Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
CUACA ekstrem kembali kembali berpotensi di 7 daerah di Jawa Tengah Minggu (3/8), gelombang tinggi hingga 4 meter juga masih berlangsung di perairan selatan dan ketinggian 2,5 meter di perairan Karimunjawa bagian timur.
Meskipun pada pagi cerah dan berawan, namun memasuki siang, sore hingga awal malam cuaca di Jawa Tengah kembali memburuk, hujan ringan-sedang berpeluang mengguyur cukup merata bahkan di sejumlah daerah berpotensi kembali dijanda cuaca ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir.
Dampak perubahan cuaca tersebut, warga di sejumlah daerah di Jawa Tengah terutama berpotensi cuaca ekstrem di kawasan pegunungan bagian tengah dan dataran tinggi untuk waspada bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir, pohon tumbang dan angin puting beliung.
"Waspadai bencana hidrometeorologi, cuaca ekstrem kembali berpotensi di 7 daerah di Jawa Tengah," ku ata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Agus Triyono Minggu (3/8).
Berdasarkan pengamatan citra satelit cuaca pukul 05.30 WIB, lanjut Agus Triyono, daerah di Jawa Tengah berpotensi dilancarkan cuaca ekstrem yakni Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Mungkid, Temanggung dan Kajen (Pejalongan), sehingga ancaman bencana hidrometeorologi ada di daerah tersebut
Sedangkan daerah di Jawa Tengah, menurut Agus Triyono, berpeluang hujan ringan-sedang yakni Cilacap, Boyolali, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Demak, Ungaran, Magelang, Salatiga, Semarang, Majenang dan Ambarawa. "Daerah lainnya cenderung hujan ringan dan berawan sebagian," tambahnya.
Angin bertiup dari arah timur ke selatan dengan kecepatan 5-25 kilometer per jam, ungkap Agus Triyono, suhu udara berkisar 18-34 derajat celcius dan kelembaban udara berkisar 50-90 persen, sedangkan ketinggian gelombang di perairan utara 0,5-1,25 meter serta di perairan selatan Jawa Tengah 2,5-4 meter.
Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Doni Prastio mengatakan meskipun air laut pasang (rob) sudah kembali menurun di perairan utara dan ketinggian gelombang rata-rata cukup aman untuk aktivitas pelayaran, namun untuk kawasan Karimunjawa bagian timur tetap harus diwaspadai.
"Ketinggian gelombang di perairan bagian timur Karimunjawa, Kabupaten Jepara tersebut dapat mencapai ketinggian 1,25-2,5 meter cukup berisiko bagi pelayaran, terutama saat kecepatan angin mencapai diatas 15 knot," ujarnya. (H-2)
BMKG Balikpapan merilis peringatan dini cuaca ekstrem di Kaltim. Potensi hujan lebat, banjir, dan longsor mengintai Balikpapan hingga Berau pada 9-11 Maret 2026.
BMKG Stasiun Maritim Tenau Kupang memprakirakan tinggi gelombang di sejumlah perairan di NTT dapat mencapai hingga 2,9 meter pada periode 8-14 Maret 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Riau yang diprediksi berlangsung hingga pukul 13.00 WIB, Jumat (6/3).
Foto udara sejumlah truk terjebak macet saat hendak menuju Pelabuhan Merak di Gerbang Tol Merak.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi kemunculan tiga bibit siklon tropis yang berada di sekitar wilayah Indonesia.
BMKG mengingatkan nelayan agar selalu memperhatikan informasi prakiraan cuaca terbaru sebelum melaut dan tidak memaksakan aktivitas apabila kondisi dinilai berisiko.
Gelombang tinggi di perairan mereda, namun air laut pasang (rob) masih berlangsung di perairan utara dengan ketinggian maksimum 1 meter.
BMKG peringatkan hujan lebat hingga angin kencang saat arus balik Lebaran 2026. Potensi cuaca ekstrem terjadi di banyak wilayah.
DKI Jakarta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir seiring meningkatnya risiko cuaca ekstrem dan memastikan pompa pengendali banjir siaga
BMKG Semarang peringatkan potensi bencana hidrometeorologi di Jawa Tengah dalam 3 hari ke depan. Cek daftar 10 daerah yang wajib waspada cuaca ekstrem!
BMKG menyebut cuaca hari ini, Rabu, 25 Maret 2026 dan beberapa hari ke depan di sejumlah wilayah Indonesia diperkirakan akan mengalami peningkatan intensitas.
"Perubahan cuaca yang cepat juga perlu menjadi perhatian dalam merencanakan perjalanan darat, laut, dan udara, termasuk aktivitas luar ruang seperti ibadah dan wisata."
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved