Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGOBATAN kanker payudara di Indonesia meski telah ditanggung dalam pembiayan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), namun seringkali tidak ada keseragaman dalam aturan pemakaian obat yang ditanggung BPJS Kesehatan.
Dalam webinar seputar perempuan dan kanker masih dalam memperingati Hari Perempuan Internasional, Vany Ely, 43 penyintas kanker payudara HER2 positif stadium dini tinggal di Jakarta mengaku beruntung mendapat penanganan komprehensif tujuh tahun lalu.
Kanker payudara subtipe HER2 positif yang dideritanya adalah salah satu jenis kanker payudara yang agresif, dan menyerang satu dari lima pasien kanker payudara di Indonesia . Vany mendapatkan kemoterapi dan terapi target trastuzumab, yang membuatnya pulih dari kanker payudara HER2 positif dan sekarang dapat menjalani kesehariannya seperti biasa dan tetap bekerja.
"Saya dulu adalah pasien kanker payudara stadium dini jenis HER2 positif yang beruntung bergabung dengan komunitas pasien CISC (Cancer Information and Support Center). Mereka mengarahkan saya berkonsultasi ke dokter yang tepat. Dokter juga mendorong saya menjalani pemeriksaan yang lengkap, dan terapi yang komprehensif dengan kemoterapi dan terapi target trastuzumab. Sekarang saya sudah sehat kembali, dapat bekerja dan mengurus keluarga dengan maksimal," kata Vany, dalam keterangan tertulis, Rabu (17/3).
Sayangnya, tak banyak pasien kanker payudara HER2 positif yang bernasib seperti Vany. Sebagian besar pasien tak mampu menjangkau pengobatan tersebut terutama target terapi trastuzumab. sementara JKN hanya menjamin trastuzumab untuk pasien stadium lanjut atau sudah menyebar (metastase). Padahal penobaran sejak stadium dini memberikan peluang sembuh jauh lebih besar dan kualitas hidup pasien jauh lebih baik.
"Saya sangat berharap agar pasien kanker payudara yang lain juga seberuntung saya. Pulihnya saya membuktikan bahwa kanker payudara jika ditangani dengan benar, diobati secara optimal sejak stadium dini akan memberikan peluang sangat besar untuk sembuh, mencegah memburuknya penyakit dan kekambuhan. Semoga JKN bisa menjamin trastuzumab untuk stadium dini, agar pasien bisa kembali menjalankan perannya dalam keluarga dan masyarakat," kata Vany.
Saat ini, trastuzumab untuk kanker payudara HER2 positif hanya dijamin di program JKN untuk pasien stadium metastasis (stadium lanjut) dan itu pun dibatasi hanya maksimal 8 siklus. Padahal, pengobatan terapi target trastuzumab sudah menjadi standar pengobatan untuk kanker payudara HER2 positif stadium dini. Bahkan masuk dalam daftar obat esensial WHO.
Tak hanya pasien kanker stadium dini yang mengalami masalah. Pasien stadium lanjut juga menghadapi persoalan pengobatan kanker payudara. Seperti dialami oleh Sartini, 44 pasien kanker payudara stadium lanjut dari Yogyakarta.
Walaupun secara aturan sudah jelas tercantum rincian terapi dan obat apa saja yang termasuk dalam BPJS, pada prakteknya ternyata belum tentu akses terhadap terapi tersebut benar-benar dapat terealisasi. Seperti dialami Sartini, 44 pasien kanker payudara stadium lanjut dari Yogyakarta. Sartini baru saja mendapat pengalaman pahit saat harus mengakses pengobatan di BPJS akibat implementasi kebijakan yang berbeda-beda di tiap daerah.
Sartini didiagnosis kanker payudara HER2 positif stadium 3 sejak 2019 dan bulan lalu terdiagnosis metastatik ke hati dan direkomendasikan oleh dokter untuk mendapatkan kemoterapi dan terapi target trastuzumab. Saat masih stadium 3 ia mendapat informasi bahwa trastuzumab tidak dapat diklaim di BPJS, karena hanya tersedia untuk stadium metastasis atau stadium 4. Yang menyedihkan, saat kondisi kankernya mulai bermetastasis, Sartini kemudian dirujuk ke rumah sakit lain, tapi tetap saja trastuzumab tidak dapat diberikan melalui penjaminan BPJS, karena adanya perbedaan implementasi kebijakan BPJS di setiap daerah.
"Dokter bilang kalau mau dapat trastuzumab saya harus ke Solo atau Semarang, katanya di Yogya enggak ada obatnya di rumah sakitnya. Tapi kalau harus keluar kota, saya enggak kuat. Karena enggak ada trastuzumab, sekarang saya hanya minum obat kemo oral," keluh Sartini.
"Tolong diusahakan ada trastuzumab di Yogya, karena saya enggak sanggup harus ke luar kota," lanjutnya.
Permasalahan akses pengobatan dengan trastuzumab ini juga sudah lama menjadi sorotan BPJS Watch.
"Harusnya memang untuk trastuzumab tercakup dalam BPJS sejak stadium dini, karena kanker itu kalau dibiarkan terus justru biayanya semakin besar, jadi harus sejak awal ditangani. Apalagi ini kita berbicara tentang hak hidup seseorang, jadi pemerintah juga harus mempertimbangkan penyakit-penyakit katastropik ini untuk tetap mendapatkan perhatian dalam BPJS. Jangan karena ini penyakit katastropik justru malah dianggap membuang-buang uang," kata Ketua Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar.
Berdasarkan riset pada penduduk berusia 25-64 tahun di perkotaan dari Kementerian Kesehatan, sebanyak 90% pasien kanker payudara di Indonesia berusia produktif antara 25-55 tahun, yang secara tidak langsung memiliki potensi untuk memberikan dampak terhadap aspek sosio ekonomi masyarakat.
Hal ini tidak hanya akan menjadi beban pada tingkat keluarga tetapi juga berpengaruh pada sistem kesehatan secara umum. Di sisi lain, riset menunjukkan bahwa jika ditangani secara optimal sejak stadium dini, angka kesintasan 5-tahun dapat mencapai 99% . Oleh karena itu, penanganan kanker payudara yang komprehensif sejak stadium dini memberikan peluang kesembuhan yang lebih tinggi bagi pasien dan berpotensi untuk mengurangi dampak sosio ekonomi masyarakat.
"Tujuan pengobatan kanker payudara pada stadium dini tidak hanya untuk mengontrol penyakit tetapi juga kuratif atau mencapai kesembuhan, sehingga pasien dapat kembali menjalani kehidupannya secara produktif. Selain tindakan operasi dan radiasi, terapi yang secara ilmiah terbukti efektif pada kanker payudara HER2-positif stadium dini adalah pemberian terapi target dengan trastuzumab dan kemoterapi yang dapat meningkatkan angka kesintasan dan menurunkan risiko kekambuhan pasien," ujar dr Sonar Soni Panigoro, spesialis bedah onkologi.
"Pengobatan yang optimal pada kanker payudara stadium dini akan berpotensi untuk meringankan beban pasien, keluarga pasien, sekaligus membantu sistem kesehatan negara ini. Kehadiran JKN telah mempermudah akses terhadap diagnosis, namun perlu diikuti dengan penanganan kanker payudara HER2-positif yang komprehensif untuk meningkatkan hasil pengobatan," sarannya.
baca juga: Edukasi Pasien Kanker Payudara Perlu Ditingkatkan Saat Pandemi
Ketua Umum Indonesia Cancer Information and Support Center (CISC) Aryanthi Baramuli juga menaruh harapan agar pelayanan pengobatan kanker payudaran baik stadium dini maupun stadium lanjut memiliki akses kesetaraan yang sama.
"Penting bagi kita semua untuk terus mendorong terciptanya kesetaraan akses kesehatan dasar bagi semua perempuan di Indonesia, terutama untuk pasien kanker payudara HER2 stadium dini yang saat ini masih belum memiliki akses penanganan yang optimal melalui BPJS. Kami berharap agar pada peringatan Hari Perempuan Internasional tahun depan sudah ada perubahan nyata terhadap akses kesehatan dasar bagi perempuan, dan secara khusus adanya penjaminan trastuzumab dari BPJS untuk kanker payudara stadium dini," kata Aryanthi. (OL-3)
Studi terbaru The Lancet Oncology mengungkap ketimpangan tragis, angka kematian kanker payudara turun di negara maju, namun melonjak hampir 100% di negara miskin.
DIREKTUR Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) , Siti Nadia Tarmizi, memaparkan urgensi perbaikan sistem deteksi dini kanker payudara.
Kanker payudara masih jadi kasus tertinggi pada perempuan. Simak 8 langkah alami berbasis bukti ilmiah untuk menurunkan risiko, mulai dari olahraga hingga deteksi dini rutin.
MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau seluruh perempuan Indonesia berusia di atas 30 tahun untuk memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk cegah kanker payudara.
Insinyur Katie Weimer kembangkan teknologi biotissue cetak 3D untuk rekonstruksi payudara. Solusi alami tanpa risiko implan industri bagi penyintas kanker.
Ketika diuji di laboratorium pada sel kanker payudara, senyawa ini banyak masuk dan terakumulasi di sel kanker payudara yang memiliki reseptor estrogen positif.
BPJS Kesehatan meluncurkan program TANGGAP untuk menghimpun aspirasi pemangku kepentingan guna memperkuat kualitas layanan JKN di Indonesia.
Kepala BGN Dadan Hindayana berharap penerima manfaat dan pekerja yang terlibat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat terlindungi dengan BPJS Kesehatan.
Selain jaminan melalui BPJS, Pemprov Kalteng juga menyiapkan jaring pengaman tambahan bagi warga tidak mampu yang belum terdaftar namun mengalami kondisi gawat darurat.
Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menekankan pentingnya sistem jaminan kesehatan nasional.
Mensos Saifullah Yusuf mengatakan peserta PBI BPJS Kesehatan dari 11 juta 896 peserta PBI BPJS Kesehatan yang dinonaktifkan, sudah aktif kembali
SOSIOLOG dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Dr. Tantan Hermansah menjelaskan perlunya edukasi agar masyarakat menerapkan pola hidup sehat dan bayar iuran untuk peserta BPJS Kesehatan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved