Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Kepala BGN Ingatkan Makanan Enak belum Tentu Bergizi, Ini Cara Atur Proporsi yang Sehat!

 Gana Buana
20/1/2026 18:16
Kepala BGN Ingatkan Makanan Enak belum Tentu Bergizi, Ini Cara Atur Proporsi yang Sehat!
Makanan enak belum tentu bergizi.(Antara)

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengingatkan masyarakat agar lebih cermat memilih makanan yang dikonsumsi dan menyesuaikannya dengan proporsi yang tepat. Ia menekankan, makanan yang terasa nikmat belum tentu bergizi seimbang.

“Apa yang kita makan memengaruhi metabolisme tubuh. Kita sering menikmati makanan enak seperti yang manis-manis, padahal itu sebenarnya kurang baik bagi kesehatan. Gorengan, minuman bersoda juga sering kita nikmati. Bukan berarti tidak boleh, tetapi proporsinya lebih baik dikurangi,” kata Dadan Hindayana dalam siniar yang diikuti di Jakarta, Selasa.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangka pekan gizi menjelang Hari Gizi Nasional yang diperingati setiap 25 Januari.

Gizi Seimbang Bisa Tingkatkan Kualitas Hidup

Dadan menjelaskan, jika masyarakat lebih memperhatikan nilai gizi pada makanan sehari-hari, kualitas hidup dapat meningkat dan mendukung terwujudnya sumber daya manusia Indonesia yang lebih berkualitas.

“Perhatikan pola makan dan bijaklah dalam memilih makanan agar kesehatan kita membaik. Dengan demikian pengeluaran pemerintah untuk mengatasi orang-orang sakit menurun, karena masyarakatnya sudah hidup sehat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya memahami Angka Kecukupan Gizi (AKG) untuk menjaga kondisi tubuh dalam aktivitas harian. Menurut Dadan, saat tidak melakukan aktivitas berat, tubuh manusia tetap membutuhkan energi sekitar 1.200 kalori.

“Bernapas saja butuh energi, apalagi kalau olahraga atau aktivitas lainnya. Maka harus kita perhitungkan makanan apa yang kita konsumsi untuk mengimbangi kalori yang dikeluarkan,” tuturnya.

Dadan menambahkan, kebutuhan gizi menjadi lebih krusial bagi anak-anak karena mereka membutuhkan energi tidak hanya untuk beraktivitas, tetapi juga untuk masa pertumbuhan, ketika sel-sel tubuh masih berkembang.

Orang Tua Diminta Waspada untuk Cegah Stunting

Selain itu, ia menegaskan orang tua perlu memahami kebutuhan gizi dasar anak di rumah untuk mencegah stunting. Pasalnya, ketika anak sudah mengalami stunting, kondisinya akan lebih sulit dipulihkan.

“Bagi seluruh komponen keluarga di Indonesia, semua perlu memperhatikan gizi. Tidak hanya yang kita intervensi dengan Makan Bergizi Gratis (MBG), tetapi kelompok masyarakat secara umum,” kata Dadan. (Ant/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya