Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
PRAKTISI Keperawatan Perinatologi RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Novardian mengatakan orangtua berperan besar untuk memantau anak-anak bermain di luar, agar terhindar dari risiko terjatuh hingga akhirnya terluka.
"Di usia anak-anak yang aktif, yang harus dilakukan adalah memperhatikan anak kita ketika bermain. Kalau memang anak itu sudah jatuh dan (kulitnya) lecet, kembali lagi kita harus melihat lukanya seperti apa untuk kemudian diberikan perawatan selanjutnya," kata Novardian dalam jumpa pers daring, Kamis (25/11).
Lebih lanjut, ia mengatakan setelah orangtua mengetahui jenis luka apa yang diderita anak, "Kalau menurut saya, luka lecet biasa proses penyembuhannya lebih cepat, sehingga pertolongan pertama bisa tidak sampai terinfeksi."
Baca juga: Di Era Digital, Kemampuan Empati dan Sosialisasi Anak Harus Diasah
"Sementara untuk (luka) yang terbuka, sebaiknya tidak ditutup dengan kasa, namun bisa menggunakan skin barrier protection. Namun, kalau mau pakai penutup luka, sebelum gunakan plester perekat, gunakan (skin) barrier," imbuhnya.
Untuk tipe lukanya sendiri, Novardian membaginya dalam beberapa kategori seperti lecet dan kronik atau akut.
Bagi kulit yang lecet, atau luka pascapenyembuhan seperti luka operasi yang sudah mulai penyembuhan dan penutupan, perawatannya bisa menggunakan barrier pelindung.
Sementara, bagi luka yang sekiranya membahayakan, Nova menyarankan orangtua untuk segera pergi ke tenaga ahli atau dokter.
Namun, untuk luka-luka ringan di rumah, orangtua bisa melakukan penanganan sendiri.
"Bersihkan saja lukanya dengan air steril atau air yang telah dimasak (bukan air panas). Lalu, bersihkan pakai barier pelindung kering untuk menutup lukanya, sehingga ketika dia tergesek-gesek lagi, akan melindungi dari kuman yang masuk," kata dia.
Menambahkan, Clinical Specialist PT 3M Indonesia Wike Silaban mengatakan
penting bagi orangtua untuk memperhatikan bahan pakaian yang dikenakan si kecil, apakah menyerap keringat, atau sebaliknya.
Orangtua juga perlu mengetahui jenis kulit anak apakah normal, kering, atau sensitif.
"Kulit adalah area yang paling luas di tubuh kita, kulit juga 60% dari luas permukaan tubuh kita. Kulit yang terluka bisa berdampak dari panas, jenis pakaian, dan lainnya," kata Wike.
"Kalau (luka) kulit terbuka bisa menjadi pintu masuk kuman. Kulit berfungsi untuk melindungi kita dari mikroorganisme yang bisa masuk ke lapisan dalam sehingga bisa menimbulkan infeksi," pungkasnya. (Ant/OL-1)
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Insiden itu terjadi di Bnei Brak, tepat di sebelah timur Tel Aviv, dan kota Rosh HaAyin, lebih jauh ke timur.
Cedera tersebut didapatkan Frenkie De Jong saat menjalani sesi latihan rutin Barcelona, Kamis (26/2) pagi waktu setempat.
Jalen Johnson, yang musim ini mencatatkan penampilan terbaik dalam kariernya dan sukses terpilih sebagai All-Star untuk pertama kalinya, hanya sempat bermain selama lima setengah menit.
Alexander Isak tercatat telah melewatkan 13 pertandingan bersama Liverpool sejauh ini.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis mendalam, Oleksandr Zinchenko diharuskan naik meja operasi guna menangani kerusakan pada lututnya.
Cedera tersebut didapat Manuel Neuer saat membantu Bayern Muenchen memetik kemenangan meyakinkan 3-0 atas Werder Bremen dalam lanjutan Bundesliga, Sabtu (14/2).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved