Rabu 22 September 2021, 10:46 WIB

PT PG Harus Bayar Ganti Rugi Akibat Karhutla Rp238,6 Miliar

Atalya Puspa | Humaniora
PT PG Harus Bayar Ganti Rugi Akibat Karhutla Rp238,6 Miliar

MI/Barry F
Ilustrasi putusan majelis hakim

 

MAJELIS Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, menolak gugatan perlawanan (verzet) PT Pranaindah Gemilang (PT PG). Majelis Hakim memutuskan PT PG bersalah mengakibatkan kebakaran lahan (karhutla) di lokasi konsesinya seluas 600 ha, di Desa Harapan Baru, Kecamatan Pesaguan, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimatan Barat. PT PG harus membayar ganti rugi materiil dan biaya pemulihan lingkungan hidup sebesar Rp238,6 miliar.

“Melawan pelaku kejahatan lingkungan hidup dan kehutananan, kami tidak akan berhenti. Kami akan gunakan semua instrumen hukum, sanksi dan denda administratif, mencabut izin, ganti rugi, maupun pidana penjara, agar pelaku kejahatan seperti ini jera, kata Rasio Ridho Sani, Dirjen Gakkum KLHK Rasio Ridho Sani dalam keterangan resmi, Rabu (22/9).

Rasio Ridho Sani mengapresiasi putusan Majelis Hakim, juga para ahli, jaksa pengacara negara, kuasa hukum KLHK, yang telah membantu menangani kasus-kasus yang dihadapi KLHK.

“KLHK saat ini telah mempersiapkan proses pelaksanaan eksekusi tas perusahaan-perushaan pembakar hutan dan lahan. Ada 20 perusahaan terkait kebakaran hutan dan lahan yang digugat KLHK. Dan 10 perkara sudah berkekuatan hukum tetap. Jumlah perkara karhutla yang akan digugat akan bertambah terus,” kata Jasmin Ragil Utomo, Direktur Penyelesaian Sengketa Lingkungan Hidup, Ditjen Gakkum KLHK, mengungkapkan.

KLHK menggugat PT PG atas kebakaran yang terjadi di dalam konsesi PT PG seluas 600 ha di Desa Harapan Baru, Kecamatan Pesaguan, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat, 23 September 2019. PT PG telah dipanggil secara patut namun tidak hadir dalam proses persidangan. Tanggal 28 Juli 2020, PN Jakarta menjatuhkan putusan verstek. Tidak terima dengan itu, PT PG mengajukan gugatan perlawanan (verzet)”.

Rasio Ridho Sani mengatakan bahwa KLHK tidak akan berhenti mengejar pelaku karhutla. Walaupun karhutla sudah berlangsung lama, akan tetap ditindak. Kita dapat melacak jejak-jejak dan bukti karhutla sebelumnya dengan dukungan ahli dan teknologi.

Karhutla merupakan kejahatan yang serius karena berdampak langsung kepada kesehatan masyarakat, ekonomi, kerusakan ekosistem serta berdampak pada wilayah yang luas dalam waktu yang lama. Tidak ada pilihan lain agar jera pelaku harus ditindak sekeras-keras kerasnya. (OL-13)

Baca Juga: Jumlah Hotspot Kalbar Meningkat, KLHK Lakukan Teknologi ...

Baca Juga

Antara/Andreas Fitri Atmoko

Keris Dinilai Layak Jadi Warisan Agung Budaya Dunia

👤Mediaindonesia.coom 🕔Jumat 20 Mei 2022, 21:43 WIB
"Untuk itu kita akan menggiatkan kembali pameran, bursa keris, penerbitan buku, serta melakukan edukasi baik di dalam dan luar...
Dok. Kemenkominfo

Menkominfo Lantik 7 Anggota Komisi Informasi Pusat 2022-2026

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 20 Mei 2022, 21:33 WIB
Dalam kesempatan itu, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Gerard Plate mengambil sumpah tujuh Komisioner Komisi Informasi (KI) Pusat...
MI/Ramdani

Resep dan Cara Membuat Kue Rangi

👤Miskah Syifa Putri 🕔Jumat 20 Mei 2022, 21:31 WIB
Kue rangi dijajakan secara tradisional oleh pedagangan dengan berkeliling sambil mendorong...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya