Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERHATI pendidikan dan isu kesehatan mental di sekolah sekaligus asesor kompetensi hipnoterapi BNSP RI, I Dewa Gede Sayang Adi Yadnya, mengatakan bahwa kasus keracunan MBG (Makan Bergizi Gratis) tidak hanya melukai tubuh. Bagi anak, pengalaman ini mengguncang rasa aman yang menjadi fondasi utama perkembangan psikologis.
“Tubuh mereka mungkin pulih dalam beberapa hari, tetapi ketakutan, kecemasan, dan memori menegangkan dapat menetap jauh lebih lama. Ironisnya, penderitaan batin ini berjalan dalam diam, tidak diperiksa, tidak dirawat, dan sering kali tidak dipahami,” ungkapnya, Minggu (16/11).
Dalam konteks perlindungan anak, seluruh pihak dikatakan harus berani memperluas perspektif yaitu kesehatan mental yang merupakan bagian dari keselamatan anak. Menurutnya, memulihkan luka psikologis anak korban keracunan MBG sama pentingnya dengan mengobati luka fisiknya.
“Dalam psikologi klinis, pengalaman keracunan tergolong pemantik trauma (traumatic stressor). Anak mengalami gejala ekstrem seperti muntah hebat, nyeri perut, pusing, hingga sesak yang membuat mereka percaya hidup mereka terancam. Di saat bersamaan, kepanikan orang dewasa dan suasana gawat darurat rumah sakit memperkuat rasa takut,” tegas I Dewa Gede.
“Tidak sedikit anak mengalami reaksi stress akut (acute stress reaction), yaitu kondisi sulit tidur, mimpi buruk, menangis tanpa sebab, atau ketakutan kembali makan makanan tertentu. Namun karena anak tidak memiliki kemampuan verbal emosional yang matang, mereka jarang bisa menjelaskan perasaan takut itu dengan jelas. Mereka hanya merasa tidak aman,” sambungnya.
Dari sudut psikologi perkembangan, peristiwa keracunan dapat mengganggu rasa percaya dasar (basic sense of trust) pada anak. Mereka menjadi waspada berlebih terhadap makanan, takut makan di luar rumah, atau mencurigai semua minuman sebagai potensi racun. Bila dibiarkan, kecemasan ini dapat berkembang menjadi kecemasan terkait makanan (food-related anxiety) yang menghambat tumbuh kembang.
Di tingkat kognitif, pengalaman itu dapat membentuk pola keyakinan yang merugikan (maladaptive schema) seperti “makan itu berbahaya” atau “aku bisa mati kalau salah makan”. Keyakinan negatif ini bukan hanya menakutkan, tetapi juga memengaruhi perilaku sehari-hari.
Semua ini menunjukkan bahwa memulihkan kesehatan mental bukan pekerjaan spontan. Ia membutuhkan pendekatan ilmiah dan dukungan sistemik.
Pemulihan dimulai dari rumah. Anak membutuhkan validasi emosional berupa pengakuan bahwa ketakutannya masuk akal dan dapat dibicarakan. Kalimat sederhana seperti, “Kamu boleh takut, Ibu di sini menemani,” dapat menurunkan intensitas kecemasan.
Pendekatan menghadapi ketakutan secara bertahap (gradual exposure) juga penting. Anak diperkenalkan kembali pada makanan dalam suasana aman dan ceria, bukan penuh tekanan. Pengalaman positif berulang membangun kembali rasa percaya diri mereka untuk makan.
Selain itu, terapi naratif berbasis cerita (storytelling therapy) yakni membiarkan anak menceritakan ulang kejadian sesuai versinya, membantu menata kembali memori traumatis. Dengan bimbingan orang tua atau guru, anak belajar memahami bahwa peristiwa itu telah berlalu.
Namun, dalam beberapa kasus, trauma sudah terlanjur melekat kuat. Anak mengalami ketakutan menetap, gangguan tidur, atau menghindari makan dalam waktu lama. Pada tahap inilah intervensi profesional dibutuhkan. (H-3)
Dalam dekade terakhir, hipnoterapi klinis semakin banyak digunakan untuk penanganan trauma pada anak, termasuk trauma medis. Karena itu disebut bisa digunakan untuk pulihkan trauma pada anak
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bandung Jawa Barat (Jabar) dipastikan akan tetap berjalan. Program MBG saat ini tengah disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di Bandung.
SURAT pernyataan salah satu sekolah negeri di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) viral.
SEBANYAK 20 siswa SDN Meruya Selatan 01 Kembangan, Jakarta Barat, dilaporkan mengalami keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). Kejadian dugaan keracunan MBG tersebut terjadi pada Rabu (29/10).
SEBANYAK 20 siswa SDN Meruya 01 Kembangan, Jakarta Barat, menghentikan sementara penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) usai sebanyak 20 siswanya diduga keracunan MBG.
Fadly mengatakan, pada rapat koordinasi itu BGN mengundang pemerintah daerah hingga tingkat kecamatan untuk mempersiapkan pendataan calon penerima manfaat MBG
MBG menjadi salah satu strategi efektif dalam menekan kemiskinan secara tidak langsung.
Dalam waktu singkat, Indonesia berhasil membangun sistem Makan Bergizi Gratis (MBG) berskala masif hingga menarik perhatian Jepang untuk belajar langsung ke lapangan.
Menyikapi beredarnya informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa makanan dari SPPG Karyasari Sukaresmi didistribusikan menggunakan kantong plastik, pihak SPPG buka suara.
Relawan dapur Makan Bergizi Gratis di Semarang mengaku terbantu secara ekonomi. Warga berharap program MBG terus berlanjut.
Pemerintah menargetkan perluasan signifikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sasaran penerima manfaat mencapai sekitar 80 juta orang pada pertengahan 2026
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved