Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Selain Kata Gratis Dihapus, Legislator Soroti Banyaknya Plesetan MBG di Medsos

Despian Nurhidayat
02/10/2025 12:29
Selain Kata Gratis Dihapus, Legislator Soroti Banyaknya Plesetan MBG di Medsos
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris( ANTARA FOTO/Reno Esnir/aww/17.)

SELAIN menyarankan kata gratis dalam Makan Bergizi Gratis (MBG) agar dihapuskan, Komisi IX DPR RI juga menyoroti banyaknya plesetan MBG yang tersebar di media sosial. Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris mengaku miris dengan konten-konten negatif terkait MBG yang berseliweran di media sosial tersebut. 

"Saya rasa kita semua punya media sosial ya, kalau kita buka sosial media hari-hari ini ini, banyak itu berseliweran konten-konten termasuk ajakan untuk menolak MBG," ungkapnya dalam Rapat Kerja bersama Badan Gizi Nasional (BGN), Menteri Kesehatan, hingga BPOM kemarin.

Legislator PDIP ini mengatakan konten-konten tersebut justru tidak sesuai dengan harapan terhadap program MBG. Namun, ia mengatakan tanpa konten negatif pun masyarakat takut anak-anaknya mengkonsumsi MBG karena melihat rentetan kasus keracunan yang muncul.

"Ini buat saya sangat-sangat menyedihkan, kita kan mau program ini berhasil. Tapi, kalau ini dibiarkan maka tanpa ada kampanye negatif pun masyarakat bisa saja sudah takut untuk mengizinkan anaknya mengkonsumsi MBG," ucapnya. 

Charles lantas membeberkan konten-konten di media sosial yang menyindir MBG. Bahkan, menurutnya,Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana pun dipopulerkan sebagai ahli serangga.

"Konten-kontennya banyak, lucu-lucu MBG itu sekarang dipelesetin bukan Makan Bergizi Gratis tapi 'Makan Beracun Gratis', 'Makan Belatung Gratis', makanan berbahaya dan lain-lainlah," kata Charles.

"Pak Dadan ini lumayan populer loh Pak sekarang di media sosial, fotonya banyak beredar gitu kan," lanjutnya.

Charles mengaku miris dengan anggapan itu. Ia meminta pemerintah mengembalikan kepercayaan publik terhadap MBG.

"Saya sedih melihat ini. Jadi harus ada hal besar yang diubah, harus ada langkah-langkah besar yang dilakukan untuk bisa mengembalikan kepercayaan publik terhadap program MBG ini," imbuhnya. (H-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik