Selasa 06 April 2021, 17:57 WIB

BMKG: Anomali Siklon Tropis Kian Mengkhawatirkan

Andhika Prasetyo | Humaniora
BMKG: Anomali Siklon Tropis Kian Mengkhawatirkan

Antara
Warga mencari barang di rumah yang hancur akibat banjir bandang di Kecamatan Adonara Timur, NTT.

 

BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan siklon tropis yang muncul di Indonesia saat ini sangat tidak wajar.

Pasalnya, badai yang seharusnya terjadi dua sampai empat tahun sekali, sekarang terdeteksi setiap tahun. Sejak 2008, Indonesia mencatat sepuluh siklon tropis. Pertama terjadi pada 2008, lalu muncul kembali pada 2010, 2014 dan 2017.

"Hanya saja, sejak 2017, siklon ini muncul setiap tahun. Bahkan, dalam satu tahun bisa ada dua siklon tropis," ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati seusai mengikuti rapat terbatas, Selasa (6/4).

Baca juga: Pemda Diminta Gerak Cepat Informasikan Cuaca Ekstrem

BMKG berpandangan anomali bisa saja terjadi akibat dampak pemanasan global yang semakin parah. Adapun penyebab utama siklon tropis adalah semakin panasnya suhu muka air laut, karena terlalu banyak mengabsorbsi karbon dioksida (CO2).

Diketahui, CO2 merupakan salah satu gas rumah kaca yang timbul dari kegiatan manusia dan menyebabkan suhu di bumi, termasuk muka air laut, menjadi panas.

"Dampak dari gas rumah kaca jadi bisa dirunut ke sana. Ini baru hipotesis, tapi sangat erat korelasi antara peningkatan suhu muka air laut dan pemanasan global," pungkas Dwikorita.

Anomali yang ditunjukkan siklon tropis tidak hanya terjadi pada waktu kemunculannya. Namun, juga pada lokasi pembentukan dan kekuatan yang dibawa.

Baca juga: Peringatan Dini BMKG Tak Efektif Akibat Rendahnya Pemahaman Publik

Siklon Tropis Seroja yang menghantam NTT dan NTB merupakan terbesar yang pernah tercatat di Indonesia. Badai tersebut memiliki kecepatan awal 85 km per jam dan masih akan terus meningkat hingga 130 km per jam.

Biasanya, siklon tropis terbentuk dan bergerak hanya di peraira. Kali ini, Siklon Seroja bisa menyeberang sampai ke daratan.

"Siklon sebelumnya itu hanya bergerak di lautan. Kalau masuk ke daratan, itu hanya ekornya saja. Sementara, Siklon Tropis Seroja ketika terbentuk saja sudah ada yang menyerempet daratan, sudah masuk Kupang. Ini baru pertama kali terjadi di Indonesia," terangnya.(OL-11)

 

Baca Juga

ANTARA/OKY LUKMANSYAH

Masyarakat Diminta Jangan Khawatirkan Efikasi Vaksin

👤Budi Ernanto 🕔Selasa 13 April 2021, 04:34 WIB
Pemerintah akan memberikan yang terbaik bagi rakyatnya terkait vaksin...
Antara

10,2 Juta Warga Indonesia Telah Divaksin

👤Antara 🕔Selasa 13 April 2021, 04:20 WIB
Pemerintah RI menargetkan akan memberikan vaksin COVID-19 terhadap 40.349.049 orang penduduk Indonesia hingga Juni...
ANTARA

Pemerhati Anak Soroti Bahaya BPA

👤Widhoroso 🕔Selasa 13 April 2021, 01:50 WIB
DORONGAN agar BPOM memberi peringatan akan bahaya zat BPA dalam galon air guna ulang dan plastik kemasan makanan atau minuman terus...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Salah Kaprah Salurkan Energi

Kenakalan remaja pada masa lalu hingga masa kini masih ada, bahkan semakin meninggi. Itu terjadi karena remaja sering kali mementingkan solidaritas grup.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya