Headline

“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.

Jangan Langsung Tancap Gas, Ini Tips Perawatan Kendaraan Pascamudik

Basuki Eka Purnama
01/4/2026 07:33
Jangan Langsung Tancap Gas, Ini Tips Perawatan Kendaraan Pascamudik
Ilustrasi(Freepik)

PEMILIK kendaraan diingatkan untuk tidak langsung menggunakan mobil atau sepeda motor secara normal setelah menempuh perjalanan mudik jarak jauh. Pemeriksaan awal sangat krusial guna memastikan keamanan sebelum kendaraan kembali digunakan untuk aktivitas harian.

Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menjelaskan bahwa perjalanan di atas 500 kilometer memberikan beban kerja ekstra pada kendaraan. 

Faktor muatan berlebih, suhu mesin tinggi, kemacetan stop and go, hingga kondisi jalan yang rusak berpotensi memicu keausan komponen yang tidak langsung terasa.

“Boleh langsung dipakai, asalkan kendaraan tidak menunjukkan gejala aneh dan dilakukan pengecekan cepat terlebih dahulu,” ujar Yannes, dikutip Rabu (1/4).

Ritual Cek 10 Menit

Sebelum kembali bekerja, pemilik kendaraan disarankan meluangkan waktu sekitar 10 menit untuk melakukan pemeriksaan mandiri yang meliputi:

  • Kebocoran Cairan: Memastikan tidak ada tetesan oli atau cairan lain di area parkir.
  • Kondisi Ban: Mengecek tekanan ban saat dingin serta memeriksa adanya paku, benjolan, atau retakan.
  • Sistem Rem: Menguji rem secara perlahan untuk memastikan tidak terasa "ngempos" atau bergetar.
  • Fungsi Pendukung: Memastikan lampu-lampu dan wiper berfungsi normal.

“Jika semuanya normal, kendaraan bisa digunakan terlebih dahulu untuk perjalanan pendek selama satu hingga dua hari sambil memantau suara dan getaran. Jika muncul gejala yang tidak biasa, sebaiknya jangan dipaksakan,” tambahnya.

Perhatian Khusus untuk Sepeda Motor

Bagi pemudik motor, Yannes menekankan pengecekan pada sistem penggerak. Untuk motor bebek atau sport, periksalah rantai dan sprocket, sementara untuk motor matik, perhatikan kondisi komponen CVT.

Indikasi motor harus segera dibawa ke bengkel meliputi:

  • Rem berbunyi gesek tajam atau terasa blong.
  • Setang tidak stabil atau muncul getaran berlebih pada kecepatan menengah.
  • Mesin cepat panas atau mengeluarkan suara kasar.
  • Oli berkurang drastis atau gejala CVT selip.

Kapan Harus Servis Besar?

Servis besar menjadi wajib jika kendaraan mengalami penggunaan ekstrem, seperti melintasi jalan rusak dengan beban berat dalam waktu lama. 

Tanda-tandanya pada mobil meliputi setir bergetar, bunyi di bagian kolong (kaki-kaki), hingga transmisi yang terasa menghentak. Sedangkan pada motor, waspadai keausan ban yang tidak merata atau kebocoran pada shockbreaker.

Khusus untuk kendaraan berusia di atas lima tahun atau yang belum sempat diservis sebelum mudik, Yannes menyarankan untuk segera melakukan perawatan menyeluruh.

“Servis besar pascamudik biasanya lebih aman dan ekonomis dibanding menunggu kerusakan yang lebih parah,” pungkas Yannes. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya