Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Prabowo Subianto mengatakan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan langkah strategis pemerintah untuk memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan siap menghadapi masa depan.
Selain itu, program ini menurut Presiden, bukan sekadar upaya mengatasi persoalan gizi, tetapi investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
"Makan Bergizi Gratis pada dasarnya adalah penyediaan makanan bergizi tanpa biaya. Program ini lahir dari pengalaman saya selama bertahun-tahun berkampanye," katanya, dikutip Selasa (25/11).
Prabowo mengungkapkan bahwa gagasan MBG berawal dari keprihatinannya melihat langsung kondisi anak-anak yang mengalami kekurangan gizi dan stunting di berbagai daerah. Dalam berbagai kunjungannya, ia menyaksikan anak-anak dengan ukuran tubuh yang lebih kecil dari usia seharusnya akibat keterbatasan asupan makanan.
"Anak laki-laki kecil yang saya kira berumur empat tahun ternyata berumur sepuluh tahun. Anak perempuan yang saya kira berusia lima tahun, ternyata sudah sebelas tahun. Saat itulah saya melihat langsung, dengan mata kepala sendiri, stunting, kekurangan gizi, dan kemiskinan," ujarnya.
Kata Kepala Negara, program serupa telah terbukti berhasil di India dan Brasil. Karena itu, ia meyakini Indonesia juga mampu menerapkannya dengan baik sebagai bentuk keberpihakan terhadap anak-anak.
Hingga pertengahan Oktober 2025, pemerintah telah membangun 11.900 dapur MBG yang melayani 35,4 juta anak dan ibu hamil, atau sekitar 35% dari target nasional. Presiden mengakui adanya tantangan lapangan, termasuk insiden keamanan pangan. Namun ia menegaskan, pengawasan akan terus diperkuat.
"Beberapa kasus keracunan memang terjadi, namun angkanya hanya sekitar 0,0007 persen. Kami tidak mencari alasan, kami bertekad memperbaikinya," ucap Prabowo.
Program MBG juga memberi dampak terhadap perekonomian dengan menyerap hasil panen petani, nelayan, dan usaha kecil sehingga roda ekonomi berputar hingga ke desa.
Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana menjelaskan, terdapat dua titik kritis pertumbuhan anak, yaitu 1.000 hari pertama kehidupan dan usia 8–17 tahun. Pada fase ini, pemenuhan gizi seimbang menjadi faktor penentu bagi tumbuh kembang fisik dan kualitas kognitif anak.
MBG, kata Dadan, merupakan intervensi penting bagi 70% penduduk yang tidak mampu mengakses makanan bergizi akibat keterbatasan daya beli. Menurutnya, persoalan gizi tidak dapat dipisahkan dari rendahnya rata-rata lama sekolah, skor PISA Indonesia yang menurun, serta tingginya angka stunting. MBG menjadi salah satu strategi konkret mempersiapkan Indonesia Emas 2045.
Ia memaparkan bahwa struktur keluarga Indonesia memiliki tantangan tersendiri dalam pemenuhan gizi. Dari keluarga kelas atas, rata-rata jumlah anggota keluarganya sekitar 2,84 orang, sedangkan rumah tangga miskin beranggotakan 4,78 orang.
Dengan pertumbuhan penduduk rata-rata 3 juta jiwa per tahun, tanpa intervensi, kemiskinan dapat menurun menjadi kemiskinan terstruktur lintas generasi.
"Kalau kita tidak intervensi dari sekarang, kita bukan mendapatkan bonus demografi, tapi mungkin disaster demografi," ujar Dadan.
Manfaat MBG Jangka Panjang dan Pendek
Pemberian makan bergizi gratis bukan sekadar upaya mengurangi kelaparan, tetapi juga menjadi salah satu strategi memutus rantai kemiskinan melalui perbaikan gizi anak-anak, terutama dari keluarga miskin dan rentan.
Dengan asupan nutrisi yang cukup, anak-anak dapat tumbuh lebih sehat dan cerdas. Dengan demikian, peluang keluar dari lingkaran kemiskinan pun terbuka lebar. Dampak ini baru akan terlihat dalam jangka panjang.
Riset menunjukkan, pemberian makanan bergizi gratis harian sering kali menjadi satu-satunya sumber nutrisi yang bisa dikonsumsi anak-anak dari keluarga berpendapatan rendah. Oleh karena itu, konsistensi pelaksanaan program menentukan capaian di masa mendatang.
Program MBG juga berperan sebagai sarana edukasi untuk membentuk kebiasaan anak mengonsumsi makanan bergizi sejak dini, sehingga hasilnya akan membentuk generasi sehat.
"Sedangkan dalam jangka pendek, bisa terlihat pemberian MBG salah satunya mempengaruhi kenaikan angka kehadiran siswa di sekolah," tutur Dadan.
Hal senada juga disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago. Menurutnya, Program MBG merupakan respons langsung terhadap tantangan malnutrisi di Indonesia, baik kekurangan gizi, kelebihan gizi, maupun kekurangan zat gizi mikro.
Di sisi lain, program ini turut memperkuat ketahanan ekonomi. Selain mengurangi beban pengeluaran rumah tangga miskin, MBG juga mendorong terciptanya jutaan lapangan kerja baru, serta menstabilkan harga pangan melalui mekanisme pembelian langsung dari produsen rakyat.
"Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam memastikan tidak ada anak Indonesia yang tertinggal karena kelaparan atau gizi buruk," kata Menko Polkam. (H-2)
Pramono menilai, kerja sama ini diperlukan untuk menjaga pasokan bahan makanan dalam keberlangsungan program andalan Presiden Prabowo Subianto tersebut.
Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati menegaskan pengawasan ketat bahan baku dan alat dapur SPPG guna mencegah insiden keamanan pangan pada program Makan Bergizi Gratis.
WAKIL Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang menyerukan agar mitra tidak lepas tanggung jawab terhadap pelaksanaan dapur SPPG
MoU ini fokus pada dua sektor utama. Yakni energi hijau dan ketahanan pangan.
UNICEF memberikan apresiasi tinggi atas komitmen kepemimpinan Indonesia dalam membangun kualitas generasi masa depan melalui penguatan gizi ibu dan anak.
Tidak semua rumah akan diganti atapnya, karena program ini hanya menyasar rumah-rumah yang masih menggunakan atap seng untuk kemudian diganti dengan genteng berbahan batuan.
BGN sangat mengapresiasi langkah Pemprov DIY yang telah menyiapkan program Lumbung Mataram di desa-desa, sebagai pemasok bahan baku pangan untuk SPPG
Jangan menyusun menu yang itu-itu saja. Karena pemakaian terus-menerus dalam jumlah banyak bisa memicu lonjakan harga.
Kepala SPPG harus terlibat dan bertanggung jawab penuh dalam mengatur jam kerja timnya, baik dirinya sendiri, Akuntan, Ahli Gizi, maupun para relawan.
Keterlibatan UMKM dan kelompok masyarakat dalam penyediaan bahan pangan adalah kunci keberlanjutan Program Makanan Bergizi (MBG).
BADAN Gizi Nasional (BGN) menegaskan komitmen memperkuat rantai pasok pangan lokal melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Nanik memastikan bahwa pemerintah, dalam hal ini BGN, akan tetap menerapkan prinsip keadilan kepada seluruh SPPG.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved