Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengataka keracunan akibat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipicu oleh pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) yang dilakukan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Dari berbagai kejadian, kita bisa lihat rata-rata kasus terjadi karena SOP yang kita tetapkan tidak dipatuhi dengan seksama," kata Dadan dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi IX DPR RI, Rabu (1/10).
ia mencontohkan, salah satu aturan SOP menyebutkan bahwa pembelian bahan baku harus dilakukan maksimal dua hari sebelum proses produksi. Namun, masih ada penyedia yang melakukan pembelian pada empat hari sebelumnya.
Selain itu, proses memasak hingga pengantaran makanan seharusnya tidak lebih dari enam jam, dengan waktu optimal empat jam.
"Ada yang mulai memasak sejak pukul 09.00, tetapi baru dikirim pukul 12.00, bahkan ada yang sampai lebih dari 12 jam," jelasnya.
Atas pelanggaran tersebut, BGN memberikan sanksi berupa penutupan sementara bagi SPPG yang terbukti lalai. Penutupan ini berlaku tanpa batas waktu, hingga penyedia mampu melakukan perbaikan dan menunggu hasil investigasi.
"Kita tutup sementara sampai semua proses perbaikan dilakukan. Mereka juga harus memitigasi trauma pada penerima manfaat. Jadi sifat penutupan ini tergantung kecepatan SPPG menyesuaikan diri," ujarnya.
Selain masalah kepatuhan SOP, investigasi juga menemukan bahwa sejumlah SPPG belum memiliki fasilitas sanitasi yang memadai. Presiden pun memerintahkan agar seluruh SPPG dilengkapi dengan peralatan sterilisasi alat makan.
"Di Bandung misalnya, dapurnya sudah bagus, tetapi untuk mencuci alat makan belum menggunakan air panas. Padahal ada beberapa SPPG lain yang sudah memiliki alat realisasi dengan pemanas gas hingga 120 derajat, sehingga proses sterilisasi bisa lebih terjamin," ucapnya.
Untuk memastikan kualitas, pihaknya pun saat ini tengah menyiapkan dua jenis sertifikasi, yaitu Sertifikat Laik Higienis dan Sanitasi (SLHS) serta Sertifikasi Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP).
"Kami sudah membuat peraturan untuk persiapan sertifikasi. Selain itu, kami juga akan menerapkan sertifikasi keamanan pangan berbasis HACCP," tuturnya. (H-4)
Hingga pertengahan Oktober 2025, pemerintah telah membangun 11.900 dapur MBG yang melayani 35,4 juta anak dan ibu hamil, atau sekitar 35% dari target nasional.
Pengamat mengkritik Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, program ini berpotensi gagal total karena pelaksanaannya amburadul dan meminta kepala BGN mundur
KEPALA Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menuturkan, kerja sama pada pemilik dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) memang terbuka untuk semua pihak.
Kepala BGN menekankan, tambahan anggaran ini menegaskan prioritas pemerintah dalam memperkuat intervensi pemenuhan gizi nasional.
Total SPPG yang sudah terdaftar di portal mitra.bgn.go.id mencapai 29.501 unit. Seluruh bangunan didanai secara swadaya oleh masyarakat, dengan biaya pembangunan rata-rata Rp1,5-2 miliar
Dalam dekade terakhir, hipnoterapi klinis semakin banyak digunakan untuk penanganan trauma pada anak, termasuk trauma medis. Karena itu disebut bisa digunakan untuk pulihkan trauma pada anak
Kasus keracunan MBG (Makan Bergizi Gratis) tidak hanya melukai tubuh. Bagi anak, pengalaman ini mengguncang rasa aman yang menjadi fondasi utama perkembangan psikologis.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bandung Jawa Barat (Jabar) dipastikan akan tetap berjalan. Program MBG saat ini tengah disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di Bandung.
SURAT pernyataan salah satu sekolah negeri di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) viral.
SEBANYAK 20 siswa SDN Meruya Selatan 01 Kembangan, Jakarta Barat, dilaporkan mengalami keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). Kejadian dugaan keracunan MBG tersebut terjadi pada Rabu (29/10).
SEBANYAK 20 siswa SDN Meruya 01 Kembangan, Jakarta Barat, menghentikan sementara penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) usai sebanyak 20 siswanya diduga keracunan MBG.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved