Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana merespons kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di sejumlah daerah. Ia mengatakan pihaknya akan melakukan pembenahan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terutama yang baru.
"Setiap saat muncul SPPG baru: kami akan minta SPPG baru agar lebih cermat dalam melaksanakan proses persiapan," kata Dadan saat dihubungi, Kamis (28/8).
Saat ini, terdapat 6.610 SPPG di seluruh daerah. Sementara dalam sebulan terakhir lebih dari 4.000 SPPG baru.
Terbaru, BGN juga tengah melakukan pembenahan perihal 150 siswa tingkat PAUD, TK, hingga SD mengalami keracunan MBG di Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu.
"SPPG setempat sudah berhenti untuk melakukan pembenahan," ucapnya.
BGN juga memastika para siswa yang mengalami keracunan mendapatkan pengobatan.
Tebaru, kasus keracunan massal di Kabupaten Sleman, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai penyedia jasa diduga lalai dalam hal penyediaan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kali ini menimpa ratusan siswa dan guru SMP Negeri 3 Berbah, Sleman, DIY.
Kepala BGN Dadan Hindayana melaporkan program MBG menjangkau 55,1 juta siswa dengan klaim sukses 99,99%. Namun, Komisi IX DPR menyoroti temuan serius terkait menu berpengawet dan susu impor.
Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat dampak ekonomi program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama satu tahun, mulai dari pelibatan 46 ribu UMKM hingga penyerapan 780 ribu tenaga kerja.
Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) 2026 bergulir serentak pada 8 Januari tanpa penundaan, didukung 19 ribu satuan pelayanan.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tetap berlanjut selama masa libur sekolah Desember 2025 hingga awal Januari 2026.
Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menanggapi viralnya video Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana yang beredar di media sosial.
Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperkuat sistem pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) agar semakin aman dan higienis.
KEPALA Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkapkan, peraturan presiden (perpres) mengenai tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Perpres MBG telah selesai
Berbagai kasus keracunan MBG menuai sorotan publik. Dadan mengatakan terhadap kondisi itu, dia hadir di rapat Komisi IX DPR untuk mendengar masukan tata kelola MBG.
Selain itu, air untuk mencuci diminta diberikan saringan. Hal itu disampaikan Dadan karena menyoroti SPPG tidak memiliki sanitasi yang baik.
KEPALA Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengataka keracunan akibat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipicu oleh pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) SPPG
Pengamat mengkritik Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, program ini berpotensi gagal total karena pelaksanaannya amburadul dan meminta kepala BGN mundur
Dadan menuturkan, pemerintah bakal mempercepat proses pemilikan SLHS baik seluruh dapur atau SPPG yang menjadi mitra dalam program MBG
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved