Rabu 03 Maret 2021, 15:10 WIB

Nutrisi Khusus Mendukung Terapi Pejuang Kanker

Mediaindonesia.com | Humaniora
Nutrisi Khusus Mendukung Terapi Pejuang Kanker

DOK Pribadi.
.

 

KANKER dikenal sebagai penyebab kematian ketiga terbanyak di Indonesia setelah jantung dan stroke serta penyebab kematian kedua terbanyak di dunia. Pada tahap awal perkembangannya, kanker tidak menimbulkan gejala dan biasanya baru terdeteksi saat telah mencapai stadium lanjut. Ini menjadi salah satu penyebab tingginya tingkat kematian akibat kanker. 

Dari tahun ke tahun, jumlah penderita kanker di Indonesia terus mengalami peningkatan. Pada 2013 disebutkan bahwa jumlah penderita kanker di Indonesia berada pada angka 1,4 per 1.000 penduduk. Jumlah tersebut naik menjadi 1,79 per 1.000 penduduk pada 2018. Hal ini perlu mendapat perhatian khusus, terutama di masa pandemi seperti saat ini. 

"Pada saat awal perkembangan, kanker tidak menimbulkan gejala sehingga banyak pasien kanker yang tidak menyadari. Bila dikenali sejak awal, besar kemungkinan kanker bisa dikendalikan," ujar dr Dedyanto Henky Saputra MGizi.

Secara umum penanganan kanker terbagi menjadi pengobatan lokal dan pengobatan sistemik. Pengobatan lokal meliputi operasi dan radiasi, sedangkan pengobatan sistemik mencakup kemoterapi, terapi target, dan imunoterapi. Selama menjalani pengobatan pasien umumnya mengalami beberapa efek samping, semisal kesulitan makan, baik karena pengobatan yang dijalani maupun hilangnya nafsu makan.

Di sisi lain, pasien harus tetap mendapatkan nutrisi yang baik selama menjalani perawatan. Nutrisi yang tepat menjadi penting karena bisa mempertahankan berat badan, mencegah komplikasi, dan meningkatkan daya tahan tubuh. Peningkatan daya tahan tubuh akan menentukan tindakan selanjutnya dalam penanganan kanker. Selama pengobatan, mulut penderita mungkin menjadi pahit atau penuh sariawan sehingga menyulitkan untuk menelan makanan padat. Salah satu cara untuk menjaga asupan nutrisi yaitu mengonsumsi makanan berbentuk cair. 

"Kesulitan mengonsumsi nutrisi padat bisa diganti dengan nutrisi cair sebagai pelengkap maupun pengganti sebelum, selama, maupun sesudah menjalani terapi," ujar dr Dedyanto. Ia mengatakan dukungan nutrisi yang tepat akan mengoptimalkan terapi kanker pada pasien. 

Penyintas kanker, Shahnaz Haque, mengamini yang dikatakan dr Dedyanto. Ia menjelaskan selama menjalani perawatan, nafsu makannya turun drastis dan berakibat pada turunnya berat badan dan daya tahan tubuh. Ia kemudian bertekad untuk mengalahkan kanker dan mulai menjalani saran-saran dokter, salah satunya dengan mengonsumsi nutrisi yang tepat.

Saat ini Shahnaz dikenal sebagai salah satu survivor yang kerap mengedukasi publik terkait kanker. Ia juga berbagi pengalaman selama menjalani terapi sebagai penyemangat bagi pejuang kanker yang sedang menjalani terapi. "Saya ialah seorang survivor dan saya ingin menjadi inspirasi bagi para pejuang kanker lain di Indonesia," tegas Shahnaz Haque.

Salah satu pendukung nutrisi bagi pejuang kanker yakni Nutrican sebagai makanan yang tinggi energi dan protein serta diformulasikan khusus. Nutrican merupakan produk hasil kerja sama Kalbe Farma dengan rumah sakit rujukan kanker nasional, Dharmais. Nutrican bisa digunakan sebagai pelengkap maupun pengganti sebelum, selama, serta sesudah menjalani terapi bagi pejuang kanker.

"Nutrican dirancang khusus untuk pejuang kanker dan memiliki kandungan penting seperti tinggi kalori, tinggi protein, Omega 3, asam amino esensial, serat pangan, 12 vitamin, dan 8 mineral untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pejuang dan penyintas kanker," terang dr Selvinna dari Kalbe Farma. Ia menegaskan BUMN farmasi tersebut memiliki komitmen untuk membantu penanganan kanker di Indonesia melalui berbagai kegiatan edukasi dan promosi kepada publik. Kami berharap Nutrican bisa menjadi teman perjuangan bagi pasien kanker dan keluarganya.

Salah satu wujud komitmen perusahaan yakni menghadirkan layanan One Onco atau Kalbe Oncology Total Solution. Layanan onkologi terintegrasi ini memberikan solusi komprehensif kepada pasien kanker melalui layanan diagnostik terpadu, terapi (pengobatan), hingga komunitas. "Kami berharap layanan holistik ini dapat membantu meningkatkan kualitas hidup dari pejuang kanker dan keluarganya baik selama menjalani terapi maupun sesudahnya," ujar Mulia Lie, Pharmaceutical Director Kalbe Farma. (RO/OL-14)

Baca Juga

DOK YAICI.

Storytelling Cara Edukasi Efektif Jangkau Generasi Muda

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 16 Mei 2022, 15:42 WIB
Metode storytelling merupakan salah satu bentuk penyampaian pesan-pesan yang secara tidak langsung dekat dengan keseharian...
Ilustrasi

Epidemiolog: Tidak Ada Hubungan Hepatitis Akut dengan Vaksin Covid-19

👤Faustinus Nua 🕔Senin 16 Mei 2022, 14:11 WIB
“Perlu kita pahami dan juga kita sebarkan kepada masyarakat bahwa hepatitis yang masih tidak diketahui penyebabnya ini bisa dikatakan...
Ist/Sematic-scholar

Virus Hendra Bisa Mengancam Kuda dan Manusia

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Senin 16 Mei 2022, 14:02 WIB
Virus Hendra (HeV) merupakan berasal dari kelelawar dan sudah terjadi pada 1994 dan 2016 yang menularkan ke kuda dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya