Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Peringati Hari Gizi Nasional, Yayasan Komunitas Perempuan Peduli dan Berbagi Gaungkan Gerakan 1.000 Hari Pertama Kehidupan

Indrastuti
26/1/2026 18:04
Peringati Hari Gizi Nasional, Yayasan Komunitas Perempuan Peduli dan Berbagi Gaungkan Gerakan 1.000 Hari Pertama Kehidupan
Ilustrasi(Dok Istimewa)

YAYASAN Komunitas Perempuan Peduli dan Berbagi (KPPB) menggelar Gerakan 1.000 Hari Cinta: Ibu Sehat-Anak Cerdas sebagai rangkaian peringatan Hari Gizi Nasional.

Kegiatan yang diselenggarakan di Gedung Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Minggu (25/1/2026), ini merupakan bagian dari program edukasi publik KPPB yang berfokus pada peningkatan kesehatan ibu dan anak pada fase awal kehidupan.

Acara ini dihadiri sekitar 2.000 undangan yang terdiri dari pendamping menteri, perwakilan kementerian terkait, tokoh perempuan, akademisi, pimpinan komunitas, mitra, sponsor, dan donatur. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan perempuan prasejahtera dan perempuan usia subur sebagai penerima manfaat utama.

Gerakan yang diinisiasi Meiline Tenardi selaku Ketua Penyelenggara sekaligus Founder KPPB ini sebagai upaya memperluas literasi dan akses pengetahuan masyarakat terkait pentingnya seribu hari pertama kehidupan (1.000 HPK) yakni sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.

Meiline menyampaikan isu kesehatan ibu dan anak tidak hanya berkaitan dengan aspek medis semata, tapi juga menyangkut literasi dan pemahaman keluarga. “Kegiatan ini sebagai upaya memperluas pemahaman keluarga tentang pentingnya fase awal kehidupan,” ujar Meiline.

Gerakan 1.000 Hari Cinta menyoroti pentingnya periode 1.000 HPK sebagai fase krusial dalam pembentukan struktur otak, pertumbuhan fisik, sistem kekebalan tubuh, serta kualitas kesehatan dan kecerdasan anak di masa depan. Kesalahan pemenuhan gizi pada fase ini dapat menimbulkan dampak jangka panjang yang sulit diperbaiki.

dr Tan Shot Yen, dokter dan ahli gizi masyarakat, yang menjadi salah satu narasumber, menyampaikan seribu hari pertama kehidupan merupakan periode biologis yang sangat menentukan pembentukan fungsi otak, sistem imunitas, dan kapasitas metabolik anak.

"Kekeliruan pemenuhan gizi pada fase ini akan meninggalkan dampak jangka panjang terhadap kecerdasan, kesehatan, dan produktivitas anak di masa dewasa,” jelasnya.

Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Isyana Bagoes Oka menekankan pentingnya 1.000 HPK sebagai investasi strategis bangsa. “Pembangunan kualitas keluarga dimulai sejak pranikah, prahamil, hingga masa pengasuhan awal. Seribu hari pertama kehidupan merupakan investasi strategis negara karena dari sinilah kualitas sumber daya manusia Indonesia dibentuk,” ujarnya.

Rangkaian acara Gerakan 1.000 Hari Cinta meliputi pemutaran film pendek edukatif berjudul 1.000 Hari Cinta-Ibu Sehat, Anak Cerdas, yang menggambarkan realitas keluarga Indonesia dalam fase 1.000 HPK. Selain itu, digelar talkshow dan diskusi edukatif bersama para ahli mengenai gizi ibu hamil, ASI eksklusif, MPASI tepat, stimulasi tumbuh kembang anak, serta kesehatan mental ibu.

Acara juga menghadirkan sesi tanya jawab interaktif bersama Inayah Wahid, aksi simbolis pencegahan stunting sebagai bentuk komitmen lintas sektor, penampilan seni tari modern oleh Belantara Budaya Indonesia, serta kegiatan bakti sosial berupa pembagian paket sembako, nasi kotak, dan goodie bag kepada peserta perempuan prasejahtera.
Sejumlah narasumber lainnya yaitu, Marielle Ancilla D (dokter dan konselor laktasi) serta Rika Kristina (psikolog anak dan keluarga). Meiline berharap gerakan ini dapat menjadi ruang edukasi publik yang berkelanjutan.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang edukasi publik yang bermakna agar ibu dan keluarga memiliki dasar pengetahuan kuat dalam mengambil keputusan tepat bagi kesehatan ibu dan anak sejak awal kehidupan,” tutupnya. (iin)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya