Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
FAKTOR gizi berperan signifikan pada perkembangan otak dan perilaku, kemampuan kerja dan produktivitas, serta kekebalan terhadap penyakit infeksi. Umumnya, individu dengan status gizi yang baik cenderung memiliki tingkat aktivitas yang lebih tinggi, yang pada gilirannya mendukung prestasi belajar. Prestasi belajar memiliki hubungan erat dengan tingkat kecerdasan.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengatakan pemenuhan gizi melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan fondasi penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan prestasi siswa.
Saat meninjau pelaksanaan Program MBG di SMAN 69 Kepulauan Seribu, Jakarta, beberapa waktu lalu, Gibran mengatakan Presiden Prabowo selalu menekankan asupan bergizi yang diterima pelajar setiap hari akan berpengaruh langsung terhadap konsentrasi, energi, serta kemampuan mereka mengikuti kegiatan belajar. Termasuk, pengembangan minat di bidang teknologi dan kompetisi akademik.
“Prestasi SMAN 69 sudah sangat membanggakan. Pemerintah ingin mendukung agar prestasinya semakin meningkat,” ungkapnya.
Peninjauan program MBG oleh Gibran di Kepulauan Seribu menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan pemenuhan gizi siswa terjadi merata, termasuk di wilayah kepulauan, guna mendukung tumbuh kembang generasi muda secara optimal.
Dalam kesempatan yang berbeda, Wakil Menteri Pendidikan, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie mengungkapkan, MBG bisa menjadi media pembelajaran efektif untuk meningkatkan kemampuan matematika dan bahasa Inggris siswa, asalkan dirancang dengan pendekatan kreatif.
Pernyataan itu disampaikan Stella saat mengunjungi stan Badan Gizi Nasional (BGN) di hari kedua Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 di Institut Teknologi Bandung (ITB), Jawa Barat.
Ia menjelaskan, konsep belajar sambil makan di sekolah bisa menjadi sarana edukasi yang menyenangkan.
“Setiap hari adalah kesempatan luar biasa bagi anak-anak untuk belajar. Dengan program MBG, anak-anak tidak hanya mendapatkan gizi yang baik, tetapi juga belajar menghitung dan mengenal bahasa Inggris melalui jenis-jenis makanan,” ujar Stella.
Menurutnya, manfaat MBG mencakup peningkatan motivasi, penguatan daya ingat, hingga membangun semangat belajar siswa. “Berdasarkan bukti ilmiah, program ini dapat menjadi sarana motivasi dan pemicu untuk mengasah daya ingat serta pengetahuan anak-anak secara efektif,” ucapnya.
Dewan Pakar Bidang Gizi Badan Gizi Nasional (BGN), Ikeu Tanziha, mengatakan program MBG mampu meningkatkan konsentrasi belajar siswa berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Aceh dan Papua.
“Hasil dari penelitian di Aceh maupun di Papua menunjukkan bahwa siswa yang mendapatkan makan bergizi gratis mengalami peningkatan konsentrasi yang lebih baik,” ujar Ikeu.
Dia mengatakan, peningkatan konsentrasi ini diukur menggunakan metode short term memory. Ikeu menyebut hasil ini sangat menggembirakan karena menjadi indikator positif terhadap potensi capaian pendidikan anak di masa depan.
“Program makan bergizi gratis bukan hanya sekadar memberi makan, tetapi juga mempunyai tujuan untuk meningkatkan kesehatan, status gizi siswa, motivasi, konsentrasi, dan capaian prestasi siswa itu sendiri,” jelasnya.
Menurut Ikeu, konsentrasi belajar merupakan aspek penting dalam proses pendidikan. Konsentrasi dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti lingkungan belajar, kondisi psikologis siswa, motivasi, serta asupan gizi.
“Asupan gizi seperti protein, zat besi, dan omega-3 sangat dibutuhkan tubuh, terutama anak-anak, untuk perkembangan fungsi otak dan memori,” katanya.
Program MBG sendiri didesain untuk memenuhi kebutuhan gizi anak, baik dalam mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan mental, hingga peningkatan kecerdasan. Meski demikian, Ikeu mengakui masih ada sejumlah tantangan di lapangan.
“Di antaranya adalah perilaku konsumsi yang belum mendukung kebiasaan makan sehat, serta ketersediaan pangan yang belum merata,” ujarnya.
Ia pun mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memperkuat dukungan terhadap pelaksanaan MBG, demi mewujudkan generasi unggul yang sehat dan cerdas. “Kami percaya bahwa program makan bergizi gratis membawa manfaat besar bagi generasi mendatang dan masyarakat secara keseluruhan,” tegasnya.
Akademisi Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Mpu Kuturan Singaraja, Bali, Dr. Ketut Suparya, menilai program MBG efektif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa, terutama di jenjang sekolah dasar (SD).
"Saya melihat tujuan implementasi makan bergizi gratis di jenjang sekolah dasar sangat penting dilakukan," kata Ketut Suparya.
Menurutnya, program MBG mampu memberikan dampak peningkatan/pemenuhan gizi yang belum seimbang pada anak sekolah dasar untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan otak anak.
Selanjutnya, pemberian makanan bergizi akan membantu orangtua siswa yang belum mampu menyediakan makanan bergizi untuk anak mereka sehingga pertumbuhan anak mereka tidak terhambat.
Program ini juga akan berdampak pada pembiasaan anak untuk makan makanan bergizi, serta mengurangi konsumsi makanan yang tidak bergizi yang banyak beredar di lingkungan mereka seperti makan makanan cepat saji, makanan yang banyak mengandung pemanis/pengawet makanan, makanan yang banyak mengandung penyedap rasa (MSG/monosodium glutamat) dan lain-lain.
"Menurut saya program ini akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan konsentrasi anak dalam proses pembelajaran dikarenakan asupan gizi yang cukup akan mampu memberikan energi yang cukup untuk anak dalam proses belajar," katanya.
Energi yang cukup akan berpengaruh terhadap daya konsentrasi dan daya tangkap anak dalam proses pembelajaran sehingga akan berimplikasi pada peningkatan prestasi belajar anak," kata dia.
Suparya menjelaskan jika mengaitkan dengan hasil penelitian, banyak hasil penelitian yang telah membuktikan bahwa status gizi anak terkait dengan prestasi belajar siswa sekolah dasar.
"Program ini akan mampu membentuk kebiasaan dan karakter anak sejak dini khususnya dalam makan makanan yang bergizi seimbang. Hal ini akan bisa dikuatkan oleh pihak sekolah untuk memberikan edukasi kepada anak tentang makanan yang bergizi sehingga anak menjadi terbiasa makan makanan yang bergizi seimbang sejak dini," kata dia.
Melalui program ini, kata dia, sekolah akan mampu membiasakan anak untuk makan makanan sehat, mengenalkan ragam makanan sehat dan bergizi kepada anak, mendorong dan membiasakan kantin sekolah untuk menyediakan makanan sehat bergizi seimbang, serta mendorong orang tua siswa untuk berupaya memberikan makanan sehat bergizi pada anak mereka ketika berada di rumah. (Z-2)
Fadly mengatakan, pada rapat koordinasi itu BGN mengundang pemerintah daerah hingga tingkat kecamatan untuk mempersiapkan pendataan calon penerima manfaat MBG
MBG menjadi salah satu strategi efektif dalam menekan kemiskinan secara tidak langsung.
Dalam waktu singkat, Indonesia berhasil membangun sistem Makan Bergizi Gratis (MBG) berskala masif hingga menarik perhatian Jepang untuk belajar langsung ke lapangan.
Menyikapi beredarnya informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa makanan dari SPPG Karyasari Sukaresmi didistribusikan menggunakan kantong plastik, pihak SPPG buka suara.
Relawan dapur Makan Bergizi Gratis di Semarang mengaku terbantu secara ekonomi. Warga berharap program MBG terus berlanjut.
Pemerintah menargetkan perluasan signifikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sasaran penerima manfaat mencapai sekitar 80 juta orang pada pertengahan 2026
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved