honorer tersebut. Apalagi kebutuhan guru tidak bisa ditunda untuk masa depan bangsa.
"Dikatakan memang kebutuhan guru 1 juta lebih yang mendaftar 500 ribu, saya kebetulan sudah banyak berkomunikasi dengan berbagai pihak, dengan kepala daerah, Komisi X DPR, mengapa ini terjadi? karena mereka katanya DAU tidak ditingkatkan, jadi kesulitan untuk membayar ternyata tidak ada alokasi khusus dalam hal pengajian," sebutnya.
Baca juga: Mencari Kesejahteraan untuk Guru Honorer
Kebutuhan guru 1 juta di tahun 2023 nantinya, kata Unifah, seharusnya diutamakan mereka yang telah cukup lama masa pengabdian dan tidak juga berdasarkan usia guru tersebut.
"Karena ada juga usia 35 tahun, baru ngajar 2 tahun karena pindah dari tempat lain. Maka (pengabdian) menjadi prioritas dan PGRI sudah melakukan berbagai komunikasi kita sama-sama mencari jalan keluar," ujarnya.
Dia berharap persoalan guru honorer ini segera diselesaikan dan direkrut guru dengan kualitas dan pengabdiannya.
"Terutama menghargai mereka yang pengadian lama, dan di daerah 3T. Mohon DAU ditambah, supaya nggak ada alasan untuk tidak didaftarkan. Semua informasinya yang sesuai kebutuhan, kemudian juga memperhatikan kondisi honorer, pola negeri yang telah mengabdi lama," ujarnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian memberikan apresiasi terhadap serapan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru tahun 2021. Setidaknya ada tiga isu besar dalam PPPK.
Di antaranya adalah guru yang lolos passing grade namun tidak dapat formasi, kedua guru yang mungkin lolos passing grade, tapi kalah dari beberapa guru swasta dari sisi ranking, dan ketiga adalah isu yayasan yang kehilangan guru.
“Terdapat 293.848 guru honorer yang lulus formasi pada ujian pertama dan kedua di tahun 2021. Mereka akan segera diangkat menjadi guru PPPK. Walau masih belum mencapai target sejuta formasi, capaian ini merupakan kemajuan yang luar biasa,” kata Hetifah di Senayan, Jakarta, Rabu (19/1).
Di sisi lain, politisi Partai Golkar itu menyoroti pentingnya partisipasi pemerintah daerah dalam menyukseskan PPPK Guru. “Usulan formasi PPPK dari daerah hanya 44 persen (506.247) dari total kebutuhan 1.1 juta PPPK Guru.
Bahkan terdapat 117.939 formasi yang tidak dilamar sama sekali. Hal ini sangat disayangkan,” tambah legislator daerah peemilihan (dapil) Kalimantan Timur tersebut.
Menurut Hetifah, pemda tidak perlu khawatir terkait pendanaan PPPK sebab sudah dijamin dalam APBN. “Kebutuhan gaji pokok PPPK guru tahun 2021 dan 2022 telah ditetapkan alokasinya dalam Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2022.
Gaji ini termasuk tunjangan hari raya dan gaji ke 14. Hal ini sudah dijamin dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2021 tentang APBN 2022. Pemda tidak perlu khawatir lagi,” ujar Hetifah.
Hetifah juga mengingatkan niat utama PPPK menunjukkan keberpihakan pada semua guru honorer, baik negeri maupun swasta. Kebijakan ini jangan diterjemahkan sebagai tidak berpihak bagi guru tertentu, penyelenggara, atau yayasan.
"Kemendikbudristek perlu menyiapkan antisipasi dan mitigasi kebijakan bagi pihak yang kemungkinan akan dirugikan. Semoga ke depannya, ada perbaikan dan kemitraan kita dengan semua pihak dapat kita jaga dengan maksimal,” tandasnya.
Mendikbudristek Nadiem Makarim memaparkan bahwa proses rekrutmen guru PPPK sangat dipengaruhi oleh Undang-Undang ASN.
“Pertama, UU ASN mengunci bahwa baik dari pihak swasta maupun negeri harus diberi kesempatan untuk masuk dalam seleksi guru. Kedua, pegawai ASN harus bekerja di dalam organisasi pemerintahan. Ini adalah dua hal yang memang dikunci oleh UU ASN,” pungkas Nadiem. (Fer/OL-09)
Pemkot Tangerang Selatan merampungkan pembangunan ulang SDN Babakan 01 Setu. Sekolah kini memiliki 24 ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, dan lapangan baru tanpa sistem masuk siang.
Nickel Industries Limited bersama Universitas Hasanuddin menyelenggarakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) bagi mahasiswa penerima beasiswa Nickel Industries asal Morowali.
PERUBAHAN sosial dan teknologi yang melaju cepat telah mengubah wajah pendidikan.
Penguatan proses pembelajaran menjadi inti dari rangkaian Program CSR Bigger Dream Fase 3 yang digagas MMSGI bersama Yayasan Life After Mine Foundation (LINE).
Penguatan proses pembelajaran teknik yang relevan dengan kebutuhan industri menjadi fokus utama ABB Motion melalui inisiatif ABB Motion Goes to Campus.
Selain berorientasi pada murid, guru sebagai jantung perubahan di ekosistem pendidikan perlu mendapatkan perhatian serius.
Pimpinan Komisi X DPR RI dari Fraksi PKB, Lalu Hadrian Irfani, kembali mengangkat isu rendahnya tingkat kesejahteraan guru, terutama guru honorer.
Status kepegawaian yang diperoleh pegawai SPPG sejatinya merupakan titik ideal bagi para pekerja di Indonesia dan seharusnya menjadi contoh dalam sistem ketenagakerjaan
Pelantikan pengangkatan guru dan tenaga pendidikan tersebut akan dilaksanakan secara serempak pada Jumat (12/12).
Hetifah menekankan jika status honorer akan dihapus, tidak boleh dimaknai sebagai penghapusan hak.
Selain penambahan insentif, pemerintah juga menyiapkan program pengembangan kompetensi yang lebih terstruktur untuk para guru.
Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin, menilai kesejahteraan guru, khususnya guru honorer, masih perlu menjadi perhatian serius karena mereka berada di garda terdepan dalam proses pendidikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved