Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH pusat dan pemerintah daerah berupaya mengoptimalkan program vaksinasi covid-19 untuk warga lanjut usia (lansia).
Vaksinasi bagi lansia bertujuan untuk menekan angka infeksi covid-19, berikut angka kematian akibat covid-19. Terlebih, kelompok lansia yang memiliki fatality rate tinggi terhadap paparan virus tersebut.
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia menyebut saat ini ada sejumlah kemudahan untuk mengakselerasi dan membantu lansia mendapatkan akses vaksinasi.
Baca juga: Pemerintah Perluas PPKM Mikro, Kasus Aktif Dinilai Berkurang
“Kini lansia bisa mendatangi pos pelayanan vaksinasi atau sentra vaksinasi, tanpa perlu keterangan domisili. Kita mengharapkan minimum 90% lansia sudah kita berikan vaksinasi dosis pertama di akhir Juni,” ujar Nadia dalam dialog virtual, Selasa (6/4).
“Kita sudah membuka begitu banyak sentra vaksinasi di puskesma maupun di beberapa pos layanan milik pemerintah," imbuhnya.
Akselerasi vaksinasi terhadap lansia memang diperlukan. Mengingat, tingkat partisipasi lansia dalam program vaksinasi covid-19 nasional baru sekitar 8,2%.
Baca juga: BMKG: Anomali Siklon Tropis Kian Mengkhawatirkan
Ketua Komnas KIPI Hindra Irawan Satari mengatakan ada beberapa faktor yang memengaruhi rendahnya tingkat partisipasi lansia. "Seperti, faktor ketakutan dan keraguan, yang selama ini menjadi faktor utama bagi lansia untuk mendatangi tempat vaksinasi,” papar Hindra.
Menurutnya, vaksinasi covid-19 sudah menyasar 145 juta orang di seluruh dunia dan dinyatakan tidak berbahaya. “Memang sudah ada kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) yang dilaporkan. Namun, saya bisa pastikan, KIPI ini adalah reaksi alamiah yang wajar. Ini terjadi pada setiap imunisasi. Artinya, vaksin tersebut aman dan dapat diberikan bagi lansia,” jelasnya.(OL-11)
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
Thomas Djiwandono mengusulkan agar pemerintah dan bank sentral meninggalkan skema burden sharing yang diterapkan pada masa pandemi covid-19.
Melihat ancaman besar terhadap keberlanjutan layanan kesehatan dasar, dr. Harmeni mendirikan Symptomedic, platform telemedisin dan layanan pengantaran obat.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Sengketa gaji Cristiano Ronaldo dengan Juventus terkait penundaan pembayaran saat pandemi covid-19 masih berlanjut. Putusan arbitrase dijadwalkan 12 Januari 2026.
Teknologi vaksin mRNA, yang pernah menyelamatkan dunia dari pandemi covid-19, kini menghadapi ancaman.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved