Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
CUACA ekstrem kembali kembali berpotensi di 7 daerah di Jawa Tengah Minggu (3/8), gelombang tinggi hingga 4 meter juga masih berlangsung di perairan selatan dan ketinggian 2,5 meter di perairan Karimunjawa bagian timur.
Meskipun pada pagi cerah dan berawan, namun memasuki siang, sore hingga awal malam cuaca di Jawa Tengah kembali memburuk, hujan ringan-sedang berpeluang mengguyur cukup merata bahkan di sejumlah daerah berpotensi kembali dijanda cuaca ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir.
Dampak perubahan cuaca tersebut, warga di sejumlah daerah di Jawa Tengah terutama berpotensi cuaca ekstrem di kawasan pegunungan bagian tengah dan dataran tinggi untuk waspada bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir, pohon tumbang dan angin puting beliung.
"Waspadai bencana hidrometeorologi, cuaca ekstrem kembali berpotensi di 7 daerah di Jawa Tengah," ku ata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Agus Triyono Minggu (3/8).
Berdasarkan pengamatan citra satelit cuaca pukul 05.30 WIB, lanjut Agus Triyono, daerah di Jawa Tengah berpotensi dilancarkan cuaca ekstrem yakni Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Mungkid, Temanggung dan Kajen (Pejalongan), sehingga ancaman bencana hidrometeorologi ada di daerah tersebut
Sedangkan daerah di Jawa Tengah, menurut Agus Triyono, berpeluang hujan ringan-sedang yakni Cilacap, Boyolali, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Demak, Ungaran, Magelang, Salatiga, Semarang, Majenang dan Ambarawa. "Daerah lainnya cenderung hujan ringan dan berawan sebagian," tambahnya.
Angin bertiup dari arah timur ke selatan dengan kecepatan 5-25 kilometer per jam, ungkap Agus Triyono, suhu udara berkisar 18-34 derajat celcius dan kelembaban udara berkisar 50-90 persen, sedangkan ketinggian gelombang di perairan utara 0,5-1,25 meter serta di perairan selatan Jawa Tengah 2,5-4 meter.
Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Doni Prastio mengatakan meskipun air laut pasang (rob) sudah kembali menurun di perairan utara dan ketinggian gelombang rata-rata cukup aman untuk aktivitas pelayaran, namun untuk kawasan Karimunjawa bagian timur tetap harus diwaspadai.
"Ketinggian gelombang di perairan bagian timur Karimunjawa, Kabupaten Jepara tersebut dapat mencapai ketinggian 1,25-2,5 meter cukup berisiko bagi pelayaran, terutama saat kecepatan angin mencapai diatas 15 knot," ujarnya. (H-2)
Cuaca buruk berupa hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang kembali melanda sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan dalam beberapa hari terakhir.
Pola hujan pada awal tahun 2026 di Pulau Jawa menunjukkan karakter yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Harga ikan di Pasar Tradisional Naikoten 1 dan Pasar Ikan Oeba, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur mengalami kenaikan signifikan akibat cuaca buruk.
CUACA buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi mulai melanda perairan Sumba, Nusa Tenggara Timur. Kondisi ini berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot'ek, mengatakan, saat ini Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di wilayah utara Benua Australia
Gandeng BMKG, PT KAI Pantau Cuaca Demi Keselamatan Perjalanan Kereta Api Masa Angkutan Lebaran 2026
Berdasarkan analisis BBMKG Denpasar, monsun Asia diprakirakan masih akan memberikan pengaruh kuat disertai dengan terbentuknya pola pertemuan angin
Hasil analisis BMKG memperlihatkan kemunculan gelombang frekuensi rendah dan gelombang ekuatorial Rossby yang aktif di sekitar wilayah NTB
Potensi cuaca ekstrem di Jawa Tengah, cukup merata di kawasan pegunungan, dataran tinggi, Jawa Tengah bagian timur, Pantura, dan Solo Raya.
New York City berduka setelah 18 orang tewas akibat suhu beku ekstrem yang melanda selama 13 hari.
BMKG memperingatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir di sejumlah wilayah Sulawesi Utara hingga 15 Februari 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved