Jumat 30 Juli 2021, 12:02 WIB

Pengasuhan dan Nutrisi Penting Bagi Anak di Masa Pandemi

Mohamad Farhan Zhuhri | Humaniora
Pengasuhan dan Nutrisi Penting Bagi Anak di Masa Pandemi

ANTARA/ AMPELSA
Petugas memberikan vaksin polio saat berlangsung imunisasi di Posyandu Kuta Alam, Banda Aceh, Aceh, Selasa (2/2/2021)

 

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) Republik Indonesia mengimbau kepada masyarakat khususnya orangtua agar mampu memberikan pengasuhan terbaik di masa pandemi covid-19, termasuk memenuhi kebutuhan nutrisi, suplemen, dan mendorong vaksinasi pada anak usia 12 tahun ke atas.

“Selama pandemi, anak tidak hanya merasakan dampak terkait kesehatannya saja, namun juga pengasuhannya. Transformasi dan perubahan pola asuh tidaklah mudah bagi anak itu sendiri, maupun orangtua. Namun bagaimanapun juga, orangtua harus tetap mampu mengasuh, mendidik, melindungi, dan menumbuhkembangkan bakat dan karakter anak, serta mencegah perkawinan usia anak,” jelas Asisten Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak atas Pengasuhan dan Lingkungan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Rohika Kurniadi Sari pada keterangan Pers, (30/7).

Baca juga: Buatnya Dadakan, Guru Besar UI Yakin Statuta UI Sulit Dilaksanakan

Rohika berharap pemerintah, lembaga masyarakat, dunia usaha, dan media terus bergandeng tangan dan berkontribusi membantu keluarga dan masyarakat dalam memberikan pengetahuan jika ada anak yang mengalami keterpisahan pengasuhan pada anak akibat terdampak di masa pandemi ini.

Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) sebagai garda terdepan keluarga diharapkan dapat meningkatkan peran dan kapasitasnya dalam masa pandemi ini mendorong para orangtua agar mampu menjadi pengasuh terbaik bagi anak.

Berdasarkan data WHO kematian anak akibat Covid-19 di Indonesia tertinggi se-Asia Pasifik. Per 1 Juli 2021 proporsi kasus yang meninggal usia 0-18 tahun adalah 1,2 persen.

Dokter Spesialis Anak sekaligus Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jakarta, dr. Rini Sekartini mengimbau agar orangtua memenuhi kebutuhan suplemen vitamin anak-anak untuk memperkuat ketahanan tubuh mereka, serta melakukan vaksinasi Covid-19 pada anak usia 12 tahun ke atas.

“Ingat, anak dapat dapat tertular dan menularkan Covid-19 dari dan ke orang sekitarnya. Selain memberikan nutrisi lengkap dan seimbang, di masa pandemi orangtua juga diharapkan memenuhi suplemen bagi anak-anaknya. Suplemen tersebut diantaranya vitamin C, vitamin D, vitamin E, dan zink. Untuk memutus rantai penularan Covid-19, selain dengan upaya protokol kesehatan, IDAI juga mendukung dan merekomendasikan dilakukannya vaksinasi Covid-19 pada anak usia 12 tahun ke atas,” imbau dr. Rini.

Dr. Rini menambahkan percepatan vaksinasi Covid-19 pada anak dianjurkan menggunakan vaksin Sinovac, karena hasilnya aman. Namun, vaksin tidak diberikan bila anak mengalami demam 37,5 derajat atau lebih, sembuh dari Covid-19 kurang dari 3 (tiga) bulan, pasca imunisasi lain kurang dari 1 (satu) bulan, hamil, hipertensi atau diabetes melitus tak terkendali, dan harus dilakukan konsultasi pada dokter bagi anak-anak yang menderita kanker.

Sementara itu, Head of Community Orami, Bunga Mega mengatakan selama pandemi orangtua juga harus semakin proaktif mengajak anak-anak agar lebih sadar untuk menjaga kesehatan dirinya. Orangtua juga harus semakin kompak untuk menciptakan suasana yang hangat di rumah agar anak-anak tidak merasa bosan.

Untuk membangun suasana hangat dan kekompakan dalam keluarga, perlu dibangun komunikasi positif dengan seluruh anggota keluarga, termasuk anak-anak. Koordinator PUSPAGA Provinsi Jawa Tengah, Arida Nuralita yang hadir pada webinar tersebut memberikan tips membangun komunikasi positif dengan anak.

Baca juga: KAI Sudah Vaksinasi Covid 20.334 Penumpang di Stasiun

“Dalam membangun komunikasi positif dengan anggota keluarga, termasuk anak, pertama kita dapat meluangkan waktu untuk mendengarkan hal yang dialami atau keluh kesah anak-anak kita. Ingat, mendengarkan bukan untuk menghakimi, namun untuk memahami. Setelah merangkum dan memahami apa yang dirasakan oleh anak-anak kita, kita dapat mengekspresikan perasaan atau pendapat kita secara proaktif. Ingatkanlah anak-anak kita bahwa kita semua bersama-sama dalam keluarga,” terang Arida.

Arida menambahkan resiliensi keluarga juga merupakan hal penting yang harus dimiliki keluarga selama pandemi Covid-19. Resiliensi keluarga merupakan kapasitas keluarga bertahan dalam menghadapi tantangan dan mengatasi kesulitan secara efektif, serta beradaptasi dan bangkit kembali dari tekanan hidup. Resiliensi harus dimiliki oleh masing-masing anggota keluarga terlebih dahulu, sehingga hal tersebut akan memengaruhi anggota keluarga lainnya, bahkan komunitas.

Ada 6 (enam) faktor yang mendukung resiliensi keluarga, diantaranya apresiasi dan kasih sayang satu sama lain, komitmen keluarga, komunikasi positif, waktu bersama yang menyenangkan, kesejahteraan spiritual, dan kemampuan untuk mengelola stres.

“Mari sekali lagi, para orangtua jadilah Role Model yang baik bagi anak, dan kita pastikan anak tetap gembira, peduli, dan berprestasi. Hal ini sesuai dengan tema Hari Anak Nasional 2021, yakni "Anak Terlindungi, Indonesia Maju” dengan tagline #AnakPedulidiMasaPandemi,” pungkas Rohika. (H-3)

Baca Juga

MI/ANDRI WIDIYANTO.

Lima Langkah Preventif Sebelum Izinkan Anak Jalani PTM

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 29 September 2021, 00:05 WIB
Dokter Spesialis Anak dr. Natasya Ayu Andamari, SpA memberikan sejumlah kiat tindakan pencegahan yang bisa dilakukan orang tua sebelum...
Antara/Galih Pradipta

Dampak Pandemi, Nadiem: Satu Generasi Kehilangan Hampir Setahun Pembelajaran 

👤Faustinus Nua 🕔Selasa 28 September 2021, 23:55 WIB
"Anak-anak kemungkinan besar kehilangan antara 0,8-1,2 tahun pembelajaran. Jadi seolah-olah satu generasi kehilangan hampir setahun...
Dok. Pribadi

Tampil di Zakat Innovation Week, Rumah Kutub Paparkan soal Sedekah Minyak Jelantah 

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 28 September 2021, 23:37 WIB
ERSENYUM adalah singkatan dari Terima Sedekah Minyak Jelantah untuk...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kawin Kontrak Rendahkan Perempuan

 Kawin kontrak masih ditemukan di Kabupaten Cianjur. Usia pernikahan hanya dua bulan dengan uang mahar Rp15 juta

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya