Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMILIK kendaraan diingatkan untuk tidak langsung menggunakan mobil atau sepeda motor secara normal setelah menempuh perjalanan mudik jarak jauh. Pemeriksaan awal sangat krusial guna memastikan keamanan sebelum kendaraan kembali digunakan untuk aktivitas harian.
Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menjelaskan bahwa perjalanan di atas 500 kilometer memberikan beban kerja ekstra pada kendaraan.
Faktor muatan berlebih, suhu mesin tinggi, kemacetan stop and go, hingga kondisi jalan yang rusak berpotensi memicu keausan komponen yang tidak langsung terasa.
“Boleh langsung dipakai, asalkan kendaraan tidak menunjukkan gejala aneh dan dilakukan pengecekan cepat terlebih dahulu,” ujar Yannes, dikutip Rabu (1/4).
Sebelum kembali bekerja, pemilik kendaraan disarankan meluangkan waktu sekitar 10 menit untuk melakukan pemeriksaan mandiri yang meliputi:
“Jika semuanya normal, kendaraan bisa digunakan terlebih dahulu untuk perjalanan pendek selama satu hingga dua hari sambil memantau suara dan getaran. Jika muncul gejala yang tidak biasa, sebaiknya jangan dipaksakan,” tambahnya.
Bagi pemudik motor, Yannes menekankan pengecekan pada sistem penggerak. Untuk motor bebek atau sport, periksalah rantai dan sprocket, sementara untuk motor matik, perhatikan kondisi komponen CVT.
Indikasi motor harus segera dibawa ke bengkel meliputi:
Servis besar menjadi wajib jika kendaraan mengalami penggunaan ekstrem, seperti melintasi jalan rusak dengan beban berat dalam waktu lama.
Tanda-tandanya pada mobil meliputi setir bergetar, bunyi di bagian kolong (kaki-kaki), hingga transmisi yang terasa menghentak. Sedangkan pada motor, waspadai keausan ban yang tidak merata atau kebocoran pada shockbreaker.
Khusus untuk kendaraan berusia di atas lima tahun atau yang belum sempat diservis sebelum mudik, Yannes menyarankan untuk segera melakukan perawatan menyeluruh.
“Servis besar pascamudik biasanya lebih aman dan ekonomis dibanding menunggu kerusakan yang lebih parah,” pungkas Yannes. (Ant/Z-1)
Setelah perjalanan mudik jarak jauh di atas 500 km, terutama jika kendaraan kita yang umumnya sempat membawa beban berlebih, pemeriksaan dasar menjadi sangat penting.
Bagi pemilik mobil hybrid seperti HEV dan PHEV, pemeriksaan dasar pada ban, rem, dan kaki-kaki tetap menjadi kewajiban. Namun, sistem kelistrikan dan baterai memerlukan atensi tambahan.
Dalam satu hari tersebut, jumlah transaksi pengisian daya mencapai 18.088 kali dengan total konsumsi energi sebesar 427.980 kWh.
Fokus utama petugas saat ini adalah memastikan kelancaran kendaraan yang masuk ke arah Jakarta setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi pada arus mudik.
Berdasarkan data Posko Angkutan Lebaran periode 22 Maret hingga 25 Maret 2026 pukul 14.00 WIB (H hingga H+3), jumlah penumpang yang kembali ke Jawa baru mencapai 36,4% dari total pemudik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved