Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
GALAU karena paha dan betis terlihat besar? Jangan risau karena memiliki bentuk tubuh yang ideal adalah impian banyak orang terutama perempuan yang sangat memperhatikan penampilan. Tidak sedikit kaum perempuan yang mengeluh paha dan betis terlihat besar. Berikut ini adalah jenis gerakan olahraga yang dapat membantu Anda mengecilkan paha dan betis:
Baca juga: Rahasia Sukses Akad Terbitkan Buku yang Laris
1. Fire Hydrant
Fire hydrant berfungsi mengencangkan otot perut, pinggul, bokong, dan tubuh bagian bawah. Selain bisa mengecilkan paha dan betis, gerakan fire hydrant juga mampu untuk membantu mengecilkan perut loh. Caranya dengan ambil posisi merangkak dan pastikan lutut dan tangan terbuka selebar pinggul dan bahu.
Sambil menjaga pinggul tetap di atas, luruskan satu kaki ke belakang hingga sejajar bagian tubuh lainnya. Lakukan repetisi beberapa kali.lakukan 2-3 set agar mendapatkan hasil yang maksimal.
2. Lunges
Medcom/Dok. Klaudia Mere--Lunges
Gerakan ini mungkin sudah banyak yang mengetahuinya. Lunges dilakukan dengan melangkahkan satu kaki ke depan lalu tekut lutut depan serendah mungkin hingga lutut lain menyentuh lantai, ulurkan tangan ke depan.
Tahan gerakan tersebut selama beberapa saat lalu kembali berdiri dan ganti kaki. Lakukan repetisi selama beberapa kali.
3. Squat
Paxel--Squat
Squat dapat membakar lemak paha hingga betis sekaligus melatih otot. Cara melakukannya dengan renggangkan kaki selebar bahu, turunkan posisi padan sampai kaki terteruk lakukan gerakan dengan naik turun, jangan lupa untuk mengatur nafas dengan baik. hasil maksimal, Anda bisa lakukan squat dengan memegang dumble.
4. Kardio
Jenis olahraga ini efektif untuk mengecilkan tubuh dan membakar kalori. Olahraga kardio banyak jenisnya seperti:
Memaksakan diri kembali ke porsi normal atau lebih tinggi secara mendadak meningkatkan risiko mulai dari cedera sampai terkena sindrom overtraining
Lansia yang aktif secara fisik cenderung memiliki kondisi tubuh yang lebih bugar dibandingkan mereka yang kurang bergerak.
Orang dewasa yang aktif antara pukul 07.00–08.00 pagi mencatatkan kemungkinan terendah terkena penyakit arteri koroner.
Peneliti Duke University mengungkap fakta mengejutkan, pembakaran kalori saat olahraga tidak otomatis menambah total pembakaran harian karena tubuh melakukan kompensasi.
Di dalam tubuh manusia, terdapat hormon tertentu yang bertugas mengatur nafsu makan, rasa kenyang, hingga rasa lapar.
Kurang berolahraga dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. Aktivitas fisik penting untuk menjaga fungsi organ, kebugaran, dan keseimbangan metabolisme.
Pemerintah ajak masyarakat hemat energi demi stabilitas nasional. Simak 7 tips praktis dari IEA mulai dari transportasi hingga penggunaan AC dan lampu LED.
Faktor muatan berlebih, suhu mesin tinggi, kemacetan stop and go, hingga kondisi jalan yang rusak berpotensi memicu keausan komponen yang tidak langsung terasa.
Chef Gun menilai pola memasak masyarakat Indonesia masih cenderung tidak efisien, terutama kebiasaan menyalakan kompor sebelum semua bahan siap.
Fenomena post holiday blues atau penurunan suasana hati merupakan hal yang wajar.
Masakan bersantan masih layak dikonsumsi hingga hari ketiga Lebaran, asalkan teknik penyimpanan dan pemanasannya dilakukan dengan benar.
Di tengah suasana Lebaran, penderita penyakit autoimun perlu memerhatikan kondisi kesehatannya agar terhindar dari kekambuhan atau flare up.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved