Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkapkan penanganan terhadap korban keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) ditanggung oleh pemerintah. Itu berarti biaya perawatan dan penanganan para korban akan dibayarkan oleh pengambil keputusan.
"(Penanganannya) ditanggung pemerintah," kata dia saat dihubungi, Selasa (30/9).
Adapun merujuk data Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), jumlah korban keracunan dalam program MBG tercatat sebanyak 8.649 orang hingga 27 September 2025. Sementara data dari BGN mencatat sebanyak 5.914 orang keracunan dalam program tersebut per 25 September 2025.
Permasalahan dalam program MBG juga telah sampai ke telinga Presiden Prabowo Subianto. Kepala Negara menginstruksikan agar dilalukan perbaikan segera dan meminta dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bermasalah untuk ditutup sementara.
Prabowo juga mendorong agar ada peningkatan mutu dalam pengolahan makanan di SPPG. Dalam instruksinya, dia meminta agar SPPG memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) guna kualitas makanan yang diolah berkualitas baik dan sesuai standar.
Dadan menuturkan, pemerintah bakal mempercepat proses pemilikan SLHS baik seluruh dapur atau SPPG yang menjadi mitra dalam program MBG. "SLHS (diupayakan) secepatnya," tandasnya.
Adapun BGN juga telah membuka layanan pengaduan masyarakat sejak Kamis (25/9). Terdapat dua nomor yang dapat dihubungi, yakni Operator 1 di 088293800268 dan Operator 2 di 088293800376. Laporan yang masuk bakal diverifikasi dan ditindaklanjuti dengan mekanisme yang ada. (H-2)
KEPALA Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkapkan, peraturan presiden (perpres) mengenai tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Perpres MBG telah selesai
Berbagai kasus keracunan MBG menuai sorotan publik. Dadan mengatakan terhadap kondisi itu, dia hadir di rapat Komisi IX DPR untuk mendengar masukan tata kelola MBG.
Selain itu, air untuk mencuci diminta diberikan saringan. Hal itu disampaikan Dadan karena menyoroti SPPG tidak memiliki sanitasi yang baik.
KEPALA Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengataka keracunan akibat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipicu oleh pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) SPPG
Pengamat mengkritik Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, program ini berpotensi gagal total karena pelaksanaannya amburadul dan meminta kepala BGN mundur
Kepala BGN Dadan Hindayana melaporkan program MBG menjangkau 55,1 juta siswa dengan klaim sukses 99,99%. Namun, Komisi IX DPR menyoroti temuan serius terkait menu berpengawet dan susu impor.
Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat dampak ekonomi program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama satu tahun, mulai dari pelibatan 46 ribu UMKM hingga penyerapan 780 ribu tenaga kerja.
Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) 2026 bergulir serentak pada 8 Januari tanpa penundaan, didukung 19 ribu satuan pelayanan.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tetap berlanjut selama masa libur sekolah Desember 2025 hingga awal Januari 2026.
Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menanggapi viralnya video Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana yang beredar di media sosial.
Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperkuat sistem pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) agar semakin aman dan higienis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved