Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBAGAI bentuk nyata pengabdian untuk Indonesia, Garda Pemuda Nasdem (GP NasDem) akan meluncurkan program PSP Bervaksin. Tujuannya guna membantu pemerintah dalam percepatan herd immunity di Tanah Air.
Berlokasi di Akademi Bela Negara NasDem, Pancoran, Jakarta Selatan, sentra vaksinasi ini dijadwalkan akan beroperasi pada 6 September hingga 1 Oktober.
Melansir data Satgas Covid-19 (2/9), angka vaksinasi di Indonesia telah mencapai 64.742.601 untuk vaksinasi pertama dan 36.859.401 untuk vaksinasi kedua. Dengan target vaksinasi nasional sebanyak 208.265.720, tentunya masih dibutuhkan upaya dari berbagai pihak agar angka tersebut tercapai.
Sebagai pusat aktivitas masyarakat Indonesia secara umum, kawasan Jabodetabek pun dapat dijadikan sebagai kawasan contoh pelaksanaan program vaksinasi, yang bertujuan memberikan perlindungan ekstra sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih aman dan nyaman di masa new normal.
"Kami berharap bahwa program PSP Bervaksin ini dapat meningkatkan awareness masyarakat akan pentingnya vaksinasi dalam melawan Covid-19. Kegiatan ini nantinya akan melayani beragam kategori masyarakat, termasuk ibu menyusui hingga remaja usia 12 tahun ke atas," ucap Ketua DPP Bidang Politik dan Otonomi Daerah GP NasDem Ratih Megasari Singkarru, dalam keterangannya, Jumat (3/9).
Baca juga: Pasien Terus Menurun, Keterisian RS Wisma Atlet Tinggal 12,59%
Selaku penanggung jawab program tersebut, Raih mengatakan proses pembelajaran tatap muka telah dimulai secara terbatas di beberapa titik. Oleh karena itu, vaksinasi merupakan salah satu kunci utama agar generasi penerus bangsa dapat belajar dengan lebih aman dan nyaman.
Menurut politisi yang juga Anggota Komisi X DPR RI Fraksi NasDem ini, program PSP Bervaksin ini dikemas dengan beragam kegiatan menarik. Dengan begitu diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat serta memberikan pengalaman menarik kepada seluruh peserta vaksinasi.
Vaksinasi akan dilakukan menggunakan vaksin bermerek Pfizer, yang diklaim mampu memberikan perlindungan hingga 95%, bahkan 100% pada remaja usia 12 tahun ke atas. Tak hanya itu, sentra vaksinasi ini juga akan melayani vaksinasi dosis kedua khusus Sinovac guna membantu sentra vaksinasi lainnya yang hanya melaksanakan penyuntikan vaksin dosis pertama.
Masyarakat yang ingin berpartisipasi pada kegiatan ini dapat mendaftarkan dirinya melalui aplikasi JAKI dengan memilih lokasi ABN Pancoran sebagai tempat penyuntikan vaksin.
"Untuk vaksinasi kedua khusus Sinovac dapat mendaftarkan diri melalui link http://bit.ly/PSPBervaksinABN. Para peserta nantinya diharapkan dapat menunjukkan dokumen e-KTP pada hari H pelaksanaan, sehingga proses pelayanan vaksinasi dapat berjalan dengan lancar," paparnya.
Warga KTP luar Jakarta juga diminta untuk membawa surat keterangan domisili. Masyarakat pun dapat mengunjungi akun @gpnasdem melalui Instagram guna mendapatkan informasi lebih lanjut dan terkini mengenai program PSP Bervaksin. (OL-4)
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
Kasus campak di Indonesia meningkat. IDAI mengingatkan vaksin pertama ideal pada usia 9 bulan dan cakupan imunisasi harus di atas 95% untuk mencegah wabah.
Indonesia tempati peringkat 2 dunia kasus campak tertinggi. IDAI desak imunisasi kejar dan peringatkan risiko kematian anak akibat cakupan vaksin rendah.
LONJAKAN kasus campak yang terjadi belakangan ini dinilai menjadi indikator menurunnya kekebalan kelompok atau herd immunity di masyarakat
IKATAN Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyoroti meningkatnya kembali kasus campak di sejumlah wilayah Indonesia yang dikaitkan dengan melemahnya herd immunity atau kekebalan kelompok.
HANYA 23 orang yang disuntik vaksin covid-19 dosis keempat atau booster kedua hari ini, Kamis, 16 Maret 2023. Data tersebut dikumpulkan dari Sabang sampai Merauke.
Untuk masyarakat yang telah menjalani vaksinasi kedua juga mengalami kenaikan 10.064 orang, menjadi 174.449.231 orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved