Selasa 06 April 2021, 17:40 WIB

Peringatan Dini BMKG Tak Efektif Akibat Rendahnya Pemahaman Publik

Atalya Puspa | Humaniora
Peringatan Dini BMKG Tak Efektif Akibat Rendahnya Pemahaman Publik

dok.mi
Warga bersiap menghadapi hujan di tengah cuaca mendung

 

PRESIDEN Joko Widodo menginstruksikan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk menggencarkan penyebaran informasi terkait potensi cuaca ekstrem, terutama akibat Siklon Tropis Seroja di Tanah Air.

Menanggapi hal itu, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyatakan, pihaknya sebenarnya rutin dan gencar mengupdate perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini. Sayangnya, belum mendapat perhatian yang serius dari masyarakat.

"Karena kejadian ekstrem seperti siklon seroja ini memang belum pernah seekstrem saat ini," kata Dwikorita saat dihubungi, Selasa (6/4).

Ia menyatakan, masyarakat Indonesia hidup dalan kondisi alam yang memiliki dua musim dan sebelumnya relatif jarang mengalami cuaca ekstrem akibat siklon tropis.

"Maka tampaknya belum terbentuk sikap dan budaya untuk selalu memonitor dan mewaspadai kondisi cuaca dan iklim. Inilah tantangan terberat yaitu membangun sikap dan budaya selalu waspada cuaca dan peduli terhadap iklim," bebernya.

Ia menjelaskan dalam kasus bencana siklon seroja di NTT, umumnya kejadian siklon justru relatif jauh dan makin menjauh dari wilayah kepulauan Indonesia. Namun demikian, untuk kejadian siklon tropis seroja yang tak lazim ini dapat terjadi karena suhu muka air laut di wilayah terbentuknya siklon saat ini makin hangat. Ia menyebut, suhu rata-rata muka air laut di wilayah perairan Indonesia umumnya 26 derajat Celcius dan saat ini sudah mencapai 30 derajat Celcius.

"Karena kondisi yang tidak lazim ini, saat mendapatkan peringatan dini Siklon Tropis yang berpotensi mengakibatkan hujan lebat dengan angin kencang disertai kilat petir dan gelombang tinggi, mungkin masyarakat belum dapat membayangkan tingkat dahsyatnya siklon tersebut," beber Dwikorita.

Melihat hal pemahaman masyarakat yang masih rendah, Dwikorita memastikan BMKG bekerja sama dengan berbagai pihak, BNPB, BPBD, Pemerintah Daerah, Akademisi, Media, Relawan dan masyarakat, akan tetap terus gigih dan gencar untuk melakukan literasi/edukasi publik terkait kewaspadaan terhadap cuaca dan dampak dari perubahan iklim.

Selain itu, ia menyatakan, dengan semakin tingginya kejadian bencana alam, pemerintah daerah juga harus lebih kuat dalam merespon peringatan dini BMKG.

"Pemerintah daerah sebenarnya sudah memperhatikan peringatan dini dari BMKG, namun tampaknya karen kondisi cuaca ekstrem yg makin sering dan intensitasnya makin dahsyat, kapasitas response dari pemda perlu pula diperkuat," pungkas Dwikorita. (OL-13)

Baca Juga: Cuaca Ekstrem Borpotensi Landa Sejumlah Wilayah di Jateng

Baca Juga

Dok. Pribadi

Kemenag Tunggu Persetujuan Pembentukan Ditjen Pesantren 

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 07 Desember 2021, 23:49 WIB
Menurutnya, Ditjen Pesantren dibutuhkan karena ada keunikan tersendiri dari lembaga pendidikan itu, salah satunya adanya Majelis Masyayikh...
Antara

BRIN Hadirkan Teknologi Kebencanaan di IIDEC 2021

👤Ant 🕔Selasa 07 Desember 2021, 23:36 WIB
Riset dan teknologi kebencanaan dalam ajang Indonesia International Disaster Expo & Conference (IIDEC) 2021 secara...
Dok. Pribadi

Dorong Prestasi Olahraga Mahasiswa, Ketua DPD RI Apresiasi Sarana Olahraga di UMJ 

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 07 Desember 2021, 23:35 WIB
Stadion UMJ diresmikan pada 2019. Stadion itu juga menjadi saksi bisu kelahiran talenta olahragawan UMJ yang mengharumkan nama kampus di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya