Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
Kepala Rumah Sakit RS Polri Kramat Jati Brigjen Asep Hendra mengatakan pihaknya tetap melayani masyarakat dengan semaksimal mungkin meski berada di tengah situasi dan kondisi yang penuh keterbatasan.
Kondisi ruang perawatan dan unit perawatan intensif atau ICU yang mulai sesak, ditambah obat-obatan dan alat kesehatan yang tersisa, pihaknya tetap memberikan perawatan optimal kepada masyarakat terpapar covid-19.
"Banyak masyarakat yang kena covid-19 susah cari rumah sakit rujukan, kami terima semua. Dengan semua keterbatasan, kami tetap memberikan obat-obatan agar semua bisa sembuh," kata Asep, kepada Media Indonesia, Minggu(11/7).
Baca juga: Presiden Ajak Masyarakat Berdoa Pandemi Segera Berakhir
Asep mengatakan hingga saat ini tercatat hampir 500 pasien covid-19 yang dirawat di RS Polri. Ia mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan menambah 25 ruang perawatan transisi sebagai antisipasi terbatasnya ruangan Instalasi Gawat Darurat. Ia mengatakan nantinya ruang perawatan transisi untuk melayani pasien covid-19 yang perlu mendapatkan penanganan pertama.
"Mulai besok kita operasikan ruang perawatan transisi untuk pasien yang butuh perawatan, monitoring. Kita berikan agar perawatan lebih nyaman," ujarnya.
Selain itu, Asep menyatakan pihaknya saat ini juga memiliki keterbatasan tenaga kesehatan. Ia mengatakan sejauh ini sudah banyak yang bertumbangan karena terpapar covid-19. Bertugas di zona risiko tinggi membuat tenaga kesehatan rentan terpapar covid-19. Selain itu, klaster keluarga juga menjadi penyebab tenaga kesehatan terpapar covid-19. Imbasnya, kata ia, pelayanan kesehatan menjadi terganggu.
"Kalau dulu 100%, sekarang kita bisa bilang tinggal 75% sampai 85% yang bertugas. Yang terpapar covid-19 tetap kita berikan perawatan yang terbaik dan alhamdulilah kita juga mendapatkan bantuan dari Polri dan pihak ketiga," kata Asep.
Baca juga: Vaksinasi Harian Tak Konsisten, Pakar: Pemerintah Belum Siap PTM
Lebih lanjut, Asep meminta dukungan kepada masyarakat dan pemerintah untuk bersama-sama bergandengan tangan, saling mendukung, dan saling percaya agar pandemi covid-19 ini segera berakhir. Ia meminta masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan mengurangi mobilitas pada saat PPKM darurat ini. Selain itu, ia juga meminta masyarakat untuk melakukan vaksinasi yang disediakan oleh pemerintah. Ia mengatakan vaksinasi telah terbukti menurunkan risiko kematian karena covid-19.
"Terus terang ada datanya, hampir atau sebagian besar yang meninggal, karena covid-19 itu belum divaksin. Yang divaksin itu meninggal memang ada komorbid atau penyakit penyerta yang parah. Artinya, divaksin itu ternyata mengurangi risko kematian," kata Asep.
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
Pasien tuberkulosis disarankan segera berkonsultasi dengan dokter jika merasakan gejala ringan agar dapat diberikan penanganan yang tepat.
Sebagai obat pereda nyeri (analgesik), penggunaan tramadol wajib berada di bawah pengawasan tenaga medis.
Pengguna sering kali mengincar efek instan Tramadol berupa tubuh yang terasa lebih segar, peningkatan energi, hingga lonjakan suasana hati (mood) dan rasa percaya diri.
Bagi Anda yang ingin menghindari ketergantungan bahan kimia, berikut adalah panduan cara menurunkan asam urat secara alami.
Satu dari tiga pasien mampu mencapai penurunan berat badan lebih dari 20%, sebuah angka yang selama ini identik dengan hasil terapi suntikan mingguan.
Data kesehatan terbaru menunjukkan 1 dari 4 orang dewasa di Indonesia hidup dengan kondisi obesitas atau kelebihan lemak perut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved