Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
ASAM amino esensial merupakan salah satu zat gizi. Perannya sangat penting untuk tumbuh kembang anak. Kekurangan asam amino esensial bisa berakibat stunting. Asam amino esensial tidak dapat diproduksi oleh tubuh, jadi harus diasup dari luar.
Protein hewani seperti susu, telur, ikan, ayam, dan sapi merupakan sumber terbaik asam amino esensial. Karena itu, idealnya, menu harian anak mencakup protein hewani, terlebih di masa emas tumbuh kembang anak.
“Masa emas tumbuh kembang anak dimulai sejak dalam kandungan hingga berusia dua tahun. Pada masa ini, otak mengalami perkembangan paling cepat. Maka dari itu, anak butuh asupan nutrisi tepat, termasuk mendapat asupan 9 asam asimo esensial (9AEE),” ujar Dokter Anak Spesialis Nutrisi dan Penyakit Metabolik pada Anak, Prof. Dr. dr. Damayanti Rusli Sjarif, Sp.A(K), dalam Media Scientific Session yang diselenggarakan oleh PT Frisian Flag Indonesia secara daring beberapa waktu lalu.
9AEE itu terdiri dari leusin, lisin, triptofan, valin, treonin, isoleusin, phenilalanin, metionin, dan histidin. Menurut studi yang dilakukan oleh National Center for Biotechnology Information, kekurangan satu jenis saja dari 9AAE dapat menurunkan kinerja hormon pertumbuhan (IGF-1) sebesar -34% dan sampai dengan -50% apabila keseluruhan 9AAE tidak terpenuhi.
“Hal ini berarti bahwa kekurangan 9AAE sangat berpengaruh pada pertumbuhan anak,” imbuh Prof. Damayanti.
Sertakan Protein Hewani dalam MPASI
Prof. Damayanti yang juga Guru Besar FKUI ini menjelaskan, berbagai penelitian menunjukkan, protein hewani merupakan sumber 9AAE yang lebih baik daripada protein nabati. Pasalnya, protein hewani memiliki 9AAE dalam jenis yang lengkap dan mudah diserap tubuh.
"Lain halnya dengan protein nabati yang memiliki limiting amino acids (hilangnya salah satu kandungan dari 9AAE) dan sulit diserap tubuh," jelasnya.
"Adapun sumber protein hewani dan 9AAE yang terbaik berdasarkan nilai bioavailabilitasnya dari yang paling tinggi adalah susu, telur, ikan, ayam dan daging," kata Prof.Damayanti.
“Sayangnya, di Indonesia, protein hewani justru kalah populer dibanding protein nabati sebagai makanan pelengkap atau pendamping ASI (MPASI). Ini adalah paradigma yang salah dan harus dibenahi bersama-sama. Kita harus memberi anak asupan protein hewani berkualitas agar anak bisa mendapatkan 9AEE yang cukup sejak masa pemberian MPASI,” kata Prof. Damayanti.
Pada kesempatan sama, Specialized Nutrition Director PT Frisian Flag Indonesia (FFI) William Lumentut mengatakan, FFI berupaya menjadi mitra orangtua dalam mengoptimalkan potensi tumbuh kembang anak.
“Proses tumbuh kembang anak pada 1000 hari pertama kehidupan merupakan masa emas yang tidak bisa diulang. Oleh karena itu dibutuhkan perhatian khusus dari orangtua terutama dalam penyediaan asupan gizi yang optimal," tuturnya.
"FFI terus berinovasi dan terus berkomitmen menjadi mitra bagi para orangtua menyediakan kebutuhan gizi yang berkualitas dan terjangkau, sesuai dengan visi perusahaan “Nourishing by Nature”. FFI juga terus berupaya dalam peningkatan status gizi generasi bangsa dan pengentasan isu malnutrisi,” tutur William.
Salah satu upaya itu diwujudkan melalui inovasi yang menghadirkan produk-produk berkualitas, yang bisa membantu orangtua memenuhi kebutuhan gizi si kecil.
“Asam Amino, yang sering dianggap sebagai pembentuk blocks of life, berperan sangat penting dalam perkembangan holistik anak usia pertumbuhan - mulai dari mendukung tulang dan gigi yang kuat, sampai dengan mendukung kesiapan mereka belajar," ujarnya.
"Kali ini, kami menghadirkan Frisian Flag Primagro 1+ dan 3+ yang bersumber dari protein hewani berkualitas tinggi dengan kandungan 9AAE dalam jenis yang lengkap dan jumlah yang lebih tinggi untuk membantu dukung potensi tumbuh kembang si kecil secara lebih optimal,” jelas Angelia Susanto, Head of Marketing PT FFI.
Pilih Sumber Informasi Terpercaya
Paula Verhoeven, public figure dan juga seorang ibu, menyampaikan, saat ini arus informasi begitu deras. Banyaknya informasi ini kadang justru membuat para orangtua bingung menentukan mana yang harus diikuti.
Menurutnya, informasi mengenai 9AAE ini bisa menjadi game changer untuk para ibu agar lebih ‘melek’ dalam menentukan produk bernutrisi tinggi dan berkualitas untuk anak-anak.
“Di tengah derasnya informasi khususnya di kalangan ibu-ibu, kadang membuat kita jadi bingung sendiri. Padahal urusan kesehatan apalagi tumbuh kembang anak harusnya jadi prioritas nomor satu di masa sekarang ini," tuturnya.
"Aku selalu menjadikan patokan informasi yang dikeluarkan oleh sumber terpercaya seperti dari dokter atau ahli gizi ataupun instansi yang kredibel supaya tidak salah dalam memberikan asupan yang terbaik untuk Kiano,” ujar Paula dalam kesempatan yang sama. (Nik/OL-09)
Psikolog Sani B. Hermawan menyarankan anak di bawah 16 tahun berkolaborasi di akun orangtua guna mematuhi PP Tunas dan menjaga keamanan digital.
Psikolog UI Prof. Rose Mini dan Alva Paramitha menyarankan orangtua kreatif berikan alternatif kegiatan nyata untuk kurangi ketergantungan gawai anak.
Penggunaan gawai justru memutus kebutuhan stimulasi tersebut karena sifatnya yang searah. Anak cenderung hanya menjadi peniru pasif tanpa memahami makna di balik kata-kata yang didengar.
Jika orangtua melarang anak bermain ponsel namun mereka sendiri sibuk dengan perangkatnya, hal itu akan mengirimkan pesan yang bertentangan bagi anak.
Anak-anak adalah peniru ulung yang belajar dari apa yang mereka lihat sehari-hari.
Perlindungan ruang digital memerlukan langkah komprehensif yang mencakup edukasi publik dan penguatan kapasitas pengguna dalam memahami risiko siber.
Laporan terbaru EWG 2026 mengungkap daftar sayuran dan buah dengan residu pestisida tertinggi. Simak daftar "Dirty Dozen" dan cara aman mengonsumsinya.
Daftar 20 makanan tinggi antioksidan versi USDA, dari blueberry hingga kacang merah. Bantu lawan radikal bebas dan cegah penyakit kronis.
Tomat kaya likopen dan vitamin C yang bantu jaga kulit, kesehatan jantung, hingga menurunkan risiko penyakit kronis. Ini manfaat lengkapnya.
makanan yang dimasak dan diproses mengandung senyawa bernama AGEs yang ditemukan dalam makanan cepat saji
Nutrisi seperti vitamin C, vitamin E, antioksidan, dan asam lemak sehat berperan penting dalam mendukung fungsi imun agar tubuh lebih tahan terhadap virus dan bakteri penyebab flu.
Orang tua disarankan lebih cermat menyiasati pemenuhan gizi anak di rumah, terutama bagi anak yang lebih menyukai susu dibandingkan makanan utama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved