Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
ASAM amino esensial merupakan salah satu zat gizi. Perannya sangat penting untuk tumbuh kembang anak. Kekurangan asam amino esensial bisa berakibat stunting. Asam amino esensial tidak dapat diproduksi oleh tubuh, jadi harus diasup dari luar.
Protein hewani seperti susu, telur, ikan, ayam, dan sapi merupakan sumber terbaik asam amino esensial. Karena itu, idealnya, menu harian anak mencakup protein hewani, terlebih di masa emas tumbuh kembang anak.
“Masa emas tumbuh kembang anak dimulai sejak dalam kandungan hingga berusia dua tahun. Pada masa ini, otak mengalami perkembangan paling cepat. Maka dari itu, anak butuh asupan nutrisi tepat, termasuk mendapat asupan 9 asam asimo esensial (9AEE),” ujar Dokter Anak Spesialis Nutrisi dan Penyakit Metabolik pada Anak, Prof. Dr. dr. Damayanti Rusli Sjarif, Sp.A(K), dalam Media Scientific Session yang diselenggarakan oleh PT Frisian Flag Indonesia secara daring beberapa waktu lalu.
9AEE itu terdiri dari leusin, lisin, triptofan, valin, treonin, isoleusin, phenilalanin, metionin, dan histidin. Menurut studi yang dilakukan oleh National Center for Biotechnology Information, kekurangan satu jenis saja dari 9AAE dapat menurunkan kinerja hormon pertumbuhan (IGF-1) sebesar -34% dan sampai dengan -50% apabila keseluruhan 9AAE tidak terpenuhi.
“Hal ini berarti bahwa kekurangan 9AAE sangat berpengaruh pada pertumbuhan anak,” imbuh Prof. Damayanti.
Sertakan Protein Hewani dalam MPASI
Prof. Damayanti yang juga Guru Besar FKUI ini menjelaskan, berbagai penelitian menunjukkan, protein hewani merupakan sumber 9AAE yang lebih baik daripada protein nabati. Pasalnya, protein hewani memiliki 9AAE dalam jenis yang lengkap dan mudah diserap tubuh.
"Lain halnya dengan protein nabati yang memiliki limiting amino acids (hilangnya salah satu kandungan dari 9AAE) dan sulit diserap tubuh," jelasnya.
"Adapun sumber protein hewani dan 9AAE yang terbaik berdasarkan nilai bioavailabilitasnya dari yang paling tinggi adalah susu, telur, ikan, ayam dan daging," kata Prof.Damayanti.
“Sayangnya, di Indonesia, protein hewani justru kalah populer dibanding protein nabati sebagai makanan pelengkap atau pendamping ASI (MPASI). Ini adalah paradigma yang salah dan harus dibenahi bersama-sama. Kita harus memberi anak asupan protein hewani berkualitas agar anak bisa mendapatkan 9AEE yang cukup sejak masa pemberian MPASI,” kata Prof. Damayanti.
Pada kesempatan sama, Specialized Nutrition Director PT Frisian Flag Indonesia (FFI) William Lumentut mengatakan, FFI berupaya menjadi mitra orangtua dalam mengoptimalkan potensi tumbuh kembang anak.
“Proses tumbuh kembang anak pada 1000 hari pertama kehidupan merupakan masa emas yang tidak bisa diulang. Oleh karena itu dibutuhkan perhatian khusus dari orangtua terutama dalam penyediaan asupan gizi yang optimal," tuturnya.
"FFI terus berinovasi dan terus berkomitmen menjadi mitra bagi para orangtua menyediakan kebutuhan gizi yang berkualitas dan terjangkau, sesuai dengan visi perusahaan “Nourishing by Nature”. FFI juga terus berupaya dalam peningkatan status gizi generasi bangsa dan pengentasan isu malnutrisi,” tutur William.
Salah satu upaya itu diwujudkan melalui inovasi yang menghadirkan produk-produk berkualitas, yang bisa membantu orangtua memenuhi kebutuhan gizi si kecil.
“Asam Amino, yang sering dianggap sebagai pembentuk blocks of life, berperan sangat penting dalam perkembangan holistik anak usia pertumbuhan - mulai dari mendukung tulang dan gigi yang kuat, sampai dengan mendukung kesiapan mereka belajar," ujarnya.
"Kali ini, kami menghadirkan Frisian Flag Primagro 1+ dan 3+ yang bersumber dari protein hewani berkualitas tinggi dengan kandungan 9AAE dalam jenis yang lengkap dan jumlah yang lebih tinggi untuk membantu dukung potensi tumbuh kembang si kecil secara lebih optimal,” jelas Angelia Susanto, Head of Marketing PT FFI.
Pilih Sumber Informasi Terpercaya
Paula Verhoeven, public figure dan juga seorang ibu, menyampaikan, saat ini arus informasi begitu deras. Banyaknya informasi ini kadang justru membuat para orangtua bingung menentukan mana yang harus diikuti.
Menurutnya, informasi mengenai 9AAE ini bisa menjadi game changer untuk para ibu agar lebih ‘melek’ dalam menentukan produk bernutrisi tinggi dan berkualitas untuk anak-anak.
“Di tengah derasnya informasi khususnya di kalangan ibu-ibu, kadang membuat kita jadi bingung sendiri. Padahal urusan kesehatan apalagi tumbuh kembang anak harusnya jadi prioritas nomor satu di masa sekarang ini," tuturnya.
"Aku selalu menjadikan patokan informasi yang dikeluarkan oleh sumber terpercaya seperti dari dokter atau ahli gizi ataupun instansi yang kredibel supaya tidak salah dalam memberikan asupan yang terbaik untuk Kiano,” ujar Paula dalam kesempatan yang sama. (Nik/OL-09)
Edukasi seksual tidak perlu menunggu anak dewasa. Sebaliknya, langkah perlindungan ini justru harus dimulai sejak usia dini untuk membentengi anak dari pelecehan seksual.
Pendekatan bermain jauh lebih efektif dalam memberikan edukasi seksual karena membuat informasi lebih mudah diterima tanpa menciptakan rasa takut pada anak.
Langkah preventif harus dimulai bahkan sebelum keberangkatan. Orangtua diminta untuk tidak meremehkan pemeriksaan kesehatan awal bagi anak.
Kurangnya paparan sinar matahari akibat cuaca mendung dan hujan terus-menerus berisiko menurunkan produksi Vitamin D alami dalam tubuh.
Kelengkapan imunisasi sesuai usia merupakan benteng terkuat bagi anak.
Data menunjukkan sekitar 30% bayi mengalami gumoh, dengan puncak frekuensi pada usia 3 hingga 4 bulan.
Nutrisi seperti vitamin C, vitamin E, antioksidan, dan asam lemak sehat berperan penting dalam mendukung fungsi imun agar tubuh lebih tahan terhadap virus dan bakteri penyebab flu.
Orang tua disarankan lebih cermat menyiasati pemenuhan gizi anak di rumah, terutama bagi anak yang lebih menyukai susu dibandingkan makanan utama.
Makanan sehat dan sederhana seperti pisang, oatmeal, ikan, dan sayuran hijau terbukti membantu meredakan stres secara alami dan menenangkan pikiran.
Terdapat lima makanan sehat yang dapat melawan stres.
Berbagai makanan kaya serat dan antioksidan dapat membantu menurunkan risiko kanker, bila dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat.
Ubi jalar tetap bermanfaat bagi penderita diabetes jika dikonsumsi dengan porsi tepat dan cara pengolahan yang sesuai. Simak penjelasan gizinya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved