Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana mengungkapkan biaya Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp10 ribu di Pulau Jawa lebih dari cukup.
"Untuk di Pulau Jawa Rp10 ribu more than enough (lebih dari cukup) kalau kita melayani 3 ribu orang maka butuh telor 3 ribu butir atau 200 kg maka hanya Rp6 juta. Kemudian untuk beras Rp3 juta, sayur Rp5 juta, dan buah Rp5 juta," ungkap Dadan dalam rapat kerja Komisi IX DPR RI di Senayan, Selasa (1/7).
Sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menerima bahan baku setiap hari Rp30 juta. "Maka jika dalam sehari masak nasi, telur, sayur, dan buah maka kandungan gizinya cukup bagi penerima manfaat," katanya.
Ia juga menjelaskan jika memasak ayam biayanya Rp8.500 dan daging sapi tergantung potongan. Jika dicincang biayanya Rp8.500 dan dipotong seperti rendang biayanya Rp10 ribu.
"Untuk Jawa dan Sumatra secara umum more than enough. Tapi untuk Papua memang harus ada indeks kemahalan biaya yang harus dihitung," ungkapnya.
Ia mencontohkan seperti di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah yang biaya bahan baku menjadi Rp59 ribu, kemudian Kota Jayapura, Papua kurang lebih Rp26 ribu.
"Sehingga ini berbasis indeks kemahalan jadi Rp10 ribu itu berlaku di daerah seperti Jawa dan Sumatera. Sementara daerah di Maluku Utara, Ambon, dan daerah terpencil akan menyesuaikan bahan bakunya," paparnya.
Karena daerah terpencil ,maka akan dinaikkan biayanya dan subsidi lainnya.
Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher sayangkan peran daerah yang kurang optimal dalam melakukan pencegahan stunting karena alokasi APBD yang masih sedikit.
"Kalau bicara pencegahan stunting tapi hanya 34% pemerintah daerah yang mengalokasikan anggarannya dalam upaya penurunan stunting padahal yang perlu diintervensi banyak sekali," kata Netty.
Salah satu upaya intervensi yang dilakukan yakni remaja putri konsumsi obat penambah darah, bayi mendapatkan imunisasi lengkap, hingga desa yang mewajibkan setop buang air besar sembarangan. (H-3)
BGN menargetkan peningkatan kualitas layanan Program Makan Bergizi (MBG) pada 2026 melalui penerapan akreditasi dan sertifikasi bagi seluruh satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).
Guru dan mahasiswa dilibatkan dalam pendidikan gizi di sekolah penerima MBG untuk meningkatkan kesadaran nutrisi dan mengoptimalkan konsumsi makanan siswa.
Ia menjelaskan pada 1.000 hari pertama kehidupan penting untuk perkembangan anak dan BGN akan pastikan program untuk seluruh ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita.
PRESIDEN Prabowo Subianto meminta Badan Gizi Nasional (BGN) agar menekankan pentingnya tidak terlalu memaksakan diri atau ngoyo dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi kembali diluncurkan hari ini di sekolah-sekolah pada 2026.
KEPALA Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa di awal tahun ini jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah mencapai 19.800 unit.
Kepala BGN Dadan Hindayana mengingatkan makanan manis, gorengan, dan soda boleh dikonsumsi, tapi proporsinya perlu dikurangi agar gizi seimbang.
Kepala BGN Dadan Hindayana melaporkan program MBG menjangkau 55,1 juta siswa dengan klaim sukses 99,99%. Namun, Komisi IX DPR menyoroti temuan serius terkait menu berpengawet dan susu impor.
Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat dampak ekonomi program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama satu tahun, mulai dari pelibatan 46 ribu UMKM hingga penyerapan 780 ribu tenaga kerja.
Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) 2026 bergulir serentak pada 8 Januari tanpa penundaan, didukung 19 ribu satuan pelayanan.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tetap berlanjut selama masa libur sekolah Desember 2025 hingga awal Januari 2026.
Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menanggapi viralnya video Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana yang beredar di media sosial.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved