Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik Sudaryati Deyang berkunjung ke Desa Cileunca, Kecamatan Bojong Kanda, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, awal pekan ini. Ia hadir untuk menanam dan memanen bayam di kebun bersama para narapidana dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II Purwakarta yang sedang dibina untuk menjadi petani.
Kegiatan itu merupakan rangkaian acara Pemberdayaan Warga Binaan Lapas Menjadi Petani Lokal dalam Mendukung Program MBG. Acara digagas Wakil Bupati Purwakarta, Abang Ijo Hafidin, bersama Dinas Pemasyarakatan Purwakarta, dan Direktorat Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat (Prokerma) BGN. "Kami bersyukur, karena Ibu Waka berkenan hadir ke tempat ini," kata Abang Ijo.
Warga binaan LP itu ialah para narapidana yang terlibat dalam berbagai kasus kejahatan, mulai dari kasus tawuran, pencurian, penggelapan, perampokan, pelecehan seks, narkoba, sampai pembunuhan. Mereka tinggal menjalani hukuman 2-3 bulan sebelum bebas. Menurut Wakil Bupati Purwakarta, dia menjalin kerja sama dengan Kepala LP Purwakarta untuk menyiapkan para napi sebelum kembali ke masyarakat dengan berbagai keahlian, termasuk bertani.
Wakil Bupati Abang Ijo sengaja menyewakan beberapa hektar lahan pertanian, senilai Rp5 juta/hektare. Lahan itu kemudian diolah para warga binaan LP dan ditanami sayuran bayam dan kangkung bersama para ibu petani.
Selama setengah hari mereka mendapat honor Rp65 ribu per hari. Selanjutnya mereka akan diarahkan untuk menanam sayuran lain yang dibutuhkan di dapur-dapur MBG.
Nanik sangat mengapresiasi gagasan Wakil Bupati Purwakarta itu. Soalnya, dengan kegiatan seperti ini, para penghuni Lembaga Pemasyarakatan bisa diberdayakan untuk bertani. Ia juga memastikan bahwa sayuran yang mereka tanam dan panen dapat disalurkan untuk memasok dapur MBG.
Ia bahkan langsung mengingatkan para Koordinator Kecamatan (Korcam) dan Koordinator Wilayah (Korwil) Purwakarta agar seluruh SPPG di wilayah mereka menerima pasokan sayuran produksi rakyat dan warga binaan. "Nanti masukkan ke SPPG, Korcam, dan Korwil. Sampaikan. Kalau itu dari binaan LP harus diterima. Kalau enggak diterima, saya tutup dapurnya. Tutup. Enggak ada cerita!" kata Nanik dengan tegas.
Pada acara itu, Nanik menyempatkan diri berdialog dengan sekitar 40 narapidana yang sedang menjalani masa-masa akhir penahanan di LP Purwakarta dan tengah diberdayakan sebagai petani. "Kamu kenapa? Penggelapan? Jangan gelap-gelapinlah. Jalan yang benar aja. Dipenjara kan enggak enak juga, enggak bisa ketemu saudara, enggak ketemu istri," ujarnya.
Mantan jurnalis senior itu lalu mengimbau para warga binaan LP Purwakarta itu agar insyaf, rajin salat, bertaubat dengan sebenar-benarnya, dan tidak mengulangi kesalahan-kesalahan sebelumnya. "Kamu punya anak perempuan, kan? Memangnya kamu mau kalau anakmu diperlakukan seperti itu juga?" kata Nanik kepada seorang narapidana yang dihukum karena kasus susila.
Ketua Harian Tim Koordinasi 17 Kementerian dan Lembaga untuk Pelaksanaan Program MBG itu mengimbau para narapidana binaan LP Kelas II Purwakarta untuk mempersiapkan diri sebelum kembali ke tengah masyarakat. Salah satunya dengan bekerja dan memulai usaha pertanian.
Nanik pun mengajak mereka untuk berikrar. "Saya berjanji tidak akan mengulangi lagi yang sudah saya lakukan," ujarnya diikuti para warga binaan. (RO/I-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved