Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo menginstruksikan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk menggencarkan penyebaran informasi terkait potensi cuaca ekstrem, terutama akibat Siklon Tropis Seroja di Tanah Air.
Menanggapi hal itu, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyatakan, pihaknya sebenarnya rutin dan gencar mengupdate perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini. Sayangnya, belum mendapat perhatian yang serius dari masyarakat.
"Karena kejadian ekstrem seperti siklon seroja ini memang belum pernah seekstrem saat ini," kata Dwikorita saat dihubungi, Selasa (6/4).
Ia menyatakan, masyarakat Indonesia hidup dalan kondisi alam yang memiliki dua musim dan sebelumnya relatif jarang mengalami cuaca ekstrem akibat siklon tropis.
"Maka tampaknya belum terbentuk sikap dan budaya untuk selalu memonitor dan mewaspadai kondisi cuaca dan iklim. Inilah tantangan terberat yaitu membangun sikap dan budaya selalu waspada cuaca dan peduli terhadap iklim," bebernya.
Ia menjelaskan dalam kasus bencana siklon seroja di NTT, umumnya kejadian siklon justru relatif jauh dan makin menjauh dari wilayah kepulauan Indonesia. Namun demikian, untuk kejadian siklon tropis seroja yang tak lazim ini dapat terjadi karena suhu muka air laut di wilayah terbentuknya siklon saat ini makin hangat. Ia menyebut, suhu rata-rata muka air laut di wilayah perairan Indonesia umumnya 26 derajat Celcius dan saat ini sudah mencapai 30 derajat Celcius.
"Karena kondisi yang tidak lazim ini, saat mendapatkan peringatan dini Siklon Tropis yang berpotensi mengakibatkan hujan lebat dengan angin kencang disertai kilat petir dan gelombang tinggi, mungkin masyarakat belum dapat membayangkan tingkat dahsyatnya siklon tersebut," beber Dwikorita.
Melihat hal pemahaman masyarakat yang masih rendah, Dwikorita memastikan BMKG bekerja sama dengan berbagai pihak, BNPB, BPBD, Pemerintah Daerah, Akademisi, Media, Relawan dan masyarakat, akan tetap terus gigih dan gencar untuk melakukan literasi/edukasi publik terkait kewaspadaan terhadap cuaca dan dampak dari perubahan iklim.
Selain itu, ia menyatakan, dengan semakin tingginya kejadian bencana alam, pemerintah daerah juga harus lebih kuat dalam merespon peringatan dini BMKG.
"Pemerintah daerah sebenarnya sudah memperhatikan peringatan dini dari BMKG, namun tampaknya karen kondisi cuaca ekstrem yg makin sering dan intensitasnya makin dahsyat, kapasitas response dari pemda perlu pula diperkuat," pungkas Dwikorita. (OL-13)
Baca Juga: Cuaca Ekstrem Borpotensi Landa Sejumlah Wilayah di Jateng
Sejumlah lahan pertanian rusak di Pasie Laweh, Padang Pariaman, Sumatera Barat.
Bencana hidrometeorologi melanda negara bagian Minas Gerais, Brasil. Sedikitnya 32 orang tewas dan ribuan warga kehilangan tempat tinggal akibat curah hujan ekstrem.
Bencana longsor dan banjir melanda Minas Gerais, Brasil. 30 orang tewas dan 39 lainnya masih hilang di bawah puing-puing bangunan.
Warga menyeberangi Sungai Jabak menggunakan gondola darurat menuju Desa Gedangan, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Pasca-kejadian, warga terpantau mulai bergotong royong membersihkan sisa-sisa reruntuhan dan memperbaiki atap rumah yang masih bisa diselamatkan secara swadaya.
Mendagri Tito Karnavian memaparkan skema bansos korban bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar, termasuk bantuan Rp8 juta untuk rumah rusak berat serta Dana Tunggu Hunian Rp1,8 juta.
Foto udara sejumlah truk terjebak macet saat hendak menuju Pelabuhan Merak di Gerbang Tol Merak.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi kemunculan tiga bibit siklon tropis yang berada di sekitar wilayah Indonesia.
BMKG mengingatkan nelayan agar selalu memperhatikan informasi prakiraan cuaca terbaru sebelum melaut dan tidak memaksakan aktivitas apabila kondisi dinilai berisiko.
PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Kupang resmi menghentikan sementara operasional beberapa rute pelayaran di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca buruk di berbagai wilayah Indonesia. sepekan ke depan.
Pesawat Pelita Air AT-802 rute Tarakan–Krayan jatuh di Nunukan. Pilot ditemukan meninggal dunia, cuaca buruk diduga menjadi penyebab insiden.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved