Rabu 05 Mei 2021, 19:52 WIB

Medsos Eksploitasi Anak,SAFEnet: Literasi Digital Harus Menyeluruh

Faustinus Nua | Humaniora
Medsos Eksploitasi Anak,SAFEnet: Literasi Digital Harus Menyeluruh

ANTARA/MUHAMMAD ADIMAJA
Pendiri Aku Badut Indonesia (ABI) Dedy Delon menghibur anak-anak melalui media sosial di Jakarta, Sabtu (4/4/2020).

 

Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet) mendorong pemerintah untuk mempercepat literasi digital dan dilakukan secara menyeluruh bagi semua level usia. Hal itu lantaran adanya penyalahgunaan media sosial seperti eksploitasi anak yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

"Hidup kita akan makin terkelindan dan tidak dipisahkan lagi dengan pemanfaatan teknologi digital, jadi tidak cukup hanya pelarangan ini dan itu. Literasi digital sudah harus menyeluruh ke berbagai level usia," kata Kasubdiv Digital Aat-RIsk SAFEnet, Ellen Kusuma kepada Media Indonesia, Rabu (5/5).

Terkait temuan KPAI yang melaporkan 60% eksploitasi anak lewat mesia sosial, Ellen mengatakan hal itu bukanlah masalah baru. Temuan itu tidak mengagetkan karena sudah bertahun-tahun isu kekerasan seksual pada anak yang difasilitasi teknologi digital mengemuka di publik.

Baca juga: Empat Lembaga Riset Dilebur, Megawati Jadi Dewan Pengarah BRIN

Menurutnya, yang perlu dilakukan adalah sigap menyikapi situasi ini dari berbagai perspektif. Kolaborasi semua pihak harus diperkuat, seperti kementerian/lembaga, platform teknologi digital, akademisi, dan masyarakat sipil, termasuk juga melibatkan anak dalam mengatasi masalah tersebut.

"Solusi tidak bisa hanya cara-cara tradisional yang normatif lagi, harus bisa dengan kreatif melihatnya. Saya rasa, salah satu caranya adalah dengan melibatkan anak dalam diskusi-diskusi, seperti apa saja yang dilakukan mereka saat menggunakan teknologi digital dan hal-hal apa saja yang membuat mereka tidak aman," jelasnya.

Dia menambahkan bahwa SAFEnet juga memberi masukan kepada pemerintah yang saat ini tengah menyiapkan peta jalan literasi digital. Ada 2 hal yang utama yang perlu difasilitasi oleh pemerintah, yakni literasi digital yang merata dan implementasi penegakan hukum.

Literasi digital tidak boleh pandang usia. Baik orang tua dan anak sama-sama membutuhkan bimbinngan. Selain itu juga harus sensitif terhadap isu gender dan kekerasan pada perempuan dan anak. Kemudian implementasi penegakan hukum harus tegas, sigap serta cepat, dan memiliki perspektif yang mendukung korban. "Tentunya dengan didukung perangkat hukum yang memadai, misalnya dengan pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual serta RUU Pelindungan Data Pribadi," tandasnya.(H-3)

Baca Juga

Dok. Indoffod

Ketahanan Pangan Jadi Tema Beasiswa Riset IRN 2021

👤Citra Larasati 🕔Rabu 23 Juni 2021, 02:00 WIB
Program IRN adalah pemberian dana bantuan riset kepada mahasiswa S1)yang tengah melakukan penelitian sebagai syarat untuk...
MI/Syarief Oebaidillah

Program Kampus Merdeka Jadi Penilaian Kegigihan Mahasiswa

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 23 Juni 2021, 01:00 WIB
Berbagai program tersebut, di antaranya magang bersertifikat, pertukaran mahasiswa, Kampus Mengajar, dan magang dengan...
naturalpluspharma.com

Obat Herbal Asal Tiongkok Dinilai belum Beradaptasi

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 22 Juni 2021, 23:41 WIB
Ketimbang menggunakan obat herbal tersebut, lebih baik para peneliti maupun pengembang obat tradisional di Indonesia mencari dan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kereta Api Makassar-Parepare Membangun Ekonomi dan Peradaban

Belanda pernah membuat jalur kereta api Makassar-Takalar, namun sejak Jepang berkuasa jalur itu dibongkar. Dan baru era sekarang, Sulawesi Selatan kembali memiliki jalur  kereta api

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya