Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama dengan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi), BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika), TNI-AU dan Pemda tengah melangsungkan operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) di wilayah Kalimantan Barat.
"Saat ini operasi TMC sedang berlangsung di Kalimantan Barat sejak 17 September 2021," kata Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK Basar Manullang saat dihubungi, Senin (20/9).
Adapun, ia menyebut bahwa operasi TMC itu akan berlangsung dalam 15 hari ke depan, bergantung pada eskalasi cuaca di wilayah penyemaian.
Sebagai informasi, berdasarkan data yang dihimpun dari laman sipongi.menlhk.go.id, jumlah titik panas di Kalimantan barat berjumlah sebanyak 152 titik. Angka tersebut naik derastis dari pekan lalu yang hanya sebanyak 15 titik.
Sebelum melakukan operasi TMC di Kalimantan Barat, operasi TMC juga telah dilakukan di Riau. Adapun Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca BPPT Jon Arifian mengungkapkan, operasi TMC yang dilakukan selama periode 16-29 Agustus 2021 tersebut mampu menigkatkan curah hujan.
"Volume curah hujan di sekitar area penerbangan penyemaian awan secara akumulasi mencapai 80 juta m3 dalam periode tersebut," ungkap Jon.
Ia menyatakan, bahan semai yang digunakan ialah sebanyak 9,6 ton NaCl powder dan dilakukan sebanyak 12 sorti penyemaian. (Ata/OL-09)
Dari sebanyak 8 lokasi Karhutla di Riau, wilayah Kabupaten Pelalawan merupakan daerah yang cukup luas terdampak.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Riau resmi menetapkan status siaga darurat Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) per Jumat (13/2) yang berlaku hingga 30 November 2026 mendatang.
KEBAKARAN hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Provinsi Riau terus meluas dan bahkan telah menembus hingga 745,5 hektare (ha).
JUMLAH titik panas atau hotspot sebagai indikator karhutla di Riau terus melonjak. Berdasarkan pantauan terakhir satelit ditemukan sebaran titik panas yakni 336 di sumatra
Awal 2026 yang seharusnya berada dalam periode musim hujan justru ditandai dengan lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terutama di ekosistem gambut.
Hingga kini proses pemadaman karhutla terus dilakukan secara intensif.
Menurut Menteri Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisol Nuroqif, di tengah ancaman kepunahan berbagai satwa endemik, penyelamatan keanekaragaman hayati adalah prioritas
Volume besar itu tentunya memperparah tekanan terhadap lahan seluas 142 hektar yang sudah menampung sampah Ibu Kota selama lebih dari tiga dekade.
Dunia saat ini tengah menghadapi tiga ancaman serius yang disebut “Triple Planetary Crisis” oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pemerintah tekankan komitmen industri jalankan EPR demi kelola sampah plastik. Target 100% pengelolaan tercapai pada 2029 lewat kolaborasi multi-pihak.
KLHK melalui Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) menyegel empat perusahaan yang diduga terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
‘’Kolaborasi, termasuk dengan kerja sama dengan pihak swasta menjadi kunci untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif, bernilai ekonomis dan ramah lingkungan,”
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved