Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
STUDI The ICC Research Foundation menemukan bahwa ekonomi global akan kehilangan sekitar US$9,2 triliun, jika pemerintah gagal mengembangkan akses ekonomi untuk akses vaksin covid-19.
Ketidakhadiran koordinasi multilateral dalam menggaransi akses dan distribusi vaksin, akan semakin membebani ekonomi di negara maju. Sementara itu, memperbesar masalah geopolitik dan ketidakpercayaan antar negara hanya menyusahkan kondisi global dalam penanganan covid-19.
Oleh karena itu, diplomasi vaksin menjadi penting untuk pemulihan kesehatan dan ekonomi semua negara. Data per 21 Februari, kasus infeksi covid-19 global menurun sekitar 500 ribu orang dalam dua pekan terakhir, atau turun sekitar 16%.
Baca juga: Masuk Kelompok Rentan, Lansia Jadi Prioritas Vaksinasi Covid
Jumlah laporan kasus aktif juga turun hampir setengahnya dalam lima pekan terakhir. Senada, laporan kasus kematian akibat covid-19 turun sekitar 10% dibandingkan minggu lalu. Hal ini sebagai dampak dimulainya program vaksinasi di beberapa negara.
"Beberapa negara telah meningkatkan kerja sama multilateral keuangan untuk mendukung tingginya kebutuhan pendanaan vaksinasi covid-19. Negara lain juga telah berkomitmen untuk membagi surplus pasokan vaksin ke negara berkembang," ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam seminar virtual, Rabu (24/2).
Indonesia telah mengamankan vaksin covid-19 untuk kebutuhan nasional. Sejauh ini, negara maju telah registrasi 75% dari total vaksin covid-19. Di lain sisi, 130 negara bahkan belum memulai vaksinasi. Hanya enam negara Afrika yang sudah memulai progam tersebut.
"Kita juga melihat beberapa regional dan negara mengenakan pembatasan ekspor vaksin," imbuh Retno.
Baca juga: Guru Mulai Divaksinasi, Belajar Tatap Muka Dimulai Juli
Situasi ini menggarisbawahi urgensi kolaborasi internasional untuk menghadapi tantangan di masa pandemi covid-19. Indonesia telah menyuarakan pentingnya kerja sama tersebut sejak awal pandemi.
Retno pun menyampaikan kritik terhadap kolaborasi internasional untuk melawan covdi-19. Pertama, perlunya penguatan kerja sama internasional terkait isu kesehatan, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Itu mencakup kesetaraan akses vaksin untuk semua negara.
Untuk jangka panjang, penguatan ketahanan global dan regional menjadi kunci untuk pengendalian pandemi covid-19 di masa depan. "Harus menjadi tanggung jawab kolektif bagi semua negara, untuk mempromosikan komitmen politik dan solidaritas," pungkasnya.(OL-11)
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Influenza atau yang lebih akrab dikenal sebagai flu sering kali dianggap remeh sebagai gangguan pernapasan biasa.
Daya tular campak cukup tinggi, mirip dengan covid-19. Seseorang yang terinfeksi dapat menularkan virus selama 4 hari sebelum dan sesudah gejala muncul.
Jemaah haji perlu memahami manfaat kesehatan jangka panjang dari vaksinasi, bukan sekadar memenuhinya sebagai syarat administrasi.
Data Kementerian Agama menunjukkan bahwa lebih dari 22% jemaah haji Indonesia pada 2025 merupakan kelompok lansia, dan mayoritas membawa penyakit komorbid.
Orang yang hidup dengan HIV (ODHA) memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi menular seksual (IMS). Selain berdampak langsung pada kesehatan.
Dalam kondisi hujan, tingkat kelembapan tinggi, dan suhu tinggi, melakukan aktivitas fisik di tempat terbuka meningkatkan peluang terserang penyakit.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved