Senin 05 Juli 2021, 20:32 WIB

Jabodetabek Masih Macet, Luhut : Jangan Main-Main soal PPKM Darurat!

Insi Nantika Jelita | Humaniora
Jabodetabek Masih Macet, Luhut : Jangan Main-Main soal PPKM Darurat!

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Koordinator PPKM Darurat

 

MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menuturkan, berdasarkan pantauan langsung pihaknya bahwa kondisi Jakarta dan daerah penyangga lainnya masih macet saat penerapan PPKM darurat.

"Hari ini sejumlah jalan di wilayah Jabodetabek masih dipenuhi mobilitas orang yang bekerja dan menyebabkan kemacetan. Saya ingin tidak boleh ada yang main-main mengenai ini (PPKM darurat)," tegas Luhut dalam konferensi pers virtual, Senin (5/7).

Luhut mengatakan, mobilitas di Jabodetabek didominasi oleh pekerja yang pergi ke kantor atau WFO. Pasalnya, dalam ketentuan PPKM darurat, hanya sektor pokok dan esensial saja yang diizinkan masuk kerja.

Sebagai Koordinator PPKM darurat, Luhut pun memerintahan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah untuk mengeluarkan surat perintah soal pembatasan mobilitas pekerja selama masa pengetatan Ini.

"Saya segera berkoordinasi dengan Menteri Ketenagakerjaan untuk dapat mengeluarkan surat perintah agar perusahaan sektor non esensial wajib memerintahkan seluruh karyawannya untuk bekerja dari rumah," jelas Luhut.

Baca juga: Tidak Hanya PPKM Darurat, Pemerintah Terbitkan PPKM Mikro Ketat

Dari pantauan mobilisasi warga yang dilakukan Kemenko Marves misalnya mencatat, kondisi Wilayah DKI Jakarta dalam indeks mobilitas secara keseluruhan pada Minggu (4/7) mencapai -18,6% yang diperoleh dari Google Mobility sebesar -22,5% dan Facebook Mobility sebesar -15,7%. Hal ini digambarkan dari anggota yang aktif sebanyak 1.406 dari 7.817 orang.

Digambarkan di wilayah Kep. Seribu penurunan mobilitas mencapai -17,3%, Jakarta Barat sebesar -18,3%, Jakarta Pusat sebesar -17,0%, Jakarta Selatan sebesar -23,6%, Jakarta Timur sebesar -17,8%, dan Jakarta Utara sebesar -17,4%.

Angka ini dikatakan belum mencapai target pemerintah untuk dapat menurunkan mobilitas warga yang ditargetkan pada angka -30% hingga -50%.

"Dari hasil Google Maps, kami masih lihat gerakan (masyarakat) itu cukup banyak. Sehingga, kalau ini terus terjadi, saya kira akan mempersulit kita semua dan menyumbang orang kena covid-19," tandas Luhut. (OL-4)

Baca Juga

ANTARA/ AHMAD SUBAIDI

Menko PMK Minta Pemda Optimal Tangani Bayi Berat Lahir Rendah

👤 Atalya Puspa 🕔Minggu 05 Desember 2021, 09:15 WIB
Pemda harus gencar mensosialisasikan usia pernikahan matang, edukasi  gizi sehat kepada calon pengantin, dan mengampanyekan bayi lahir...
freepik

Ini Lima Cara Ajak Anak Sukai Ilmu Pengetahuan

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 05 Desember 2021, 08:45 WIB
Pembelajaran STEM dapat membekali siswa dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk mengatasi tantangan di industri 4.0 yang mendorong lebih...
Medcom

Risiko ODHA Terinfeksi Covid-19 Sama dengan Orang Lain

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 05 Desember 2021, 07:45 WIB
Walau begitu, dapat terjadi peningkatan risiko lebih tinggi atau lebih mudah terinfeksi jika ODHA belum mencapai tahap supresi virus...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya