Jumat 19 Maret 2021, 11:00 WIB

Wapres: Infak dan Sedekah Turut Pulihkan Ekonomi Saat Pandemi

Humaniora | Humaniora
Wapres: Infak dan Sedekah Turut Pulihkan Ekonomi Saat Pandemi

ANTARA/Fakhri Hermansyah
Wakil Presiden Ma'ruf Amin

 

Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengapresiasi peran dan kontribusi masyarakat melalui sumbangan dana sosial keagamaan seperti zakat, infak, sedekah dan wakaf (Ziswaf) maupun sumbangan gotong-royong lainnya atas dasar kemanusiaan.

"Hal itu terbukti sangat membantu masyarakat yang membutuhkan dan menjadi komplemen program pemulihan ekonomi nasional yang dilakukan pemerintah," kata Ma'ruf saat memberikan sambutan secara virtual dalam Doa Kebangsaan, Kamis (18/3), dilansir dari laman Kemenag.

Dana sosial keagamaan yang diberikan umat beragama selama masa pandemi ini menurutnya menjadi salah satu bentuk solidaritas untuk mengadapi masa-masa sulit saat pandemi. Karena menurut Ma’ruf Amin, modal terbesar dalam menghadapi tantangan dan cobaan apa pun adalah persatuan dan kesatuan di antara sesama anak bangsa. 

Baca juga: Itagi: 94% Warga Indonesia Percayai Vaksin Covid-19

"Tantangan dan cobaan seberat apa pun akan terasa ringan, apabila kita teguh beriman dan bersatu padu. Sebaliknya kondisi sebaik apapun, akan terasa hampa dan hilang makna, apabila jiwa kita menjauh dari Tuhan dan hidup dalam perseteruan, kebencian dan kecurigaan satu sama lain," ucap Wapres.

Menurut Ma’ruf Amin, pandemi covid-19 juga berdampak terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Akibat dari pembatasan sosial yang dimaksudkan untuk menghidari penularan virus, kegiatan ekonomi pun menjadi terkendala. Pemutusan hubungan kerja serta meningkatnya pengangguran menjadi hal yang tak terelakkan untuk terjadi di negeri ini. 

"Untuk mengatasi persoalan tersebut pemerintah telah mengambil langkah yang luar biasa seperti refocussing dan realokasi APBN tahun 2020-2021. Pada tahun 2020 pemerintah telah menyediakan tidak kurang Rp 695 triliun untuk penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi,”ungkap Ma’ruf Amin. 

“Untuk tahun 2021 pemerintah mengalokasikan Rp 699 triliun. Lebih dari separuh alokasi dana tersebut diperuntukkan bagi bantuan sosial rumah tangga dan bantuan untuk usaha mikro dan kecil," sambungnya. 

Lebih lanjut, Ma’ruf menyampaikan diperlukan ikhtiar ruhaniah, di samping usaha lahiriah untuk menghadapi pandemi Covid-19. Karena itu, ia memandang kegiatan doa kebangsaan lintas agama sangat tepat untuk mengetuk pintu langit agar pandemi corona segera berlalu. 

"Sebagai bangsa yang beriman, upaya-upaya besar yang telah dan sedang ditempuh oleh pemerintah dan masyarakat, harus disertai pula dengan ikhtiar batiniah melalui doa dan permohonan kepada Zat yang Maha Mulia, Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT," kata dia. (H-3)

Baca Juga

Ist

ITM Ambil Bagian Mewujudkan Ibu Kota Nusantara sebagai Smart Forest City

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 08:50 WIB
PT Indo Tambangraya Megah (ITM) Tbk resmi menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan Persemaian Mentawir guna mewujudkan Ibu Kota...
MI/Miskah Syifa

KCCI Hadirkan Kuliah Umum tentang Diaspora Korea Berdasarkan Novel dan Drama Pachinko

👤Miskah Syifa Putri 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 08:44 WIB
Pachinko merupakan novel karya Min Jin Lee yang kemudian diadaptasikan menjadi sebuah drama. Mengisahkan tentang 3 generasi dari sebuah...
MI/Adi Kristiadi

Pesantren Idrisiyyah Tasikmalaya Dirikan STAI untuk Umum

👤Adi Kristiadi 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 07:30 WIB
PONDOK Pesantren Idrisiyyah di Kampung Pagendingan, Desa Jatihurip, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat mendirikan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya