Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Program MBG Strategi Pemerintah Perbaiki Gizi dan Putus Rantai Kemiskinan

Ficky Ramadhan
25/11/2025 17:57
Program MBG Strategi Pemerintah Perbaiki Gizi dan Putus Rantai Kemiskinan
Ilustrasi(ANTARA)

PRESIDEN Prabowo Subianto mengatakan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan langkah strategis pemerintah untuk memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan siap menghadapi masa depan.

Selain itu, program ini menurut Presiden, bukan sekadar upaya mengatasi persoalan gizi, tetapi investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). 

"Makan Bergizi Gratis pada dasarnya adalah penyediaan makanan bergizi tanpa biaya. Program ini lahir dari pengalaman saya selama bertahun-tahun berkampanye," katanya, dikutip Selasa (25/11).

Prabowo mengungkapkan bahwa gagasan MBG berawal dari keprihatinannya melihat langsung kondisi anak-anak yang mengalami kekurangan gizi dan stunting di berbagai daerah. Dalam berbagai kunjungannya, ia menyaksikan anak-anak dengan ukuran tubuh yang lebih kecil dari usia seharusnya akibat keterbatasan asupan makanan.

"Anak laki-laki kecil yang saya kira berumur empat tahun ternyata berumur sepuluh tahun. Anak perempuan yang saya kira berusia lima tahun, ternyata sudah sebelas tahun. Saat itulah saya melihat langsung, dengan mata kepala sendiri, stunting, kekurangan gizi, dan kemiskinan," ujarnya.

Kata Kepala Negara, program serupa telah terbukti berhasil di India dan Brasil. Karena itu, ia meyakini Indonesia juga mampu menerapkannya dengan baik sebagai bentuk keberpihakan terhadap anak-anak.

Hingga pertengahan Oktober 2025, pemerintah telah membangun 11.900 dapur MBG yang melayani 35,4 juta anak dan ibu hamil, atau sekitar 35% dari target nasional. Presiden mengakui adanya tantangan lapangan, termasuk insiden keamanan pangan. Namun ia menegaskan, pengawasan akan terus diperkuat.

"Beberapa kasus keracunan memang terjadi, namun angkanya hanya sekitar 0,0007 persen. Kami tidak mencari alasan, kami bertekad memperbaikinya," ucap Prabowo.

Program MBG juga memberi dampak terhadap perekonomian dengan menyerap hasil panen petani, nelayan, dan usaha kecil sehingga roda ekonomi berputar hingga ke desa.

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana menjelaskan, terdapat dua titik kritis pertumbuhan anak, yaitu 1.000 hari pertama kehidupan dan usia 8–17 tahun. Pada fase ini, pemenuhan gizi seimbang menjadi faktor penentu bagi tumbuh kembang fisik dan kualitas kognitif anak.

MBG, kata Dadan, merupakan intervensi penting bagi 70% penduduk yang tidak mampu mengakses makanan bergizi akibat keterbatasan daya beli. Menurutnya, persoalan gizi tidak dapat dipisahkan dari rendahnya rata-rata lama sekolah, skor PISA Indonesia yang menurun, serta tingginya angka stunting. MBG menjadi salah satu strategi konkret mempersiapkan Indonesia Emas 2045.

Ia memaparkan bahwa struktur keluarga Indonesia memiliki tantangan tersendiri dalam pemenuhan gizi. Dari keluarga kelas atas, rata-rata jumlah anggota keluarganya sekitar 2,84 orang, sedangkan rumah tangga miskin beranggotakan 4,78 orang. 

Dengan pertumbuhan penduduk rata-rata 3 juta jiwa per tahun, tanpa intervensi, kemiskinan dapat menurun menjadi kemiskinan terstruktur lintas generasi.

"Kalau kita tidak intervensi dari sekarang, kita bukan mendapatkan bonus demografi, tapi mungkin disaster demografi," ujar Dadan.

Manfaat MBG Jangka Panjang dan Pendek

Pemberian makan bergizi gratis bukan sekadar upaya mengurangi kelaparan, tetapi juga menjadi salah satu strategi memutus rantai kemiskinan melalui perbaikan gizi anak-anak, terutama dari keluarga miskin dan rentan.

Dengan asupan nutrisi yang cukup, anak-anak dapat tumbuh lebih sehat dan cerdas. Dengan demikian, peluang keluar dari lingkaran kemiskinan pun terbuka lebar. Dampak ini baru akan terlihat dalam jangka panjang. 

Riset menunjukkan, pemberian makanan bergizi gratis harian sering kali menjadi satu-satunya sumber nutrisi yang bisa dikonsumsi anak-anak dari keluarga berpendapatan rendah. Oleh karena itu, konsistensi pelaksanaan program menentukan capaian di masa mendatang. 

Program MBG juga berperan sebagai sarana edukasi untuk membentuk kebiasaan anak mengonsumsi makanan bergizi sejak dini, sehingga hasilnya akan membentuk generasi sehat.

"Sedangkan dalam jangka pendek, bisa terlihat pemberian MBG salah satunya mempengaruhi kenaikan angka kehadiran siswa di sekolah," tutur Dadan.

Hal senada juga disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago. Menurutnya, Program MBG merupakan respons langsung terhadap tantangan malnutrisi di Indonesia, baik kekurangan gizi, kelebihan gizi, maupun kekurangan zat gizi mikro.

Di sisi lain, program ini turut memperkuat ketahanan ekonomi. Selain mengurangi beban pengeluaran rumah tangga miskin, MBG juga mendorong terciptanya jutaan lapangan kerja baru, serta menstabilkan harga pangan melalui mekanisme pembelian langsung dari produsen rakyat.

"Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam memastikan tidak ada anak Indonesia yang tertinggal karena kelaparan atau gizi buruk," kata Menko Polkam.  (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik