Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo menginstruksikan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk menggencarkan penyebaran informasi terkait potensi cuaca ekstrem, terutama akibat Siklon Tropis Seroja di Tanah Air.
Menanggapi hal itu, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyatakan, pihaknya sebenarnya rutin dan gencar mengupdate perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini. Sayangnya, belum mendapat perhatian yang serius dari masyarakat.
"Karena kejadian ekstrem seperti siklon seroja ini memang belum pernah seekstrem saat ini," kata Dwikorita saat dihubungi, Selasa (6/4).
Ia menyatakan, masyarakat Indonesia hidup dalan kondisi alam yang memiliki dua musim dan sebelumnya relatif jarang mengalami cuaca ekstrem akibat siklon tropis.
"Maka tampaknya belum terbentuk sikap dan budaya untuk selalu memonitor dan mewaspadai kondisi cuaca dan iklim. Inilah tantangan terberat yaitu membangun sikap dan budaya selalu waspada cuaca dan peduli terhadap iklim," bebernya.
Ia menjelaskan dalam kasus bencana siklon seroja di NTT, umumnya kejadian siklon justru relatif jauh dan makin menjauh dari wilayah kepulauan Indonesia. Namun demikian, untuk kejadian siklon tropis seroja yang tak lazim ini dapat terjadi karena suhu muka air laut di wilayah terbentuknya siklon saat ini makin hangat. Ia menyebut, suhu rata-rata muka air laut di wilayah perairan Indonesia umumnya 26 derajat Celcius dan saat ini sudah mencapai 30 derajat Celcius.
"Karena kondisi yang tidak lazim ini, saat mendapatkan peringatan dini Siklon Tropis yang berpotensi mengakibatkan hujan lebat dengan angin kencang disertai kilat petir dan gelombang tinggi, mungkin masyarakat belum dapat membayangkan tingkat dahsyatnya siklon tersebut," beber Dwikorita.
Melihat hal pemahaman masyarakat yang masih rendah, Dwikorita memastikan BMKG bekerja sama dengan berbagai pihak, BNPB, BPBD, Pemerintah Daerah, Akademisi, Media, Relawan dan masyarakat, akan tetap terus gigih dan gencar untuk melakukan literasi/edukasi publik terkait kewaspadaan terhadap cuaca dan dampak dari perubahan iklim.
Selain itu, ia menyatakan, dengan semakin tingginya kejadian bencana alam, pemerintah daerah juga harus lebih kuat dalam merespon peringatan dini BMKG.
"Pemerintah daerah sebenarnya sudah memperhatikan peringatan dini dari BMKG, namun tampaknya karen kondisi cuaca ekstrem yg makin sering dan intensitasnya makin dahsyat, kapasitas response dari pemda perlu pula diperkuat," pungkas Dwikorita. (OL-13)
Baca Juga: Cuaca Ekstrem Borpotensi Landa Sejumlah Wilayah di Jateng
Berdasarkan hasil kajian tim Kementerian PU bersama Universitas Syiah Kuala (USK) ditemukan adanya pergerakan air bawah tanah yang memicu ketidakstabilan lereng.
DPR minta pemerintah prioritaskan pencegahan dan mitigasi bencana untuk kurangi kerugian ekonomi yang terus berulang di Indonesia.
ADA dua artikel yang ditulis Phil O’Keefe, Ken Westgate, dan Ben Wisner dalam dua tahun berturut-turut: 1976 dan 1977.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti masih minimnya anggaran mitigasi bencana di Indonesia, di tengah meningkatnya ancaman bencana alam dan kerentanan wilayah.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti alih fungsi lahan dan menurunnya daya dukung lingkungan sebagai faktor utama yang memperparah dampak bencana alam.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyebut, tanah longsor tidak hanya semakin sering terjadi, tetapi juga menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.
Cuaca buruk berupa hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang kembali melanda sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan dalam beberapa hari terakhir.
Pola hujan pada awal tahun 2026 di Pulau Jawa menunjukkan karakter yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Harga ikan di Pasar Tradisional Naikoten 1 dan Pasar Ikan Oeba, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur mengalami kenaikan signifikan akibat cuaca buruk.
CUACA buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi mulai melanda perairan Sumba, Nusa Tenggara Timur. Kondisi ini berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot'ek, mengatakan, saat ini Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di wilayah utara Benua Australia
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved