Jumat 04 Juni 2021, 09:10 WIB

Indonesia Percepat Intervensi Pencegahan Anemia Remaja Putri

Atalya Puspa | Humaniora
Indonesia Percepat Intervensi Pencegahan Anemia Remaja Putri

Nutrition International
Para remaja putri berpose bersama saat sela setelah mengikuti program Mitra Youth.

 

NUTRITION International, bekerjasama dengan pemerintah Indonesia, Australia, dan Kanada, telah menyelesaikan program Pencegahan Anemia pada Remaja Putri yakni Mitra Youth. Program ini dijalankan di sepuluh kabupaten di provinsi Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur. Adapun, Mitra Youth menjangkau lebih dari 400 ribu remaja perempuan setiap tahun melalui pemberian suplemen mingguan tablet tambah darah (TTD), dibarengi dengan pendidikan gizi untuk mencegah anemia.

Program ini dilaksanakan dari 2017 hingga 2020 di 5.859 SMA di dua provinsi tersebut melalui pendekatan lintas sektoral dan kolaboratif demi memperkuat komitmen pemerintah terhadap gizi dan kesehatan remaja. Hari ini, hasil utama program Mitra Youth dibagikan kepada perwakilan pemerintah dan pejabat dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Bappenas, mitra pembangunan, akademisi, dan media.

“Memperbaiki gizi remaja menjadi kunci mengatasi stunting. Kementerian Kesehatan berkomitmen untuk meningkatkan status gizi remaja putri melalui pendidikan gizi seimbang dan pemberian suplemen TTD. Program MITRA Youth mendemonstrasikan pendekatan terintegrasi yang melibatkan kegiatan di sekolah dan di luar sekolah demi memastikan serapan TTD serta meningkatkan pengetahuan remaja tentang gizi yang baik,” kata Dhian Probhoyekti, Direktur Gizi Masyarakat, Kementerian Kesehatan dalam keterangan resmi, Jumat (4/6).

Kementerian Kesehatan mengapresiasi komitmen Nutrition International dalam memperbaiki gizi remaja lewat pendampingan dan penerapan praktik terbaik lewat kearifan lokal demi mendukung upaya percepatan penurunan stunting di Indonesia.
Selain itu, program tersebut juga mendukung peningkatan kapasitas pejabat pemerintah lokal dari dinas kesehatan, pendidikan, dan sektor lainnya, memfasilitasi intervensi perubahan perilaku untuk meningkatkan penyerapan TTD, serta menginisiasi kolaborasi multi-sektor untuk mencegah anemia dan menekan stunting.

Untuk mencegah efek malnutrisi yang tidak dapat disembuhkan, pemilihan waktu sangatlah penting. “Setelah waktu krusial di masa kanak-kanak, masa remaja memberi kesempatan kedua untuk meningkatkan nutrisi, pertumbuhan dan perkembangan. Gizi yang baik pada masa remaja ini dapat mendorong pertumbuhan fisik dan mental yang optimal; memberikan remaja kekuatan dan fokus untuk belajar, bekerja, menangkal penyakit, dan berpartisipasi penuh di masyarakat. Mitra Youth
dapat memberdayakan remaja putri dengan pengetahuan dan suplemen demi meningkatkan gizi mereka. Kami bangga dengan perjalanan program ini dalam meningkatkan gizi remaja dan membantu memperkuat komitmen pemerintah terhadap kesehatan remaja,” kata Dr. Sri Kusyuniati, Country Director Nutrition International.

Hal senada dikemukakan Prudence Borthwick, Health Unit Manager, Australian Embassy, Jakarta bahwa negaranya ikut bangga dalam mendukung upaya pemerintah Indonesia meningkatkan gizi dan mengatasi stunting. Salah satu caranya adalah melalui kemitraan dengan Nutrition International dalam program Mitra Youth. Upaya Indonesia dalam mengatasi malnutrisi menjadi kunci untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan penduduk, serta memanfaatkan keuntungan populasi kaum muda demi mendorong pembangunan ekonomi. "Australia bangga mendukung Mitra Youth dan kami berharap praktik terbaik ini akan terus berlanjut dan menyebar ke provinsi lain di seluruh Indonesia,” katanya.

Program Mitra Youth juga berperan penting dalam menjangkau remaja selama pandemi covid-19. Dengan pendekatan inovatif, mulai dari memastikan ketersediaan pasokan TTD lebih awal, hingga melakukan kunjungan dari rumah ke rumah untuk mendistribusikan TTD, program ini berhasil menjangkau remaja, bahkan saat sekolah ditutup karena pembatasan sosial.
Pencegahan dan pengurangan stunting merupakan prioritas kesehatan masyarakat di Indonesia dan kesehatan remaja menjadi bagian yang sangat penting. Sebanyak 32 persen remaja di Indonesia menderita anemia. Ini artinya satu dari empat remaja putri berusia di atas lima belas tahun menderita anemia.(H-1)

Baca Juga

ANTARA

Banyak Nakes Terpapar Covid-19, Kemnaker dan IDI Gelar Webinar

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Minggu 01 Agustus 2021, 16:30 WIB
Data juga mengungkapkan hingga saat ini, lebih dari 1.400 orang nakes gugur akibat pandemi...
dok.pribadi

Kepala BIN Tinjau Vaksinasi di Pesantren: Ketahanan NKRI Ada di Sini

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 01 Agustus 2021, 15:55 WIB
KEPALA BIN Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan meninjau pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi para santri, di Ponpes Ummul Quro,...
FOTO/Youtube

Posisi Wamendikbudristek Diharapkan Bukan Diisi Politikus

👤Faustinus Nua 🕔Minggu 01 Agustus 2021, 15:44 WIB
Pengamat pendidikan Ina Liem menilai bahwa posisi Wakil Menteri Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi harus diisi oleh sosok inovatif...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pemerintah Afghanistan Hadapi Krisis Eksistensial

 Laporan SIGAR menggarisbawahi kekhawatiran pasukan Afghanistan tidak siap untuk melakukan pertahanan yang berarti

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya