Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
TANTANGAN dalam mengatasi dan melakukan mitigasi bencana di dunia saat ini disebut semakin kompleks. Berbagai isu global seperti perubahan iklim hingga tekanan urbanisasi menjadi beberapa pemicunya.
Ketua Program Studi Magister Manajemen Bencana, Fatmah, mengatakan upaya membangun ketangguhan terhadap bencana alam merupakan hal yang semakin berat untuk dilakukan saat ini. Namun, harus terus diperjuangkan untuk bisa berjalan semaksimal mungkin.
Hal itu diungkapkan Fatmah di sela kegiatan saat menghadiri Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2025, yang diselenggarakan oleh United Nations Office for Disaster Risk Reduction (UNDRR) pada 2–6 Juni 2025 di Centre International de Conférences Genève (CICG), Jenewa, Swiss.
Di forum tersebut, selain Fatmah, Program Studi Magister Manajemen Bencana, Sekolah Ilmu Lingkungan, Universitas Indonesia (UI) juga mengirimkan dua mahasiswanya sebagai delegasi, yakni Andri Syahreza dan Suryo Ilham Widodo. Kehadiran delegasi ini menjadi bagian dari upaya strategis UI dalam memperluas kontribusi akademik Indonesia pada agenda global pengurangan risiko bencana.
“Partisipasi dalam GPDRR bukan hanya soal hadir secara simbolik, tetapi juga membawa suara akademisi dan pengalaman lokal Indonesia ke ruang dialog internasional. Kami percaya, ilmu dan kolaborasi lintas negara sangat penting dalam menghadapi tantangan risiko bencana yang makin kompleks,” ujar Fatmah, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, (7/6).
Dijelaskan Fatmah, GPDRR merupakan forum global tertinggi dalam pengurangan risiko bencana yang mempertemukan pemerintah, akademisi, organisasi internasional, sektor swasta, serta komunitas sipil dari berbagai negara untuk memperkuat kolaborasi, pertukaran pengetahuan, dan komitmen terhadap pengurangan risiko bencana.
Tahun ini, GPDRR mengusung tema Every Day Matters, Act for Resilience Today, sebuah ajakan untuk menjadikan setiap hari sebagai momentum aksi dalam membangun ketangguhan terhadap bencana, mengingat meningkatnya kompleksitas risiko global, mulai dari perubahan iklim hingga tekanan urbanisasi.
Partisipasi ini juga menandai konsistensi Program Magister Manajemen Bencana UI dalam mendukung agenda pengurangan risiko bencana secara berkelanjutan. Sebelumnya, pada 2022, Manajemen Bencana UI turut hadir dalam GPDRR yang diselenggarakan di Bali dan Indonesia menjadi tuan rumah bagi ratusan delegasi internasional.
GPDRR 2025 menjadi forum penting dalam mengevaluasi capaian implementasi Sendai Framework for Disaster Risk Reduction 2015–2030, kerangka kerja global yang memandu strategi pengurangan risiko bencana. Forum ini juga menggarisbawahi urgensi pendekatan yang inklusif dan berbasis bukti dalam membangun resiliensi, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global. (H-3)
Bencana hidrometeorologi melanda negara bagian Minas Gerais, Brasil. Sedikitnya 32 orang tewas dan ribuan warga kehilangan tempat tinggal akibat curah hujan ekstrem.
Bencana longsor dan banjir melanda Minas Gerais, Brasil. 30 orang tewas dan 39 lainnya masih hilang di bawah puing-puing bangunan.
Warga menyeberangi Sungai Jabak menggunakan gondola darurat menuju Desa Gedangan, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Pasca-kejadian, warga terpantau mulai bergotong royong membersihkan sisa-sisa reruntuhan dan memperbaiki atap rumah yang masih bisa diselamatkan secara swadaya.
Mendagri Tito Karnavian memaparkan skema bansos korban bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar, termasuk bantuan Rp8 juta untuk rumah rusak berat serta Dana Tunggu Hunian Rp1,8 juta.
Gunung Semeru di Lumajang-Malang erupsi Selasa malam (17/2), kolom abu mencapai 800 meter. PVMBG ingatkan masyarakat hindari radius bahaya 5-17 km dari kawah.
“Ini bukan lagi persoalan tata ruang semata, tetapi sudah menjadi sumber peningkatan risiko bencana nasional, kerugian negara, dan ancaman keselamatan masyarakat pesisir,”
Indonesia bersiaga hadapi ancaman gempa; Pemerintah luncurkan Pooling Fund Bencana Rp8,1 T sebagai instrumen pembiayaan dan asuransi pionir dunia.
Diharapkan dari pembelajaran terhadap upaya penanaganan kebencanaan di DIY nantinya, banyak pengalaman yang bisa dibagikan kepada daerah lain di Indonesia.
Penanganan bencana tidak bisa diselesaikan dengan cara yang sama antara korban laki-laki, perempuan dan disabilitas.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan keberhasilan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada 7-8 Desember 2024.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved