Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
SURAT pernyataan salah satu sekolah negeri di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) viral. Dalam surat tersebut, pihak sekolah meminta persetujuan orang tua untuk menerima atau menolak program MBG bagi siswa. Isi surat tersebut dinilai menimbulkan kontroversi dan keresahan di kalangan wali murid.
Di surat itu terdapat beberapa poin yang dianggap memberatkan dan tidak pantas. Salah satunya adalah pernyataan bahwa orangtua tidak akan menuntut pihak sekolah apabila terjadi keracunan MBG. Selain itu, juga dicantumkan kewajiban bagi orangtua untuk membayar ganti rugi sebesar Rp80.000 apabila wadah makanan (ompreng) yang digunakan siswa hilang atau rusak.
Menanggapi hal tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, menyebutkan, surat pernyataan tersebut sudah ditarik oleh pihak sekolah. Pihaknya meminta sekolah untuk menarik kembali surat tersebut.
"Saat ini sekolah yang bersangkutan telah melakukan penarikan. Surat tersebut dibuat oleh pihak sekolah, bukan dari Disdikbud Rejang Lebong," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Rejang Lebong, Zakaria Efendi, di Rejang Lebong, Jumat, (31/10).
Zakaria mengatakan, Disdikbud Rejang Lebong tidak pernah mengeluarkan kebijakan yang membebankan orang tua, apalagi sampai mencantumkan ketentuan ganti rugi yang tidak diperbolehkan.
"Surat itu bukan dari kami, melainkan inisiatif pihak sekolah yang mencari contoh di internet kemudian menyesuaikannya dengan kebutuhan sekolahnya," katanya.
(H-3)
Pernyataan Dadan itu menjawab adanya narasi yang menyebut anggaran besar MBG berasal dari pos pendidikan, pos kesehatan dan pos bantuan pemerintag di lembaga kementrian lain.
Tindakan itu dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai langkah evaluasi menyusul ditemukannya kasus-kasus menonjol.
Badan Gizi Nasional (BGN) meluruskan informasi yang beredar terkait besaran alokasi anggaran dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak memangkas anggaran pendidikan sebagaimana narasi yang beredar di publik.
PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) tak hanya berdampak pada asupan gizi siswa, tetapi juga menggerakkan ekonomi warga di sekitar lokasi pelaksanaan.
Hasil penelitian Research Institute of Socio-Economic Development (RISED) menunjukkan, mayoritas orang tua merasakan adanya perbaikan pola konsumsi anak setelah adanya program MBG.
PRESIDEN Prabowo Subianto mengungkapkan data statistik terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan hingga saat ini.
WAKIL Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen merespons isu dugaan keracunan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di Kabupaten Kudus.
Dalam dekade terakhir, hipnoterapi klinis semakin banyak digunakan untuk penanganan trauma pada anak, termasuk trauma medis. Karena itu disebut bisa digunakan untuk pulihkan trauma pada anak
Kasus keracunan MBG (Makan Bergizi Gratis) tidak hanya melukai tubuh. Bagi anak, pengalaman ini mengguncang rasa aman yang menjadi fondasi utama perkembangan psikologis.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bandung Jawa Barat (Jabar) dipastikan akan tetap berjalan. Program MBG saat ini tengah disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di Bandung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved